Tarif Taksi

Naik taksi itu bukan sekedar mengantarkan kita ke tempat tujuan, tapi juga ngobrolan dengan orang yang baru kita jumpai yang notabene jadi ‘supir pribadi’ kita. Dalam perjalanan singkat ini kita bisa bebas ngobrol ataupun diam dan asyik dengan gagdet kita, tapi kalau saya sih lebih memilih mengajaknya ngobrol.

Dari obrolan ini saya jadi paham tarif setor taksi merk Citra. Untuk mobil Soluna, setoran per hari adalah Rp165 ribu, sementara untuk mobil jenis Vios sekitar Rp185ribu, dan tarif itu berlaku efektif per tahun 2011. Hanya beda Rp20 ribu memang, tapi calon penumpang punya opsi memilih taksi yang mereka pesan. Sampai saat ini, taksi Vios lebih banyak diminati dibanding taksi soluna, meski tak ada perbedaan harga. Tarif per buka pintu tetap Rp5000 saja.

Taksi vios memang lebih bagus, dengan hiasan motif floral di badan mobil, serta kondisi yang masih baru membuat Vios lebih banyak dilirik orang ketimbang jenis Soluna. Dari obrolan itu juga saya tahu jika Citra adalah layanan taksi paling laris di kota Malang, dan punya armada terbanyak dengan jenis kendaraan yang selalu baru dan bersih.

Arief (the driver) | foto: bazzberry
Arief (the driver) | foto: bazzberry

Sopir yang kemudian saya kenal dengan nama Arif ini adalah pria berusia 26 tahun, tinggal di Wagir (wilayah kabupaten di selatan kota Malang), dengan satu istri dan satu anak yang sudah berusia 6 tahun. Sebelum nyupir taksi, Arif adalah supir sales keliling kota, tapi terpaksa berhenti karena capek dan waktu bertemu keluarga jadi sedikit. Pun, bayaran yang didapat juga tak sebesar jika dia rajin menarik taksi.

Dalam sehari dia bisa membawa pulang sekitar Rp50 ribu di hari biasa, dan biasanya lebih jika akhir pekan. Tapi uang bukanlah segalanya bagi Arif, karena dia memutuskan untuk mengambil libur setelah narik taksi seharian. Jadi dia mengambil sistem warnen 1 harian (satu hari libur, satu hari narik full).

Saya senang ngobrol dengannya, karena dia suka bercerita, dan sempat berkisah tentang pengalaman buruknya saat taksinya disewa 3 cewek yang pulang dugem di kawasan Dieng, dan sialnya ketiganya muntah di taksinya. Sejak itu, dia malas narik malam-malam di saat weekend di area dugeman. Baginya, lebih nyaman ngetem di pusat perbelanjaan dan juga area rumah sakit. Selain aman, dia bisa membantu memapah orang tua yang pulang berobat. Mereka mengingatkannya pada bapaknya yang sakit stroke beberapa waktu lalu.

Ngobrol dengan Arif memang seru, dan saking asyiknya saya sampai lupa jika kali ini saya ga mabuk naik taksi. Yay…:d!

4 thoughts on “Tarif Taksi

  1. wiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii ga mabuk oeeeeeeeeeeeeeen….. pasti malu gara2 pak e ngomong cewek dugem muntah di taksi… ihihihihihi #kabur

  2. pembualan arif iku aku yo sopir citra lambung 354.yg namnya arif iku kurang bisa bergaul ma teman kalo ketemu saya takut pol.sebelumnya karna gak tahu sapa saya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *