<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>bazz &#187; parkir</title>
	<atom:link href="http://bazzcethol.com/tag/parkir/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://bazzcethol.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Tue, 22 May 2012 06:26:13 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.1</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Dilema Roti dan Parkir</title>
		<link>http://bazzcethol.com/2011/07/dilema-roti-dan-parkir/</link>
		<comments>http://bazzcethol.com/2011/07/dilema-roti-dan-parkir/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 15 Jul 2011 15:40:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bazz</dc:creator>
				<category><![CDATA[MyDay]]></category>
		<category><![CDATA[manusia]]></category>
		<category><![CDATA[parkir]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bazzcethol.com/?p=467</guid>
		<description><![CDATA[Salah satu hal yang membuat saya senang mencoba toko yang baru dibuka adalah bonus promosi. Selain sebagai trigger membuat dagangan mereka dikenal, promosi juga salah satu cara menarik pelanggan baru lebih banyak.
Seperti halnya toko roti Ilo yang baru dibuka sekitar dua minggu yang lalu dan kebetulan letaknya tak jauh dari rumah, tepatnya di jalan utama [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Salah satu hal yang membuat saya senang mencoba toko yang baru dibuka adalah bonus promosi. Selain sebagai trigger membuat dagangan mereka dikenal, promosi juga salah satu cara menarik pelanggan baru lebih banyak.</p>
<p>Seperti halnya toko roti Ilo yang baru dibuka sekitar dua minggu yang lalu dan kebetulan letaknya tak jauh dari rumah, tepatnya di jalan utama perumahaan Sawojajar. Dengan harga roti dijual mulai Rp4000an, kita bisa dapat bonus 1 roti. Jadi untuk beberapa items dengan label 2 in 1, kita bisa dapat 2 roti dengan harga 1 roti. Cukup menjangkau di kantong dan nikmat di perut, apalagi yang rasa abon pedas. *nyem* <span id="more-467"></span></p>
<p>Sayang saya enggan untuk kembali ke toko roti tersebut, karena beban bea parkir setelah keluar dari toko. Untuk beli roti seharga Rp4000 tak sampai 5-10 menit, saya harus keluar duit Rp1000 rupiah, tanpa kembalian lagi, alias harga pas! Harusnya parkir motor disesuaikan jam, jika hanya 5 &#8211; 10 menit free parking, 30 menit &#8211; 1 jam lebih ditarik sekitar Rp1000. Ribet memang, tapi adil. </p>
<p>Jika dihitung-hitung saya rugi dengan ongkos parkirnya, dengan jam beli tak sampai 10 menit, sementara harga roti yang saya beli hanya di kisaran Rp4000an, total duit yang saya keluarkan adalah Rp5000. Dengan nilai yang hampir sama, saya bisa beli bubur ayam langganan seharga Rp4000 saja, tanpa parkir. Sisa duit Rp1000 bisa buat beli cemilan. </p>
<p>Saya ga akan bawel dengan tarif parkir jika saya menghabiskan waktu lebih dari sejam di suatu tempat, bisa makan, hangout, renang, sewa warnet dan beragam aktivitas di tempat-tempat yang butuh waktu lebih lama. Dan itu cukup sebanding dengan tarif parkir yang dibebankan. Tapi jika hanya menghabiskan waktu 5 menitan dan harus bayar parkir, saya jadi merasa jadi orang yang terjajah hak kebebasannya menaruh kendaraan barang 5 menitan. Kasusnya sama dengan kena sewa parkir saat ngambil duit di ATM. </p>
<p>Kasihan tempat usaha yang baru dibuka itu kehilangan pelanggan setia seperti saya gara-gara tarif parkir. Meski saya yakin mereka pasti punya alasan sendiri mengapa menggunakan jasa tukang parkir. Bisa jadi karena ingin memberi rasa aman pada pelanggan dari curanmor atau didatangi preman parkiran untuk memberikan lahan parkir baru buat mereka. </p>
<p>Jika memang ingin pelanggan bebas khawatir dari curanmor, bagian welcome guest (entah apa sebutannya, biasanya ada di depan pintu dan menyapa pembeli yang baru datang), bisa difungsikan juga untuk mengawasi motor. Tapi jika preman parkiran yang jadi alasan, yah itu perkara lain. Emang siapa yang berani main-main dengan preman. Lebih baik usaha lancar, meski harus mengapling lahan jadi parkiran. Duh, saya memang rewel, tapi demi uang seribu dan harga diri 5 menitan <img src='http://bazzcethol.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> ).  </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bazzcethol.com/2011/07/dilema-roti-dan-parkir/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tukang Parkir</title>
		<link>http://bazzcethol.com/2009/10/tukang-parkir/</link>
		<comments>http://bazzcethol.com/2009/10/tukang-parkir/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Oct 2009 15:15:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bazz</dc:creator>
				<category><![CDATA[MyDay]]></category>
		<category><![CDATA[manusia]]></category>
		<category><![CDATA[parkir]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bazzcethol.com/?p=161</guid>
		<description><![CDATA[Tidak pernah terpikirkan sebelumnya dalam benak saya untuk menitipkan sepeda pada orang yang tidak saya kenal, tapi hampir setiap hari saya melakukan hal itu. Ya, kasarannya saya parkir sepeda. Tidak gratisan sih, tapi harus membayar sekitar 500 &#8211; 1000 rupiah untuk sekali titip sepeda atau bisa jadi 2000 jika saya juga nitip helm. 
Tapi tidak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tidak pernah terpikirkan sebelumnya dalam benak saya untuk menitipkan sepeda pada orang yang tidak saya kenal, tapi hampir setiap hari saya melakukan hal itu. Ya, kasarannya saya parkir sepeda. Tidak gratisan sih, tapi harus membayar sekitar 500 &#8211; 1000 rupiah untuk sekali titip sepeda atau bisa jadi 2000 jika saya juga nitip helm. </p>
<p>Tapi tidak masalah jika saat saya mengambil sepeda, si tukang parkir membantu menarik sepeda saya yang kadang posisinya terhimpit dengan sepeda² di sebelahnya dan cukup menyulitkan saya. Sayangnya tidak semua tukang parkir memiliki kepedulian kepada pelangganya. Ada kalanya mereka justru duduk ngobrol dengan teman mereka dan membiarkan pelanggan susah payah mengeluarkan sepeda miliknya. <span id="more-161"></span></p>
<p>Saya pernah mengalami hal itu, bahkan bisa dibilang sering meski ga sampai di atas hitungan angka 10. Hanya saat menghadapi situasi seperti itu, saya jadi kesal karena mereka sudah dibayar malah duduk ngobrol sementara saya kerepotan mengeluarkan sepeda saya sendiri, padahal saya sudah bayar. </p>
<p>Jika dipikir-pikir, cukup enak jadi tukang parkir. Hanya duduk, menunggu kendaraan datang, dan menerima duit. Ya, pekerjaan ringan dan cepat dapat duit, bahkan saking enaknya hampir semua tempat publik dikapling buat parkiran. Ya mau gimana lagi, karena saya juga ga ingin sepeda saya dibawa kabur maling. Jadi keluar duit 1000, bukan masalah. Tapi ya setidaknya saya sebagai pelanggan parkir juga butuh diperhatikan meski hanya membantu mengeluarkan motor jika motor saya terhimpit. Tapi&#8230;kok ya susah dapat perhatian itu!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bazzcethol.com/2009/10/tukang-parkir/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

