Basah…basah..basah

Liburan Kamis lalu (25/05) ga lagi aku isi dengan mijitin tikus di kantor, seperti halnya kebiasaanku setiap hari libur. Tapi aku dan temen2 opis pergi rafting ke Pekalen, Probolingo. Liburan yang bisa dibilang tanpa persiapan matang, mengingat kita sibuk dengan urusan kerjaan yang semuanya kejar deadline, ditambah lagi ga semua anak ikut liburan. Sial bener tuh XL, ga ngijinin kita libur barang sehari, operator sombong ini ingin tim PIC standby 7×24 jam…puhh…gila banget. Akhirnya minus enam orang kita berangkat rafting dengan hati berat (pada awalnya), meski sampai di sana lupa juga ma teman di kantor, sangking asyiknya berjeram ria.

Tepat pukul 7 tet nyampe kantor, ngecek mail dari bos dan reporter, sekalian ijin bos kecil di Jakarta, ijin sehari ga update news, maklum daerah pedesaan miskin koneksi (alasan biar liburannya plong, ga kebeban gawean). Eh iya sebelum ke kantor ada seorang teman yang sms aku pagi2, tanya rute angkot menuju ke opis. Nah, setelah memberi sedikit penjelasan, yang belakangan baru aku sadar kalau aku telah membuatnya tersesat, akhirnya dia berangkat ke opis dengan perasaan takut nyasar.

Alhasil saat tiba di kantor, dia basah duluan, bukan krn rafting sih, tapi keringatan gara-gara jalan dari Kecamatan Blimbing (Taspen) sampai kantor. Nah, diriku yang tak merasa berdosa cengar-cengir aja lihat dia keringatan, awalnya sih aku kira dia ga sampe jalan segitu jauhnya, eh usut punya usut ternyata aku yang salah kasih direction. Yang seharusnya turun trabasan, dia justru turun cegatan, akhirnya jadi jalan sehat pagi2…..hehehe…maaf pal…paling ga bobot badanmu lumayan susut khan? *ketawa ngakak*

Tepat jam 08.25 kita cabut dari kantor, diiringi tatapan melas Beni, salah satu korban yang ga bisa ikut rafting. Sampai di bus, aku duduk sebangku ma Erlin, sementara ada beberapa teman yang memilih duduk sendirian, karena masih banyak kursi kosong gara2 banyak personil yang ga ikut. Setelah semua menempatkan pantat dan mulai bisa beradaptasi, mbak Wida (salah seorang tur guide dari Aini Tour) mulai mengenalkan diri dan bla…bla…bla…(briefing default para tur guide).

Sekitar jam 10, makan siang mulai dibagi, sayang bukan nasi kotak seperti harapanku, tapi nasgor dalam styrofoam yang rasanya ancur banget, plus air mineral dan 4 biji permen (stttt…I hate this travel agent).

Tanpa kendala apapun, bus dengan mulus memasuki desa Ranu Gedang sekitar jam 11.45, melaju ke tujuan utama, yaitu Noars, base camp utama yang akan membawa kita berpetualang menyapa derasnya sungai Pekalen.

Setelah disambut dengan welcome drink (teh jahe dan air mineral), kita mulai menentukan kelompok pengarungan. Siang itu hanya kelompok kita yang akan mengarungi sungai, karena pagi harinya diisi rafter dari grup lain. Dari ada 18 orang yang ikut dibagi dalam empat kelompok, minus satu teman yang memutuskan ga ikut karena sebuah alasan dan lebih suka menjadi fotografer. Sementara aku sendiri tergabung dalam kelompok imut, dan aku sendiri yang jumbo (Aku, Indra, Anton Io, Satria dan Agus).

Setelah kita ganti baju yang layak buat berbasah-basah, memilih life jacket/pelampung, helm pengaman, dayung, kita mengikuti briefing singkat tentang pengenalan medan dan tata cara survive dalam perahu karet saat mengarungi jeram dalam derasnya arus sungai. Hanya ada tiga kata yang harus kita ingat, yakni, dayung, stop dan boom. Kiri dayung mundur, kanan dayung maju aba-aba untuk bebelok ke arah kiri, dan begitu juga sebaliknya. Stop, jika guide menyuruh kita berhenti mendayung dan boom sebagai aba-aba ada bahaya di depan.

Setelah semua mengangguk-angguk tanda paham atau bisa jadi nervous, akhirnya briefeing bubar dengan diakhiri doa mohon keselamatan. Sebelum dilanjutkan naik pick-up pengangkut sapi, kita sempetin diri berpose sebentar and …c u teman…sayang kamu ga ikut menikmati excitingnya berarung jeram.

5 thoughts on “Basah…basah..basah

  1. Huaaaaaaa…sistaaaaaa….jahaatttt….kok gag ajak2 sihhhh….tahu gini kan pengennnn…biar gak dibayarin gag apa2 kokkkkk….T_T

    *koment sapa tuh…kecian*

Leave a Reply

Your email address will not be published.