Tips Cegah ‘Budeg’ Temporer

Gara-gara minggu lalu kuping sakit pas waktu landing, aku jadi penasaran penyebab kesakitan yang aku alami. Setelah interogasi sana-sini namun 97% jawaban yang kudapat sama: Beda tekanan udara dan darat (yah kalo ini mah anak SD juga tahu). Akhirnya aku bertanya pada eyang Google, dan lumayan puas dengan respon baliknya. Kira-kira seperti ini deh setelah aku sadur dari bbrp source ttg jetlag, yang lumayan ajubilah rumit dan puanjang banget, moga2 aja ga salah cerna (tapi yakin ga kok, lebih yakin lagi kalo bisa dipraktekin sekali lagi, sayang ga ada undangan naik pesawat lagi..hiks)

Saat pesawat take off dan landing terjadi perubahan udara. Kondisi ini bisa merusak telinga yang dikenal sebagai barotrauma. Orang Inggris sih nyebutnya airplane ear ((gangguan) telinga pesawat terbang…hehehe,konyol banget ya? blm nemu terjemahan yg pas neh :p).

Secara sederhana kondisi ini bisa diartikan cedera akibat perubahan tekanan udara, yang sebenarnya ga hanya kita alami waktu kita naik pesawat tapi juga kita alami waktu menyelam saat hidung tersumbat, alergi, flu, atau infeksi tenggorokan.

Gejalanya? Kita mungkin merasa nyeri di satu telinga, pendengaran terganggu, atau telinga terasa penuh. Gejala ini muncul karena gendang telinga kita terdorong keluar atau tertarik masuk akibat perubahan tekanan udara. Nah untuk mencegah kerusakan telinga akibat perubahan tekanan, berikut langkah2 yang bisa menghindarkan kita dari gangguan kuping temporer”
1. Satu jam sebelum take off dan mendarat dianjurkan minum kelompok obat dekongestan (pelega saluran nafas). Obat ini bisa mencegah penyumbatan tuba eustachii (saluran yang menghubungkan telinga dan tenggorokan)

2. Saat terbang kulum permen (bagi yang ga bawa permen, ga perlu khawatir, soalnya permen dah jadi fasilitas gratis dari aviation-nya. Tapi kalo tetep ga kebagian yang boleh juga ngulum kancing baju :p), Lalu telan ludah berulang-ulang, tindakan ini bisa membantu tuba eustachii tetap terbuka.

3. Bila telinga terasa buntu saat mendarat, hirup napas lalu lepaskan perlahan-lahan sembari menutup hidung dan mulut. Akan lebih membantu bila pada saat yang sama kita menelan ludah.

4. Untuk bayi dan anak kecil, yakinkan mereka minum selama pesawat take off atau landing. Atau bisa juga memberi mereka acetaminofen yang berfungsi mengurangi rasa sakit dan mencegah rasa ga nyaman yang mungkin timbul. Dekongestan tak dianjurkan pada bayi dan anak-anak.

5. Bila gangguan telinga menetap dalam beberapa jam, konsultasikan dengan dokter. Namun bila tak kunjung sembuh, bisa jadi memang Anda ada bakat congek..hehehe.

happy flying!

Leave a Reply

Your email address will not be published.