Notes Tagged ‘pasar’

Selamat Pagi 2012

January 1st, 2012
623. 

Tak seperti tahun baru sebelumnya, saya selalu menghabiskan hari di kasur setelah bedagang sampai pagi. Tapi di hari pertama tahun ini, saya hanya tidur 3 jam saja dan bangun pagi-pagi hanya untuk pergi ke pasar tradisional.

Sisa kemeriahan masih terasa pagi itu, dan terlihat jelas dari kondisi pasar yang sepi. Beberapa bedak (stan jualan) terlihat kosong ditinggalkan penjualnya yang mungkin masih terlelap. Penjual ikan segar pun bisa dihitung jari, bedak lebih banyak diisi penjual sayur dan jajanan pasar. Sementara toko-toko kelontong hanya beberapa saja yang buka.

Sayang saya tak bisa mengabadikan berbagai sudut pasar, karena sibuk membawa barang belanjaan yang cukup berat. Beberapa foto berikut saya sempatkan capture saat berhenti di sebuah bedak, dan ada waktu meletakkan kantong plastik yang ukurannya sudah mulai menggemuk.

Tags: , ,
Noted down in MyDay    |    Permanent link

Sleep Anywhere, Under The Sky

April 22nd, 2011
332. 

Saya termasuk orang yang ga gemar ganti-ganti status di Messenger, entah di YM, Gtalk, bahkan BBM. Dan, sekalinya online dan ganti status pastinya banyak fans yang nyamper dan bertanya status saya atau sekedar menyapa dan iseng komentar: ‘tumben pake status’.

Nah, pertanyaan di atas cukup banyak saya terima saat Sabtu malam lalu, saya mengganti status BBM saya yang biasanya kosongan, dengan status: Today: Sleep anywhere, under the sky. Beragam komen ditujukan dari yang iseng atau sekedar tanya serius, semuanya hanya bikin BBM saya nge-lag :d.

Tags: , , , , ,
Noted down in Jalan-Jalan, Vespa    |    Permanent link

Seberapa Lenturkah Saya?

December 7th, 2009
213. 

Bagi sebagian orang pasar tradisional adalah tempat bertemunya penjual dan pembeli, tempat kucing berburu sarapan, tempat petugas kebersihan menimbun sampah, tempat bertanah becek yang membuat ibu-ibu bersandal hak tinggi menggerutu hanya karena hak sandal mereka tenggelam di tanah lembek. Pasar juga jadi forum debat pedagang tempe, tape, jamur, singkong untuk sekedar ngobrol masalah politik dan lingkup terkaitnya. Pasar pun bisa jadi tempat yang ideal bagi pegawai toko sandang dan pembantu RT, saling jatuh cinta (eh, kalau yang ini pengalaman tetangga saya). Apapun bisa terjadi di pasar, sebuah tempat yang memang menjadi ujung pangkal penawaran dan permintaan beragam aktivitas hidup kita.

Tentu saya ga akan ngobrol tentang pasar, tapi lebih tentang seorang ibu yang saya jumpai di pasar dekat rumah beberapa waktu lalu. Saya tak akan menyebut beliau kurang waras, atau gila, karena terdengar kasar bagi saya. Tapi saya lebih memilih menyebut beliau kurang tahan dengan cobaan hidup. Bisa jadi hutangnya banyak, ditinggal selingkuh suami, feeling distraught for being old, dan beragam problema lain yang ga seorang pun tahu kecuali keluarganya sendiri.

Tags: ,
Noted down in MyDay    |    Permanent link