THE ADJUSTMENT BUREAU, Bermain-Main Dengan Takdir

foto: rottentomatoes.com
foto: rottentomatoes.com

David Norris adalah politisi muda yang ganteng dan kharismatik (jelas, yang main kan Matt Damon :D) dengan karir yang politik yang bersinar di usia mudanya. Sayang, di saat karir politiknya berada di puncak, David tersandung aib masa lalu (foto2 dugem tersebar di media, sudah seperti fenomena isu lokal saja nih *sigh*). Aib ini membuat karir David terancam kalah dalam pemilu. Sesaat sebelum pidato pengumuman kekalahannya, David mencari inspirasi di toilet hotel, dan tanpa disadarai, Elise Sellas (Emily Blunt) yang kebetulan bersembunyi di toilet pria mendengar semua pidato David. Singkat cerita Elise dan David ngobrol layaknya teman lama dan obrolan berakhir dengan ciuman yang hangat. Sejak saat itu, hidup David berubah.

Pesona Elise begitu menyita perhatian David, schedule penting yang menjadi rutinitas utamanya menjadi tak penting lagi. Yang ada di benak David hanya Elise, Elise dan Elise. Ya, David jatuh cinta, dan tai kucing pun rasa coklat, seperti kata Gombloh. Otak David hanya sibuk memikirkan Elise, siapa, apa dan bagaimana Elise.

Saat David dan Elise mulai mengenal satu sama lain, cinta mereka terhalang sekelompok pria berbaju rapi yang mencegah hubungan mereka, karena takdir harusnya memang tak pernah mempertemukan mereka. Elise ditakdirkan menjadi penari tenar, dan David tetap menjadi politikus muda yang sukses (kandidat presiden US).

Para Adjustment Bureau yang akan melakukan apapun agar David dan Elise tak pernah bersatu sesuai catatan takdir mereka. Sikap keras kepala David membuat Adjustment Bureau mengaku bahwa mereka adalah utusan dari The Chairman yang punya hak penuh dengan garis takdir David, dan seharusnya dia tak jatuh cinta dengan Elise.

Pria-pria dari Adjustment Bureau menguntit ke manapun David pergi dengan bantuan papan petunjuk peta aktivitas David (yah, mirip2 peta digital seukuran Amazon Kindle). Mereka bisa menembus segala ruang tanpa batas dengan beragam area. Kadang masuk di salah satu ruang kantor, dan saat membuka pintu mereka bisa sampai di jalanan besar kota New York, atau terdampar di sebuah cafe. Titik lemah mereka adalah tak bisa memonitor manusia jika berada di air dan tanpa topi mereka juga tak bisa bepergian menembus ruang & waktu.

Lalu siapa Adjustment Bureau? mereka adalah pengontrol jalan hidup manusia agar tetap berjalan sesuai takdir yang digariskan ‘The Chairman’. Malaikatkah? bisa jadi, tapi para Adjustment Bureau ini lebih suka menyebut diri mereka case officer, yang punya masa hidup lebih lama dari manusia. Mereka juga digambarkan sangat manusiawi, berbaju rapi, bertopi dan memiliki sikap seperti manusia. Mereka juga merasakan bosan dan ketiduran saat menjalankan tugas, seperti salah seorang tim Adjustment Bureau, Harry Mitchell (Anthony Mackie) yang mendapat perintah dari ‘The Chairman’ untuk menumpahkan kopi yang dibawa David saat perjalanan ke kantor tepat jam 7:05 pagi. Sayang, Harry ketiduran, dan David pun kembali bertemu Elise. And then the things goes wrong.

Case Officer | Foto: rottentomatoes.com
Case Officer | Foto: rottentomatoes.com

Dengan bantuan Harry mengenali sistem kerja case officer, David pun harus berkejar-kejaran dengan para Adjustment Bureau, menembus pintu dan ruang, berakhir di stadion, rooftop, kamar mandi, dan segala ruang yang silih berganti setiap David membuka pintu, sampai akhirnya David mampu meyakinkan ‘The Chairman’ bahwa dia dan Elise memang ditakdirkan bersama. End of the story, happy ending :d.

Bagi saya Adjustment Bureau ini adalah kombinasi thriller, science fiction, politik, agama, humanis, dan romantisme cinta. Sutradara, George Nolfi (penulis naskah Ocean’s Twelve, The Bourne Ultimatum) mampu mengadaptasi cerpen karya Philip K. Dick, Adjustment Team (1954) dengan cerdas, menghibur, menegangkan dan mengejutkan di menit-menit film berakhir.

Akting Matt Damon masih seperti biasanya, dengan gaya semi ‘Bourne’, Damon tampil maksimal, sementara Emily Blunt bisa tampil alami mengimbangi karakter David. John Slattery, Terence Stamp, dan Anthony Mackie sebagai tim Adjustment Bureau juga membawakan peran mereka dengan baik. Saya suka akting Anthony Mackie, selain gigi belahnya yang sekilas mirip gigi saya :d, Mackie juga membawa warna baru di deretan aktor kulit hitam dengan akting cemerlang.

After all, Nolfi mampu menuangkan ide cerita science fiction visioner sebuah cerpen menjadi gambaran visual yang menarik untuk ditonton tanpa membuat penonton bingung dan lelah mengikuti plot ceritanya yang naik turun. Jika ada penggambaran malaikat atau case officer secara fisik atau keberadaan The Chairman, don’t take it seriously in anyway, it’s just an interesting idea to make a great movie. Mari melihat lebih dalam pesan yang ingin disampaikan di film ini, bahwa kita bisa mengubah nasib yang sudah dituliskanNya, jika memang kita mau mengubahnya. Seperti yang diungkapkan Harry sebelum film berakhir:

Most people live life on the path we set for them. Too afraid to explore any other. But once in a while people like you come along and knock down all the obstacles we put in your way. People who realize free will is a gift, you’ll never know how to use until you fight for it. I think that’s The Chairman’s real plan. And maybe, one day, we won’t write the plan. You will.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *