My trip to Yogya (II)

Pukul 10.15 kita sampe Bandara Adi Sucipto. Baru kelular dari pintu Exit, kita diserbu sopir2 taksi, tapi demi keamanan finansial, kita memilih taksi bandara dan menuju ke wisma Ananda di jalan Ngadinegaran (wisma yang kita booking sebelumnya). Antara merenung dan mengantuk, aku mencoba menikmati suasana malam di Yogya, meski hanya lewat jendela taksi, tapi Yogya tetap terlihat cantik dengan jalan2nya yang lebar dan lumayan bersih, meski terbungkus muramnya malam. Tapi badan dan pikiran tetap terfokus pada ranjang yang hangat dan empuk, karena badan dah capek banget.

Tapi sayang, bayangan akan tidur di ranjang yang nyaman musnah sudah saat kita memasuki wisma tersebut. Kamar kita berdampingan, tepat di depan kolam renang dan tempat parkir sepeda motor. Kamar yang kita dapat pun jauh dari harapan, udaranya sedikit apek, karena mungkin sirkulasi udaranya kurang. Ranjangnya pun tak seempuk yang kubayangkan. Kamar berukuran sekitar 4×3 itu dilengkapi satu lemari, satu TV, AC, dan dua tempat duduk lengkap dengan meja, dan kamar mandi bathup yang udah ga layak pake (tak sebanding dengan rate 200 per malam). Karena udah terlalu malam, dan kondisi badan ga fit (dan juga ilfil liat kamar mandinya), aku memutuskan ga mandi. Hanya membasuh muka dan cuci kaki, dan berharap bisa tidur di kasur keras ini. Sayang aku gagal, dan ga tidur semalaman :(, pegel tapi juga seneng karena Jefri juga mengalami hal yang sama. Kita berdua ga tidur semalaman :d.

Esoknya., jam 7 pagi kita sudah keluar, memutuskan cari hotel. Niat banget, sampe dibelain jalan kaki dari Ngadinegaran ke Malioboro (lebih dari 10 km), karena kita ga tahu jalan singkatnya, meski udah tanya sana-sini. Seneng meski juga capek, karena setelah perjalanan yang melelahkan dan panasnya udara Yogya, kita akhirnya dapat room di hotel bintang 4, Hotel Mutiara. Hanya satu room, tapi ga masalah, karena double bed, jadi kita sharing room, tapi ga sharing bed.

Karena udah merasa capek, dan dikejar waktu ke acara nikahannya Ruri, pulangnya kita naik becak. Becak di Yogya keren, lebih luas (sampe bisa dipake buat beriklan), murah dan sopirnya ramah2, meski ujung2nya kita selalu dibawa ke toko/gerai yang masuk dalam paguyuban mereka. Duh, gara2 ini naik becak jadi makan waktu 1.5 jam lebih.

Tepat jam 13.00 kita checkout dan meluncur ke pernikahan Rury di daerah UPN (arah menuju ke Sleman). Perjalanan ini juga tak semulus yang kita kira, sopir taksinya juga ga tahu alamat yang dituju, akhirnya kita kesasar, dan sampe tujuan jam 14.30. Ga begitu lama di sana, selain ditunggu taksi dan Rury juga tampak sibuk banget (bisa dimaklumi karena ini hari H-nya). Alhasil dari yang awalnya pengen makan siang di sana akhirnya batal dan kita langsung cabut setelah memberikan upeti dari bos. Ya..tugas utama selesai..now, its time to have fun.

Pulang dari rumah Rury kita mampir ke Rumah Dagadu di jalan Pakuningratan, pusat Dagadu, bukan gerai Dagadu gadungan. Dari sana langsung meluncur ke Hotel Mutiara, check in, dapat room 315 di lantai tiga, naruh tas dan langsung keluar cari makan, karena perut dan laper banget.

Abis makan di Matahari Mall kita balik ke hotel dengan jalan kaki, karena lokasinya ga begitu jauh. Istirahat bentar dan magrib kita berangkat ke Ambarukmo Mall, nemenin Koko cari Meme2, sayang di sana Meme2nya ga sebanyak di TP Surabaya, dengan kategori display yang juga standar. Tapi ga begitu ngaruh buatku, karena di Ambarukmo masih ada Bread Talk, yang jelas lebih menarik bagiku daripada Meme :d. Jam 20.15an kita kembali hotel, mandi, dan rebahan di hangat dan empuknya kasur hotel..ahh…lega rasanya setelah seharian capek jalanĀ².

One thought on “My trip to Yogya (II)

  1. hari pertama aq menginjakkan kaki di yogya, tidak seperti beberapa tahun yang lalu…Yogya sekarang lebih terasa panas dengan kesembrautan lalu lintas di hampir sepanjang jalan. banyak sekali mall2 baru, seolah yogya tidak mau ketinggalan dengan modernisasi.

    besok pagi aq berencana jalan-jalan ke prambanan n borobudur yah mudah-mudahan tidak terlalu mengecewakan mengingat beberapa waktu lalu yogya diguncang gempa.

    nanti setelah pulang aq dar sana aq akan sharing tentang keindahan yang pasti akan akq lihat disana.

Leave a Reply

Your email address will not be published.