<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>bazz &#187; kite runner</title>
	<atom:link href="http://bazzcethol.com/tag/kite-runner/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://bazzcethol.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Tue, 22 May 2012 06:26:13 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.1</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>for you, a thousand times over&#8230;..</title>
		<link>http://bazzcethol.com/2009/02/for-you-a-thousand-times-over/</link>
		<comments>http://bazzcethol.com/2009/02/for-you-a-thousand-times-over/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Feb 2009 16:01:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bazz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Baca-Baca]]></category>
		<category><![CDATA[buku]]></category>
		<category><![CDATA[kite runner]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bazzcethol.com/?p=139</guid>
		<description><![CDATA[Akhirnya saya bisa melihat Hassan setelah hampir setahun menunggu dalam ketidakpastiaan. Thanks buat my best gal yang jauh-jauh dari Swiss terus mampir ke Kuta, Bali untuk beliin Hassan.
Meski sedikit trouble dengan dvd playerku dan terpaksa harus melihat estafet dan manual dari folder video_ts, tapi seneng juga bisa melihat Hassan secara visual. Ada beberapa yang  [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Akhirnya saya bisa melihat <a href="http://bazzcethol.com/2006/12/hassanku/">Hassan</a> setelah <a href="http://bazzcethol.com/2007/10/my-hassan-make-a-fuss/">hampir setahun menunggu</a> dalam ketidakpastiaan. Thanks buat <a href="http://tutut79.blogsome.com/">my best gal</a> yang jauh-jauh dari Swiss terus mampir ke Kuta, Bali untuk beliin Hassan.</p>
<p>Meski sedikit trouble dengan dvd playerku dan terpaksa harus melihat estafet dan manual dari folder video_ts, tapi seneng juga bisa melihat Hassan secara visual. Ada beberapa yang  beda dari Hassan versi buku dan layar lebar. Di buku yang saya baca, Hassan yang keturunan Hazara digambarkan sebagai bocah dengan segala keluguan, berwajah bundar, bermata sipit khas kaum Hazara (keturunan Mongoloid. red), berbibir sumbing, lusuh karena memang seorang pembantu. <span id="more-139"></span></p>
<p>Tapi Hassan secara visual tergambar lebih manis, dengan pipi tembem, mata berbentuk kacang kenari dengan sudut menyipit, hidung mancung berbentuk persegi, bagiku wajah Hassan begitu unik dan menggemaskan.  Sementara tokoh Amir Agha cukup bisa mewakili sosok Amir yang digambarkan <a href="http://bazzcethol.com/2006/10/om-khalid/">Khalid Hosseini</a>. </p>
<p>Tentu film berdurasi 128 menit ini tak bisa menuangkan semua isi buku setebal 324 halaman, namun beberapa adegan tergambar dengan bagus di film ini, seperti saat Hassan berjalan tertatih-tatih dengan tetesan darah jatuh dari celana membasahi hamparan salju putih sambil tetap memegang layang-layang hasil kejuaraan turnamen. Dan untuk terakhir kalinya Hassan berucap  “&#8230;untukmu, keseribu kalinya Amir Agha…”</p>
<p>Adegan di kuburan di atas puncak bukit dengan sebatang pohon ceri tua yang menjadi saksi kebersamaan Hassan dan Amir, sebuah tempat saat Amir melempar Hassan dengan ceri-ceri busuk, dan Hassan tak pernah membalas tapi memungut ceri dari tanah dan meremas ceri busuk ke wajahnya sendiri&#8230;ya, Hassan tak pernah melawan, Hassan yang tulus (bukan bodoh), Hassan yang akan melakukan apapun untuk sahabat dan majikannya, ya Hassan yang selalu setia mengatakan &#8230;.. for you, a thousand times over&#8230;..</p>
<p>Dan sampai film berakhir, saya tetap kagum dengan sosok Hassan meski sudah melihat untuk yang ketiga kalinya, dan tidak akan pernah bosan mengatakan &#8230;&#8230;&#8230;.for you, a thousand times over&#8230;Hassan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bazzcethol.com/2009/02/for-you-a-thousand-times-over/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>My Hassan make a fuss</title>
		<link>http://bazzcethol.com/2007/10/my-hassan-make-a-fuss/</link>
		<comments>http://bazzcethol.com/2007/10/my-hassan-make-a-fuss/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 Oct 2007 02:08:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bazz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Baca-Baca]]></category>
		<category><![CDATA[buku]]></category>
		<category><![CDATA[kite runner]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rita.7une.com/2007/10/24/my-hassan-make-a-fuss/</guid>
		<description><![CDATA[Desember mendatang ada dua momen yang saya tunggu, yaitu hari libur (idul adha, natal, tahun baru), dan juga rilis buku favorit saya ke dalam sebuah film. Dari source yang saya baca, film yang seharusnya diputar pada 2 November terpaksa diundur pada 14 Desember atau enam minggu lebih lambat dari schedule awal. Ya, seperti kisah klasik [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Desember mendatang ada dua momen yang saya tunggu, yaitu hari libur (idul adha, natal, tahun baru), dan juga rilis <a href="http://rita.7une.com/2006/12/09/hassanku/">buku favorit saya</a> ke dalam sebuah film. Dari <a href="http://www.hollywood.com/news/Producers_Postpone_The_Kite_Runner_over_Rape_Scene_Fuss/4942412">source</a> yang saya baca, film yang seharusnya diputar pada 2 November terpaksa diundur pada 14 Desember atau enam minggu lebih lambat dari schedule awal. Ya, seperti kisah klasik lainnya, film yang menyerempet kesukuan ataupun berbau politik selalu melewati sensor ekstra ketat dan kadang juga membuat hidup pemain film di dalamnya menjadi terancam, dan menempatkan Kite Runner jadi <em>one of Hollywood&#8217;s most eagerly anticipated movies this year</em>.<span id="more-92"></span></p>
<p>Pihak <a href="www.paramountvantage.com/kiterunner/">Paramount Vantage</a>, distributor film The Kite Runner, mengambil keputusan menunda rilis film selama enam pekan untuk memberikan waktu kepada ketiga bintang kecil (pemeran Amir, Hassan, dan Assef) yang saat ini masih bersekolah, untuk meninggalkan Kabul bersama keluarga mereka. Langkah ini terpaksa diambil menyusul meningkatnya kecemasan tentang dampak film itu bagi Afghan. </p>
<p>Dari info Paramount, yang sangat dikhawatirkan adalah adegan perkosaan brutal yang pada akhirnya menentukan nasib ketiga tokoh utama, karena adegan perkosaan ini bisa memicu aksi kekerasan antara kelompok Pashtun (Amir &#038; Assef) dan Hazari (my lovely Hassan) dan menempatkan para aktornya sebagai sasaran serangan mereka.</p>
<p>Saya jadi membayangkan, mampukah sutradara <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Marc_Forster">Marc Forster</a> menampilkan perasaan cemas, takut, sedih, galau, muak, benci, dari setiap kata-kata indah <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Khaled_Hosseini">Khaled Hosseini</a>, ke dalam bentuk visual? Tapi yang pasti, bahasa tulisan akan terasa lebih dalam dibanding bentuk visual.</p>
<p>Entah gimana jadinya film ini, yang jelas saya tak bisa berharap banyak, film ini akan diputar di bioskop kotaku, yang sampai saat ini selalu diinvasi film² hantu picisan <img src='http://bazzcethol.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> . </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bazzcethol.com/2007/10/my-hassan-make-a-fuss/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hassanku</title>
		<link>http://bazzcethol.com/2006/12/hassanku/</link>
		<comments>http://bazzcethol.com/2006/12/hassanku/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 09 Dec 2006 05:46:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bazz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Baca-Baca]]></category>
		<category><![CDATA[buku]]></category>
		<category><![CDATA[kite runner]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rita.7une.com/2006/12/09/hassanku/</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Sesuatu yang terjadi dalam beberapa hari, kadang-kadang bahkan dalam sehari, bisa mengubah keseluruhan jalan hidup seseorang&#8221; (Khaled Hosseini, The Kite Runner)
Aku jatuh cinta pada Hassan, Hassan yang lugu, Hassan yang mendewakan persaudaraan, persahabatan, kasih sayang, dan kesetiaan. (sedikit kekaguman pada salah satu tokoh dari sebuah buku yang aku beli beberapa hari lalu).

&#8230;.
Saat aku menatap ke [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;Sesuatu yang terjadi dalam beberapa hari, kadang-kadang bahkan dalam sehari, bisa mengubah keseluruhan jalan hidup seseorang&#8221; (<strong>Khaled Hosseini, The Kite Runner</strong>)</p>
<p>Aku jatuh cinta pada Hassan, Hassan yang lugu, Hassan yang mendewakan persaudaraan, persahabatan, kasih sayang, dan kesetiaan. (sedikit kekaguman pada salah satu tokoh dari sebuah <a href=http://rita.7une.com/2006/10/31/om-khalid/>buku</A> yang aku beli beberapa hari lalu).<br />
<span id="more-71"></span><br />
<strong>&#8230;.</strong><br />
Saat aku menatap ke atas, kulihat sepasang layang-layang, merah dengan ekor panjang berwarna biru, berayun di langit. Kedua layang-layang itu menari jauh tinggi melampaui pepohonan di bagian barat taman itu,di atas kincir angin, melayang berdampingan bagaikan sepasang mata yang memandang ke bawah pada San Fransisco, kota yang sekarang telah menjadi kampung halamanku. Tiba-tiba aku mendengar bisikan Hassan di kepalaku: Untukmu, keseribu kalinya&#8230;(Amir Agha. page 25) </p>
<p>Sebuah kisah tentang sepasang karib dengan latar berbeda yang tumbuh dan menghabiskan waktu dalam satu atap. Amir, anak seorang pedagang kaya keturunan Pashtun (mayoritas penganut Sunni, suku yg memiliki derajat jauuuh lbh baik di Afghan). Amir, seorang anak yang melihat dunia dengan sudut pandang hitam-putih, yang lebih suka membunuh waktunya dengan membaca buku, sebagai sebuah cara untuk melarikan diri dari kecuekan Baba. </p>
<p>Tentang Hassan, anak pelayan keluarga Amir bernama Ali keturunan Hazara (penganut Syiah, yang dipandang rendah di Afghan), adalah bocah dengan segala keluguan, berwajah bundar, bermata sipit khas kaum Hazara (keturunan Mongoloid. red), berbibir sumbing, buta huruf, namun sangat antusias mendengarkan dongeng-dongeng yang dibacakan Amir, meski sering kali kisah yang diceritakan Amir hanya serentetan kebohongan belaka (sedihnya kalo ga bisa baca..hiks).</p>
<p>Tentang dua bocah yang menghabiskan waktu dengan seabreg kenakalan, menghabiskan waktu nonton film, melempari orang2 lewat dari atas pohon, pergi ke danau dengan Baba dan Rahim Khan (sobat dan rekan bisnis Baba), sampai akhirnya tiba turnamen layang-layang pada musim dingin 1975. Musim dingin yang juga menandai dimulainya kebekuan hubungan Amir dan Hassan. </p>
<p>Di sebuah gang di hari yang sama, saat puluhan orang berburu layang2 terakhir, Hassan tersenyum dan siap berlari mencari Amir Agha. Belum kering senyum menghiasi wajahnya, tiga pasang kaki menghentikan langkahnya. Kenangan lama akan tragedi di puncak gunung membuat Hassan gemetar. Dengan satu tangan memegang layang2 dan tangan yang lain memegang ketapel, Hassan mencoba tetap tegar. </p>
<p>Sudut gang di belokan pasar pusat kota, menjadi saksi diamnya Hassan, saksi dimulainya kebekuan antara dua sahabat. Untuk terakhir kalinya Hassan berucap: &#8220;untukmu, keseribu kalinya Amir Agha&#8230;&#8221;</p>
<p>Seiring dengan terhempasnya layang-layang terakhir pada turnamen layang-layang, terhempas pula sebuah jalinan persaudaraan. Sebuah titik di mana ikatan persahabatan terkoyak karena layang-layang dan melalui layang-layang juga sebuah dosa akhirnya ditebus. Semua konflik digambarkan <strong>Hosseini</strong> dengan bahasa yang polos, halus, mendalam, dan unpredictable. </p>
<p>&#8220;&#8230;Aku memiliki satu kesempatan terakhir untuk mengambil keputusan.<br />
Satu kesempatan terakhir untuk memutuskan apa jadinya diriku.<br />
Aku bisa melangkah memasuki gang itu, membela Hassan (seperti yang dilakukannya untukku)<br />
dan menerima apa pun yang mungkin terjadi padaku.<br />
Atau aku bisa melarikan diri.<br />
Akhirnya, aku melarikan diri&#8230;&#8221; (page 123)</p>
<p>Menjadi pengecut adalah manusiawi, karena hidup adalah pilihan. Ketika sebuah pilihan yang keliru telah diambil, boleh jadi sepanjang hidup penyesalan akan terus mengantui kita dan menjadi mimpi buruk setiap kali mata terpejam. </p>
<p>Amir telah melakukan sebuah pilihan yang menghancurkan dirinya, Hassan, Baba, dan Ali. Rasa bersalah yang akan menghantui setiap langkah hidupnya. Sebuah dosa besar telah dilakukan. Sebuah kebohongan telah menghancurkan nilai persaudaraan. Sebuah kesetiaan telah dikhianati. Hanya karena kepengecutan.  </p>
<p>Saat Afghan jatuh ketangan Taliban, Amir dan Baba memutuskan mengamankan diri dan memilih Amerika sebagai tempat paling aman buat mereka. Menapaki 20 tahun di Amerika, telepon dari Rahim Khan kembali membangkitkan borok yang pernah tergores dalam diri Amir. Amir kembali dihadapkan pada dua pilihan, memilih Soraya atau menebus dosa masa lalunya. </p>
<p>&#8230;Ada jalan untuk kembali menuju kebaikan.<br />
Aku memandang sepasang layang-layang di langit &#8230;(page 241)</p>
<p>Amir ternyata bukan banci. Amir memilih sebagai penebus dosa sejati, tergerak mengubur dosa masa lalu dan mengembalikan tidur nyenyaknya jauh dari mimpi2 buruk (ya sejak peristiwa di gang dulu, Amir menjadi pasien insomnia menahun). Amir harus kembali dan berjuang mengembalikan kehidupan seorang anak manusia yang tercuri dari haknya. Meski secara tidak langsung Amir harus mempertaruhkan nyawa dan mencuri seorang suami dari istrinya, sebuah keputusan sulit yang harus membuatnya kembali ke kampung halaman yang carut marut. </p>
<p>Tercuri&#8230;mengingatkanku pada sebuah bagian, saat Baba duduk memangku Amir dan memberi wejangan tentang Ketuhanan, dosa, dan omong kosong yang telanjur diserap Amir dari sekolah.  </p>
<p>&#8230;Mencuri adalah salah satu dosa terbesar yang dilakukan manusia.<br />
Kalau kau membunuh seorang pria, kau mencuri kehidupannya.<br />
Kau mencuri seorang suami dari istrinya, merampok seorang ayah dari anak-anaknya.<br />
Kalau kau berbohong, kau mencuri hak seseorang untuk mendapatkan kebenaran.<br />
Kalau kau berbuat curang, kau mencuri hak seseorang untuk mendapatkan keadilan.<br />
Tak ada tindakan yang lebih hina daripada mencuri&#8230;</p>
<p>Perjuangan Amir menyelamatkan anak dan menebus dosa masa lalu, benar2 membuatku enggan membaca buku lain, sebelum membuatnya <em>khatam</em> dan sampai pada titik&#8230;..&#8221;Hanya sebuah senyuman, tidak lebih. Itu tidak membuat segalanya lebih baik. Tidak membuat apa pun lebih baik. Hanya sebuah seyuman. Satu hal kecil. Sehelai daun di tengah hutan, bergetar saat seekor burung tiba-tiba terbang&#8221; (<em>the last page</em>)&#8230;.Ya, hanya sebuah senyuman untuk menempatkan <strong>Kite Runner</strong> di posisi teratas rak bukuku. </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bazzcethol.com/2006/12/hassanku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Om Khalid</title>
		<link>http://bazzcethol.com/2006/10/om-khalid/</link>
		<comments>http://bazzcethol.com/2006/10/om-khalid/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 31 Oct 2006 05:46:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bazz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Baca-Baca]]></category>
		<category><![CDATA[buku]]></category>
		<category><![CDATA[kite runner]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rita.7une.com/?p=63</guid>
		<description><![CDATA[Setelah beberapa bulan penasaran dengan THE KITE RUNNER akhirnya kemarin bisa juga memiliki buku karya Khaled Hosseini, yang lumayan fenomenal di Amerika. Ya mungkin agak sedikit basi baru memiliki novel ini, mengingat novel ini udah beredar Maret 2006 lalu, tapi apa daya, baru bisa beli sekarang. 
Seperti biasanya, nafsu selalu naik kalo lihat buku² baru [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah beberapa bulan penasaran dengan <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/The_Kite_Runner">THE KITE RUNNER</A> akhirnya kemarin bisa juga memiliki buku karya <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Khaled_Hosseini">Khaled Hosseini</A>, yang lumayan fenomenal di Amerika. Ya mungkin agak sedikit basi baru memiliki novel ini, mengingat novel ini udah beredar Maret 2006 lalu, tapi apa daya, baru bisa beli sekarang. </p>
<p>Seperti biasanya, nafsu selalu naik kalo lihat buku² baru apalagi ada embel2nya best seller, padahal inti utama berkunjung ke book store hanya pengen beli bukunya Om Khaled sekalian &#8216;cuci mata&#8217;, tapi nafsu membuka segel seabreg buku ga juga bisa direm. Alhasil, 5 buah buku sukses lepas dari bungkusnya, meski melakukan aksi ini harus jauh2 dari jangkauan pak satpam dan mbak pelayan toko buku, kalo ga pengen ditegur di tempat.</p>
<p>Ada sedikit rasa bersalah saat menelanjangi mereka, meski aku tahu ga ada peringatan di atas rak yang menyebutkan &#8216;Membuka segel berarti membeli&#8217;, hanya sebuah tulisan &#8220;pelaku tindak pencurian akan ditindak secara hukum&#8217;, jadi aku pikir sah-sah saja membedah kulit luarnya, untuk meminimalkan rasa kecewa sebelum terlanjur membeli. Tapi ujung2nya, tetap aja mantap beli Pengejar Layang-Layang, meski pengen beli <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/To_Kill_a_Mockingbird">To Kill a Mockingbird</A> dan <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/The_Pillars_of_the_Earth">The Pillars of the Earth</A>-nya <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Ken_Follett">Ken Follett</A>.</p>
<p>Belum begitu banyak yg bisa aku ambil dari buku karya imigran Amerika keturunan Afgan ini, baru baca dua bab, udah keduluan bikin liur di bantal. Tapi dari comen² yg tertulis di cover dan di bagian dalamnya, novel ini terasa begitu powerfull, stunning, vivid, startling, dan a haunting morality tale (USA Today). </p>
<p>*rush to go home*</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bazzcethol.com/2006/10/om-khalid/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

