Tukang Parkir

Tidak pernah terpikirkan sebelumnya dalam benak saya untuk menitipkan sepeda pada orang yang tidak saya kenal, tapi hampir setiap hari saya melakukan hal itu. Ya, kasarannya saya parkir sepeda. Tidak gratisan sih, tapi harus membayar sekitar 500 – 1000 rupiah untuk sekali titip sepeda atau bisa jadi 2000 jika saya juga nitip helm.

Tapi tidak masalah jika saat saya mengambil sepeda, si tukang parkir membantu menarik sepeda saya yang kadang posisinya terhimpit dengan sepeda² di sebelahnya dan cukup menyulitkan saya. Sayangnya tidak semua tukang parkir memiliki kepedulian kepada pelangganya. Ada kalanya mereka justru duduk ngobrol dengan teman mereka dan membiarkan pelanggan susah payah mengeluarkan sepeda miliknya.

Saya pernah mengalami hal itu, bahkan bisa dibilang sering meski ga sampai di atas hitungan angka 10. Hanya saat menghadapi situasi seperti itu, saya jadi kesal karena mereka sudah dibayar malah duduk ngobrol sementara saya kerepotan mengeluarkan sepeda saya sendiri, padahal saya sudah bayar.

Jika dipikir-pikir, cukup enak jadi tukang parkir. Hanya duduk, menunggu kendaraan datang, dan menerima duit. Ya, pekerjaan ringan dan cepat dapat duit, bahkan saking enaknya hampir semua tempat publik dikapling buat parkiran. Ya mau gimana lagi, karena saya juga ga ingin sepeda saya dibawa kabur maling. Jadi keluar duit 1000, bukan masalah. Tapi ya setidaknya saya sebagai pelanggan parkir juga butuh diperhatikan meski hanya membantu mengeluarkan motor jika motor saya terhimpit. Tapi…kok ya susah dapat perhatian itu!

2 thoughts on “Tukang Parkir

  1. Kudune judul e, ‘pengen banget diperhatiin ma Tukan Parkir’ hehehehehe 😛
    aku yo kadang ngunu. berhubung aku merasa sudah melaksanakan hakku, yah gantian mereka yg melaksanakan haknya, biasane tak omongi, ‘pak, tolong donk, sepeda saya dikuarin’ 😛

    btw, typo detected 😀

    ini pasti terinspirasi tukang parking Dieng kemarin :))

  2. ada gunanya sih latian fisik tiap hari, bwt nggeret2 motor kalo parkiran penuh. eh, coba kamu pake motor cowok, mereka dengan senang hati kok markirin, sumpe suweerr….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *