X-New-House, Tax, and Me

Hari ini aku memaksakan diri bangun pagi di luar jam default-ku. Meski dingin buanget, aku nekat mandi dengan speed 4.5 menit. Singkat cerita, jam 6.30 tet aku udah bertemu penjual rumah di Perum Batu Amaril, beramah tamah sebentar, akhirnya kita menyepakati harga yang lumayan ‘aman’ bagi kantongku, dengan pemufakatan kalo aku baru bisa bayar tunai setelah nyelesein urusan dengan Bank plus dapat ijin meminjam copy surat tanahnya. Sayang si penjual hanya kasih waktu kita 3 hari untuk pembayaran separuh dari harga yang kita sepakati.

Pulang dari sana mampir ke Bank sebentar, tanya2 prosedur KPR, sayang pihak bank bikin aturan yang bikin ngelu, padahal aku hanya pinjam dibawah digit 10, itupun dengan perhitungan 80:20 dengan tax 16%, ga hanya itu untuk mengajukan kredit salah satunya syarat harus nikah dulu, karena kredit ini target utamanya keluarga. Kalopun masih bujang aku harus ngurus NPWP dulu, sebagai buktikan bahwa aku bisa bayar tagihan setiap bulannya, belum lagi survey bank minimal 3 minggu, baru bisa keluar dananya. Bener-bener meleset jauh dari perkiraanku 🙁

Akhirnya ke kantor pajak buat ngurus NPWP, sayang ngurusnya butuh waktu 1-2 hari, padahal sekarang dan Jumat, dan baru bisa mulai ngurus Senin depan.

Balik kantor pas makan siang, aku konsul dengan opman-ku perihal NPWP. Sialnya, ngurus inipun masih harus konsul ma babe, dan itu juga masih harus dipertimbangkan lagi mengingat urusan pajak itu urusan sensitif buat babe. Kalopun aku ngurus NPWP, itu artinya perusahaan juga mesti bayar pajak setiap tahunnya. (satu hal yg ga mungkin bgt krn ********) *sigh*

Urusan jadi ruwet dan bertele-tele, akhirnya aku kembali menghubungi si penjual, dan minta maaf ga jadi beli rumahnya, karena waktu dan prosedur yang tak memungkinkan *nelongso mode on*.

4 thoughts on “X-New-House, Tax, and Me

  1. Jangan berhenti berdoa dan berharap, aku percaya suatu saat kamu pasti mendapatkan rumah impianmu itu.
    Don’t give up friend.

Leave a Reply

Your email address will not be published.