satisfying jobs

Pekerjaan apa yang paling kamu inginkan? Bisa jadi jawabannya relatif, tergantung situasi, mood, dan kebutuhan. Dalam sebuah survei yang dilakukan General Social Survey pada 27 ribu orang di seluruh Amerika, menyebutkan jenis pekerjaan yang berhubungan dengan pelayanan atau membantu orang lain bisa jadi pekerjaan yang paling memuaskan.

Tapi benarkah? bukankah yang paling memuaskan jika bisa bekerja dengan gaji berkecukupan, bisa belajar sesuatu yg baru, comfort dengan budaya perusahaan, selalu semangat pergi ke kantor, bisa pulang tepat waktu, dapat apresiasi dari atasan, dapat jatah maksi yang nendang di lidah, dan (rela) jadi ‘staff forever’ asal gaji setingkat manajer…ya begitulah versi saya jika ditanya pekerjaan yang akan membuat saya puas.

Tapi sejak sore kemarin, saat saya ngobrol dengan seorang tante di kamar ganti wanita di sebuah tempat, statemen akan rasa puas akan sebuah pekerjaan sedikit goyah setelah mendengar penuturan beliau.

Penghasilannya mungkin tak seberapa besar, tapi selalu bersemangat, dan selalu menularkan semangat itu pada kami. Sayang semangat kami (terlebih saya) selalu dinilai dari ukuran duit, alasannya: karena saya sudah bayar, jadi sayang banget kalau ga diambil, ya selain memang ingin tubuh tetap bugar.

Yang membuat aku kagum, di usianya yang ke 61 tahun, tante tetap terlihat fit, seksi, sehat, bugar, dan awet muda. Padahal dalam sehari bisa ngajar sampai 4 kali session, tentu dengan gerak²an yang benar² menguras keringat. Sementara aku yang hanya berlatih 1.5 jam udah ngos²an.

Tante (atau lebih pas disebut grandma), mengatakan semangat dan rasa cinta pada profesi yang membuatnya selalu enjoy, padahal lebih dari 40 tahun lebih dia menggeluti pekerjaan yang sama, tentu dengan lokasi yang berbeda. Dia benar² sangat menikmati pekerjaannya, meski bisa dibilang penghasilannya standar. Tapi saat melihat dia bediri di barisan paling depan, loncat sana loncat sini, enerjik, dan aku benar² iri. Duh, benar² iri dengan semangatnya, sesuatu yang akhir² ini hilang dari diriku. Hari ini aja sudah menguap 10 x lebih, ngantuk terus bawaannya. Hoaamm!

4 thoughts on “satisfying jobs

  1. Emang kok, mencintai pekerjaan dapat membuat lebih semangat bahkan lupa diri.

    sama seperti mencintai seseorang.. dimana saat hujan deras dan suara petir yang menggelegar, pasti akan rela banget berbasah-basah cuma untuk ketemu..

    Cuma kadang cinta mengharapkan balasan, semakin kita mencintai, semakin besar balasan yang diharapkan.. ketika cinta tidak terbalas, cinta itu pun akan semakin pudar…

    Respon atas cinta itulah yang dapat membuat kita semakin cinta..

    Yah.. cukup itu saja, semakin lama aku akan semakin serius, semakin serius aku, aku akan semakin banyak mengetik, semakin banyak aku mengetik, maka semakin panjang komen-nya, semakin panjang komen-nya … “ini posting blog ato ngirim komen sih????”

  2. @toepay :

    Cuma kadang cinta mengharapkan balasan, semakin kita mencintai, semakin besar balasan yang diharapkan

    Lu ngomongin gue yak?

  3. isdah ahmad Says:
    rit aku pengen kerjo bagian mbuwak duit. ono ta?

    lek ono aku yo gelem kok jek ..
    *sek doyan rupiah*

Leave a Reply

Your email address will not be published.