Tag Archives: pasar

Pasar dan Sepasang Kaki

Gatal tak lagi dirasakannya meski beberapa semut berjalan berderet-deret melewati punggung kaki dan beringsut menuju remahan nasi tak jauh dari kakinya. Kaki-kaki kekar tanpa alas berjalan mondar-mandir melangkah di antara sepasang kaki telentang.

Sepasang kaki itu sangat kotor, hitam, penuh bekas luka koreng dan kapalan, tapi terlihat kuat. Kaki itu tak pernah mengeluh meski dini hari tadi harus berjalan puluhan kilometer menuju pangkalan pick-up yang siap mengantarnya ke pasar.  Continue reading Pasar dan Sepasang Kaki

Respon Dendeng Berjamur

Idealnya berapa lama komplain dari pelanggan harus di-follow-up? Sesegera mungkin! Saya akan menjawab seperti itu karena kebiasaan bekerja di media online yang dituntut berpikir & bertindak cepat. Tapi tidak semua pelaku usaha cepat tanggap dengan keluhan pelanggan, bahkan butuh waktu cukup lama untuk merespon keluhannya.

Mengapa? bisa jadi terlalu banyak layer dalam perusahaan yang memiliki banyak anak cabang. Contohnya, saat saya komplain dendeng berjamur yang saya beli di Giant beberapa hari lalu. Jangka pengaduan dan follow-up berjarak satu minggu sejak komplain dilayangkan ke akun social media mereka. Continue reading Respon Dendeng Berjamur

Dendeng Sapi Berjamur

Siapa yang tak kenal dendeng, daging berbentuk lembaran tipis kaya protein ini cukup populer di kalangan anak kos atau para adventurer karena keawetannya. Menyantap dendeng sapi dengan nasi putih hangat ditemani sambal terasi sungguh terasa nikmat di lidah. Sayang, dendeng yang saya beli minggu lalu tak sesuai dengan harapan.

Tepatnya hari Selasa (17 Juli 2012), saya dan nengbiker, salah seorang teman kantor, jalan-jalan ke supermarket Giant Araya, yang jaraknya tak kurang dari 300 meter dari kantor saya. Kita membeli beberapa barang, termasuk cumi asin dan dendeng sapi gurih yang dipajang di etalase bersuhu dingin. Continue reading Dendeng Sapi Berjamur

Selamat Pagi 2012

Tak seperti tahun baru sebelumnya, saya selalu menghabiskan hari di kasur setelah bedagang sampai pagi. Tapi di hari pertama tahun ini, saya hanya tidur 3 jam saja dan bangun pagi-pagi hanya untuk pergi ke pasar tradisional.

Sisa kemeriahan masih terasa pagi itu, dan terlihat jelas dari kondisi pasar yang sepi. Beberapa bedak (stan jualan) terlihat kosong ditinggalkan penjualnya yang mungkin masih terlelap. Penjual ikan segar pun bisa dihitung jari, bedak lebih banyak diisi penjual sayur dan jajanan pasar. Sementara toko-toko kelontong hanya beberapa saja yang buka.

Sayang saya tak bisa mengabadikan berbagai sudut pasar, karena sibuk membawa barang belanjaan yang cukup berat. Beberapa foto berikut saya sempatkan capture saat berhenti di sebuah bedak, dan ada waktu meletakkan kantong plastik yang ukurannya sudah mulai menggemuk. Continue reading Selamat Pagi 2012

Sleep Anywhere, Under The Sky

Saya termasuk orang yang ga gemar ganti-ganti status di Messenger, entah di YM, Gtalk, bahkan BBM. Dan, sekalinya online dan ganti status pastinya banyak fans yang nyamper dan bertanya status saya atau sekedar menyapa dan iseng komentar: ‘tumben pake status’.

Nah, pertanyaan di atas cukup banyak saya terima saat Sabtu malam lalu, saya mengganti status BBM saya yang biasanya kosongan, dengan status: Today: Sleep anywhere, under the sky. Beragam komen ditujukan dari yang iseng atau sekedar tanya serius, semuanya hanya bikin BBM saya nge-lag :d. Continue reading Sleep Anywhere, Under The Sky