<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>bazz &#187; seksi</title>
	<atom:link href="http://bazzcethol.com/tag/seksi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://bazzcethol.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Sun, 01 Jan 2012 18:25:14 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.1</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Outlander? Nope!</title>
		<link>http://bazzcethol.com/2011/07/outlander-nope/</link>
		<comments>http://bazzcethol.com/2011/07/outlander-nope/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 04 Jul 2011 16:18:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bazz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Baca-Baca]]></category>
		<category><![CDATA[Film]]></category>
		<category><![CDATA[hobi]]></category>
		<category><![CDATA[pria]]></category>
		<category><![CDATA[seksi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bazzcethol.com/?p=439</guid>
		<description><![CDATA[Akhir pekan lalu, saya sibuk mencari subtitle setumpuk koleksi film yang hampir 80% belum sempat saya tonton, sampai akhirnya memutuskan nonton Outlander di tengah malam yang dingin, dengan harapan bisa merasa hangat karena semangat juang pasukan Viking yang tenar dengan semangat perangnya. Sayangnya saya salah, harusnya saya nonton film drama komedi romantis atau drama humanis [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Akhir pekan lalu, saya sibuk mencari subtitle setumpuk koleksi film yang hampir 80% belum sempat saya tonton, sampai akhirnya memutuskan nonton Outlander di tengah malam yang dingin, dengan harapan bisa merasa hangat karena semangat juang pasukan Viking yang tenar dengan semangat perangnya. Sayangnya saya salah, harusnya saya nonton film drama komedi romantis atau drama humanis biasa saja dan tak perlu menghabiskan waktu 2 jam untuk nonton film yang mudah sekali ditebak dengan akting biasa-biasa saja. Tapi saya nonton film ini gara-gara ada nama James Caviezel! <span id="more-439"></span></p>
<p>Ide cerita film ini sudah biasa dimainkan industri film Hollywood, tentang orang asing (outlander) yang terdampar di daratan bangsa Viking sekitar 709 sebelum masehi. Sebut saja nama si outlander ini adalah Kainan (James Caviezel) yang tengah menjalankan misi mengejar monster berbentuk naga (Moorwen) yang sialnya ikut terlepas saat pesawat Kainan jatuh. Moorwen pun meneror dan membunuh setiap nyawa yang ditemuinya, tak peduli manusia atau hewan. Kainan yang notabene orang asing menjadi tertuduh di balik teror ini. </p>
<p>Singkat cerita, penduduk yang awalnya membenci Kainan, akhirnya berbalik menyukainya setelah dia menyelamatkan sang raja saat perburuan Morwen. Kainan dibantu beberapa ksatria Viking bertempur melawan Moorwen yang berakhir dengan kemenangan, dan juga kematian sang raja. The end of the story, Kainan memutuskan tetap tinggal dan menikah dengan putri sang raja. So simple and so boring, apalagi nama bintang utamanya, Kainan yang bagi saya terlalu lembut bagi pria dengan otot bisep yang kekar. Harusnya namanya Gunnar, Gundala, Rothgar, atau nama lain yang lebih maskulin. </p>
<div id="attachment_457" class="wp-caption aligncenter" style="width: 260px"><img src="http://bazzcethol.com/wp-content/uploads/2011/07/outlander.jpg" alt="(c) filmofilia.com" title="outlander" width="250" height="357" class="size-full wp-image-457" /><p class="wp-caption-text">(c) filmofilia.com</p></div>
<p>Akting Jim pun tak bisa membantu ide cerita yang teramat basi ini. Tak pernah sekalipun menyangka, Jim bisa berperan di film standart seperti ini setelah akting supernya sebagai Jesus Christ di The Passion of the Christ (2003), Wyatt Earp dan Thin Red Line. Saya menyukai Jim, tidak hanya karena aktingnya yg lumayan bagus, wajah yang ganteng, tapi juga kehidup pribadinya yang bersih, religius, suami setia, bapak adopsi 3 bayi China penderita tumor, dan jauh dari glamournya Hollywood. Jim tetap pria biasa, dengan kehidupan biasanya, sayang kali ini Jim salah pilih film. Jim melakonkan outlander (orang asing), yang benar-benar asing bagi saya. Aktingnya ga banget, apalagi saat adegan meneteskan air mata, terasa garing dan tak alami. Poor Jim. </p>
<p>After all, dari 10 bintang, film ini hanya dapat 5. Angka 5 pun bukan karena Jim, tapi karena danau dan air terjun Norwegia yang teramat seksi, dan lumayanlah bisa bikin mata adem.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bazzcethol.com/2011/07/outlander-nope/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sunatan Masal (#Saru)</title>
		<link>http://bazzcethol.com/2011/06/sunatan-masal-saru/</link>
		<comments>http://bazzcethol.com/2011/06/sunatan-masal-saru/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 27 Jun 2011 15:20:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bazz</dc:creator>
				<category><![CDATA[MyDay]]></category>
		<category><![CDATA[bahasa]]></category>
		<category><![CDATA[manusia]]></category>
		<category><![CDATA[seksi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bazzcethol.com/?p=435</guid>
		<description><![CDATA[Apa yang biasa dilakukan anak-anak saat liburan sekolah? Bisa jadi merayu orang tuanya untuk liburan ke taman rekreasi/hiburan, pergi ke rumah opa/oma, atau hanya ngegame sampai teler. Selain tuntutan hiburan, ada satu aktivitas yang biasa dilakukan saat liburan panjang, yaitu sunat. Sepanjang jalan antara kantor dan rumah, selama satu minggu ini, selalu saja ada hajatan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Apa yang biasa dilakukan anak-anak saat liburan sekolah? Bisa jadi merayu orang tuanya untuk liburan ke taman rekreasi/hiburan, pergi ke rumah opa/oma, atau hanya ngegame sampai teler. Selain tuntutan hiburan, ada satu aktivitas yang biasa dilakukan saat liburan panjang, yaitu sunat. Sepanjang jalan antara kantor dan rumah, selama satu minggu ini, selalu saja ada hajatan sunatan, mulai perayaan sunat sendirian sampai sunatan masal. </p>
<p>Hari Sabtu lalu, saat kebetulan pulang dari kantor lebih awal dari biasanya, saya pun turut menikmati acara sunat, bukan diundang sih, lebih tepatnya terjebak kemacetan di salah satu ruas jalan perumahan yang distop karena ada acara sunatan masal. Sunatan ini digelar di pelataran masjid dan diikuti lebih dari 100 anak, bisa dibayangkan betapa ramainya kondisi saat itu, mulai dari para orang tua mengantar anak sunatan, pedagang makanan dadakan, jukir, dan juga hansip. <span id="more-435"></span></p>
<p>Saya terjebak di antara keriuhan para orang tua yang mengantar anak-anak mereka pulang, dengan senyum mengembang. Maklum sunatan masal cukup membantu mereka dari sisi ekonomi, tak perlu harus mengeluarkan duit lebih untuk proses yang katanya awal menuju tahap kedewasaan ini. Sementara para bocah pria berjalan tertatih-tatih dengan langkah lebar setelah eksekusi mini di area vital mereka. Hampir semua bocah mengenakan sarung, baju koko dan peci putih. Ekspresi wajah mereka terlihat campur aduk, bisa jadi sakit, senang, tapi juga aneh. Saya jadi penasaran bagaimana rasanya disunat. </p>
<p>Sambil melihat rombongan bocah-bocah, telinga kiri saya mendengar obrolan  (#overheard) salah seorang hansip dan jukir, asyik ngobrol masalah sunatan. Selain acara sunatan ini menambah uang saku, mereka juga saling melempar guyonan saru khas orang jalanan. Dari sekian guyonan saru ini, ada yang guyonan yang membuat kuping saya berdiri, dan lidah kelu, saat mereka berujar, jika ada 100 bocah ikut sunatan masal, harusnya kulitnya kita kumpulkan, kulit sebanyak itu bisa dibuat krupuk rambak. </p>
<p>OMG, mendadak saya mual dan membayangkan krupuk rambak berlabel Sapi dengan tulisan: Krupuk Rambak Renyah, yang biasa saya beli ini terasa tak nikmat lagi. Obrolan dua pria ini melenyapkan senyum manis bocah-bocah yang baru saja saya lihat. Saya hanya berharap, kemacetan segera berakhir, saya bisa pulang dan tak memikirkan lagi sampah medis bagian tervital dari bocah-bocah itu. Aduh, tapi ternyata saya masih saja kepikiran hingga saat ini, dan menuliskannya di blog dengan hastag saru :d.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bazzcethol.com/2011/06/sunatan-masal-saru/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Lima Pria Terseksi&#8230;wew!</title>
		<link>http://bazzcethol.com/2010/02/lima-pria-terseksi-wew/</link>
		<comments>http://bazzcethol.com/2010/02/lima-pria-terseksi-wew/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 Feb 2010 17:25:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bazz</dc:creator>
				<category><![CDATA[MyDay]]></category>
		<category><![CDATA[pria]]></category>
		<category><![CDATA[seksi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bazzcethol.com/?p=230</guid>
		<description><![CDATA[Seorang rekan kerja bertanya, siapa aktor Indonesia yang paling seksi, yang badannya bisa membuat wanita ngiler dan bahkan lumer. Bagi saya, istilah seksi itu relatif, bisa dari body, otak, attitude, moral dan isi kantong. Nah, tapi akan jadi sulit saat kelima syarat itu ditujukan untuk pesohor. Jika dipaksa memilih, mungkin saya akan memilih 5 orang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seorang rekan kerja bertanya, siapa aktor Indonesia yang paling seksi, yang badannya bisa membuat wanita ngiler dan bahkan lumer. Bagi saya, istilah seksi itu relatif, bisa dari body, otak, attitude, moral dan isi kantong. Nah, tapi akan jadi sulit saat kelima syarat itu ditujukan untuk pesohor. Jika dipaksa memilih, mungkin saya akan memilih 5 orang pesohor yang menurut saya cukup seksi, dalam kapasitas saya sebagai pengamat (bukan hardly-fans), dan kewajiban membantu rekan kerja saya: <span id="more-230"></span></p>
<p>1. <strong>Dik Doank</strong><br />
Saya suka pria ini, bukan karena mirip pacar saya, sama sekali ga! (*ahem*). Tapi pria ini hebat, di saat seleb lain mikir materi dia justru mikir kehidupan sosial terutama pendidikan anak2 dan mendirikan sekolah gratis dengan Kandank Jurank Doank. Dik juga suami dan ayah yang baik bagi 3 anaknya, tidak ada kabar perselingkuhan, keluarganya adem ayem. Dik juga seniman selain entertainer, bahkan tahun 1997an (saat saya masih SMA), Dik adalah creator cover album musisi-musisi kelas A, sebut saja AB Three, Nike Ardila, adalah langganan setia Dik. Dan hebatnya lagi saat ibunya meninggal bbrp bln lalu, dia tidak menangis, tapi tersenyum dengan kepergian sang bunda, bukan berarti durhaka, tapi bagi saya Dik adalah pria tegar dan sanggup menghibur kerabat untuk duka yang paling mendalam. Secara fisik memang Dik kurang seksi tapi bagi saya dia pria hebat sekelas Jon Bon Jovi <img src='http://bazzcethol.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> ).</p>
<p>2. <strong>Nicholas Saputra</strong><br />
Dia bukan bintang murahan, kharismatik, berprinsip dan smart. Aktingnya di AADC cukup ok dan terasah matang saat main di GIE. Tentu Loreal versi Male bukan asal pilih meminang Nicholas Saputra jadi brand ambasador mereka kan? Popular brand never get wrong with their choise.</p>
<p>3. <strong>Choky Sitohang</strong><br />
Keteduhan matanya, cara dia memuja lawan bicara (terutama wanita), pekerja keras, sayang keluarga, tutur bahasanya yang classy dan cerdas, yang tak selalu dimiliki pria metropolis, bahkan selebritis. Urusan seksi ga-nya, coba deh minta dia buka jas, saya yakin dada dan perutnya cukup sixpack bukan family-pack. Try this cool man :d.</p>
<p>4. <strong>Vino G Bastian</strong><br />
Muka boleh polos, tapi akting bisa dibilang sudah tak polos lagi alias matang. Kalau tak salah dia sempat jadi aktor terbaik FFI tahun 2008 untuk film Radit dan Jani. Aktingnya makin terasah saat main di Serigala Terakhir. Ya bukan film roman picisan seperti beberapa film terdahulunya. Urusan tubuh seksi, di beberapa film dia sempat topless dan rasanya ga kurus-kurus amat dan cukup oke lah. Alasan lain mengapa saya pilih Vino adalah, dia putra Bastian Tito yang tak lain adalah pengarang serial Wiro Sableng yang cukup fenomenal tahun 80an, dan saya adalah salah satu penggemarnya :d.</p>
<p>5.  <strong>Benyamin S</strong><br />
Bang Ben atau Benyamin S bisa jadi terlalu jadul, tapi sejak kecil saya melihat beliau unik. Gaya ceplas-ceplos khas Betawai, tingkahnya yang amburadul dan mimik mukanya saat mengolok-ngolok lekat dalam ingatan saya. Ya, bisa karena ibu saya adalah penggemar berat beliau, sampai tak pernah melewatkan semua filmnya plus lagu duetnya dengan Ida Royani. Dan menginjak dewasa saya tak lagi menyebutnya unik, tapi seksi. Mengapa? karena beliau menjadi dirinya sendiri, anti-copycat orang lain, bahkan gayanya yang sering kali dijiplak. Bang Ben cerdik, total dalam berseni, dan yang paling mengagumkan dia rela kerap tampil bego dan <em>ndeso</em> di hampir setiap filmnya dan tak pernah meninggalkan darah Betawinya. Ya, bagi saya, Bang Ben cukup seksi untuk saya pilih, karena beliau adalah pejuang seni Betawai sejati. </p>
<p>*by bazzberry saat lampu mati se-Malang Raya*</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bazzcethol.com/2010/02/lima-pria-terseksi-wew/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

