<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>bazz &#187; ikan</title>
	<atom:link href="http://bazzcethol.com/tag/ikan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://bazzcethol.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Sun, 01 Jan 2012 18:25:14 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.1</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Soto Mbok Ireng Blitar</title>
		<link>http://bazzcethol.com/2011/04/soto-mbok-ireng-blitar/</link>
		<comments>http://bazzcethol.com/2011/04/soto-mbok-ireng-blitar/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 27 Apr 2011 16:09:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bazz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jalan-Jalan]]></category>
		<category><![CDATA[MyDay]]></category>
		<category><![CDATA[blitar]]></category>
		<category><![CDATA[hobi]]></category>
		<category><![CDATA[ikan]]></category>
		<category><![CDATA[manusia]]></category>
		<category><![CDATA[soto]]></category>
		<category><![CDATA[uceng]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bazzcethol.com/?p=378</guid>
		<description><![CDATA[Jalan-jalan ke Blitar tak lengkap rasanya tanpa makan soto selain ngemil uceng dan es pleret. Pekan lalu saya kembali jalan ke Blitar dan tak lupa mampir soto favorit saya, soto Mbok Ireng yang terletak di pojokan perempatan Jalan Kelud, kota Blitar. 
Soto yang ditawarkan adalah soto dalam mangkuk kecil, dengan taburan koya, daging sapi dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jalan-jalan ke Blitar tak lengkap rasanya tanpa makan soto selain <a href="http://bazzcethol.com/2010/01/uceng-kuliner-khas-blitar/">ngemil uceng</a> dan es pleret. Pekan lalu saya kembali jalan ke Blitar dan tak lupa mampir soto favorit saya, soto Mbok Ireng yang terletak di pojokan perempatan Jalan Kelud, kota Blitar. </p>
<p>Soto yang ditawarkan adalah soto dalam mangkuk kecil, dengan taburan koya, daging sapi dan jerohan dengan irisan cukup gemuk, taoge, irisan daun bawang dan bawang goreng, kecap, dan sambal jika suka pedas. Ya, isinya sih seperti default soto khas Jawa pada umumnya, hanya yang membedakan adalah kuah soto yang lebih ringan dan segar (tidak seperti soto pada umumnya yang kuahnya berlemak), aroma kaldu  yang gurih, jeroan dan daging yang easy to chew alias ga alot, membuat soto ini jadi favorit saya. <span id="more-378"></span></p>
<div id="attachment_379" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><img src="http://bazzcethol.com/wp-content/uploads/2011/04/IMG_0169-soto-mbok-ireng.jpg" alt="semangkuk soto mbok ireng" title="IMG_0169-soto-mbok-ireng" width="300" height="225" class="size-full wp-image-379" /><p class="wp-caption-text">semangkuk soto mbok ireng</p></div>
<p>Soto sengaja disajikan dengan menggunakan mangkuk kecil, jadi tak heran jika banyak pengunjung habis 2-3 porsi soto. Saya pun biasanya habis 2 mangkuk soto tanpa nasi :d *lupa diet &#038; lupa usia*. Yang membuat warung ini cukup unik adalah tempatnya yang sempit, mungkin hanya seukuran 2 x 3 meter yang di dalamnya hanya menampung satu rombong soto model tanduk sapi yang biasa digunakan para penjual soto yang manggrok (menetap) dengan si mbok penjual di antara kuali tanah liat dan dudukan tempat nasi di samping kiri, kuali tanah liat di samping kanan, dan meja berisi mangkuk, kecap, dll ada di bagian depan. Sementara di bagian belakang ada meja dan kursi panjang yang bisa diisi sekitar 4 orang berukuran sedang. Dan di sebelah kiri mepet ke tembok dan dekat dengan bakul nasi, ada bangku dan meja kecil untuk 2 orang saja. </p>
<div id="attachment_380" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><img src="http://bazzcethol.com/wp-content/uploads/2011/04/IMG_0163-soto-mbok-ireng.jpg" alt="sudut jualan soto mbok ireng" title="IMG_0163-soto-mbok-ireng" width="300" height="225" class="size-full wp-image-380" /><p class="wp-caption-text">sudut jualan soto mbok ireng</p></div>
<div id="attachment_381" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><img src="http://bazzcethol.com/wp-content/uploads/2011/04/IMG_0171-soto-mbok-ireng.jpg" alt="4500 menempel di tembok yang kiusam" title="IMG_0171-soto-mbok-ireng" width="300" height="225" class="size-full wp-image-381" /><p class="wp-caption-text">4500 menempel di tembok yang kusam</p></div>
<p>Tembok dan langit-langit ruangan sudah menghitam penuh jelaga kompor kayu yang digunakan untuk memanaskan soto, di salah satu sisi tembok memuat beberapa kalender dan harga soto (Rp4500). </p>
<div id="attachment_382" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><img src="http://bazzcethol.com/wp-content/uploads/2011/04/IMG_0175-soto-mbok-ireng.jpg" alt="soto mbok ireng - kota blitar" title="IMG_0175-soto-mbok-ireng" width="300" height="225" class="size-full wp-image-382" /><p class="wp-caption-text">soto mbok ireng - kota blitar</p></div>
<p>Bisa dibayangkan bagaimana sumpeknya makan di tempat sekecil itu, plus menikmati kuah soto panas di siang hari yang panas, maklum warungnya sendiri hanya buka pagi &#8211; sore saja. Tapi jika malas berhimpit-himpitan dan makan di ruangan yang sesak bisa memilih meja-kursi di teras yang menghadap jalan raya. Ada 2 meja-kursi panjang dan satu meja-kursi kecil di depan jendela persis menghadap rombong soto. </p>
<p>Bagi yang malas dengan situasi sumpek dan panas, bisa memilih Soto Kanigoro yang ada di kecamatan Kanigoro, arah timur kota Blitar. Warung soto ini cukup tenar bagi orang Blitar, dan sudah membuka 3 cabang yang semuanya hanya menyediakan soto saja (lha&#8230;namanya juga warung soto :d). </p>
<div id="attachment_383" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><img src="http://bazzcethol.com/wp-content/uploads/2011/04/IMG_0141-soto-kanigoro.jpg" alt="soto kanigoro 2" title="IMG_0141-soto-kanigoro" width="300" height="228" class="size-full wp-image-383" /><p class="wp-caption-text">soto kanigoro 2</p></div>
<p>Harga semangkuk kecil Rp5000 dan mangkuk besar Rp9000 dengan kuah yang lebih kental, tapi daging dan jerohannya sebanding lah dengan soto Mbok Ireng. Hanya bagi lidah saya, kuah soto Kanigoro terlalu berlemak jadi cepet terasa eneq. Tapi untuk kenyamanan lokasi apalagi buat mereka yang datang ga sekedar makan soto tapi numpang ngobrol atau pacaran, warung soto Kanigoro bisa jadi pilihan. </p>
<p>Doooh, nulis ini jadi membayangkan gurihnya soto mbok Ireng dan membuat liur jadi menetes. *ambil lap*</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bazzcethol.com/2011/04/soto-mbok-ireng-blitar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Uceng, Kuliner Khas Blitar</title>
		<link>http://bazzcethol.com/2010/01/uceng-kuliner-khas-blitar/</link>
		<comments>http://bazzcethol.com/2010/01/uceng-kuliner-khas-blitar/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 18 Jan 2010 16:54:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bazz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jalan-Jalan]]></category>
		<category><![CDATA[blitar]]></category>
		<category><![CDATA[ikan]]></category>
		<category><![CDATA[uceng]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bazzcethol.com/?p=221</guid>
		<description><![CDATA[Saya bukan orang Blitar, tapi jika ditanya makanan yang selalu membuat kangen Blitar, tanpa ragu saya akan menjawab Uceng, es pleret plus soto mbok Ireng. Ya tiga makanan yang hampir selalu saya sambangi saat saya berkunjung ke Blitar, selain mencicipi es betet khas Blitar. 
Mungkin uceng tak sepopuler belut, wader atau lele yang kerap dijumpai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya bukan orang Blitar, tapi jika ditanya makanan yang selalu membuat kangen Blitar, tanpa ragu saya akan menjawab Uceng, es pleret plus soto mbok Ireng. Ya tiga makanan yang hampir selalu saya <em>sambangi</em> saat saya berkunjung ke Blitar, selain mencicipi es betet khas Blitar. </p>
<p>Mungkin uceng tak sepopuler belut, wader atau lele yang kerap dijumpai di berbagai kota. Tapi uceng khas Blitar ini yang mengenalkan ikan kali lebih dari sekedar kudapan bergizi. Kali pertama saya mengenal uceng saat mampir ke warung Anda di daerah Bence, Garum. Warung yang sering saya singgahi saat perjalanan pulang ke Malang ini menyediakan masakan rumahan dengan menu andalan uceng dan udang sungai yang dimakan bersama nasi, sayur atau hanya sebagai cemilan saja. <span id="more-221"></span></p>
<p>Harga per porsinya saat itu sekitar Rp15 ribu, entah jika sekarang mengalami kenaikan. Uceng sering kali disajikan dalam kondisi panas, agar lebih nikmat disantap. Kadang jika ingin dibawa pulang, uceng yang dibungkus mika plastik ini terasa masih hangat bahkan jika membungkusnya tak terlalu rapat, uceng tetap terasa renyah sampai beberapa hari. </p>
<p>Selain di warung Anda, uceng juga menjadi menu utama di warung Sukaria yang terletak di Wlingi. Kabarnya, warung Sukaria ini yang kali pertama menjual uceng di kota Blitar. Jadi tak heran saat saya mampir ke sana, warung Sukaria yang didirikan Haji Sukaria ini lebih dikenal orang dibanding warung uceng lainnya.</p>
<div id="attachment_223" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><img src="http://bazzcethol.com/wp-content/uploads/2010/02/IMG_0672-11-300x225.jpg" alt="lalapan uceng warung Sukaria" title="IMG_0672-1" width="300" height="225" class="size-medium wp-image-223" /><p class="wp-caption-text">lalapan uceng warung Sukaria</p></div>
<p>Seperti halnya warung Anda, warung uceng Sukaria  juga menyajikan uceng sebagai menu andalan yang dimasak goreng sebagai lalapan atau kuah sebagai sayur. Saya hanya sempat mencoba lalapan uceng, karena saya rasa uceng lebih enak disantap kering. Meski bisa jadi penilaian saya salah, toh banyak juga pelanggan yang membeli sayur uceng.</p>
<p>Bagi beberapa orang uceng warung Sukari berasa lebih gurih, lebih awet meski tidak dihangatkan selama 1 minggu lebih. Tapi beberapa yang lainnya menganggap uceng warung Sukari terasa lebih amis. Entah mana yang lebih dominan, mengingat setiap orang punya selera yang berbeda.</p>
<p>Saya tak ingin membahas selera, saya lebih suka menyoroti uceng, ikan kecil yang dipanen dari kali Lekso yang airnya masih jernih dan mengalir deras dari gunung Kelud. Uceng hanya bisa hidup di air bening tanpa terkontaminasi limbah, karena itu menyantap uceng bagi saya adalah sebuah nilai plus, mengingat saat ini minim sekali kudapan yang masih mengandalkan sumber daya alam yang sehat.</p>
<div id="attachment_224" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><img src="http://bazzcethol.com/wp-content/uploads/2010/02/IMG_0701-2-300x225.jpg" alt="Kesibukan di salah satu sudut warung Sukaria" title="IMG_0701-2" width="300" height="225" class="size-medium wp-image-224" /><p class="wp-caption-text">Kesibukan di salah satu sudut warung Sukaria</p></div>
<p>Uceng juga termasuk ikan imut, dengan ukuran kira-kira sebesar dr fish, tanpa sisik dan bentuknya bulat memanjang. Cara menangkapnya pun masih tradisional dengan menggunakan bubu yang ditenggelamkan ke sungai dan diambil saat uceng sudah memenuhi isi bubu. Banyak sekali pertanyaan di benak saya, kenapa uceng yang sangat populer di Blitar masih menggunakan cara tradisional, padahal tenaga dan hasil yang didapat juga tidak maksimal. Bisa jadi sudah ada yang pernah memikirkan budidaya uceng tanpa merusak ekosistem sungai dan bisa jadi juga gagal karena harus menggeser SDM yang butuh duit.</p>
<p>Saya belum berpikir ke arah sana, karena saat itu yang ada di benak saya adalah makan uceng dan melihat proses memasak uceng di dapur warung Sukaria yang memang tak memasang sekat antara ruang makan dan tempat mengolahnya. Jadi saya bisa melihat para pegawai menggoreng uceng dan menempatkannya di baskom-baskom ukuran besar, mengepaknya ke dalam plastik dan kardus untuk pemesan yang akan membawanya ke luar kota. </p>
<div id="attachment_225" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><img src="http://bazzcethol.com/wp-content/uploads/2010/02/IMG_0707-3-300x225.jpg" alt="Warung Sukaria - Wlingi, Blitar" title="IMG_0707-3" width="300" height="225" class="size-medium wp-image-225" /><p class="wp-caption-text">Warung Sukaria - Wlingi, Blitar</p></div>
<p>Proses pembuatan dan penjualannya memang cukup simple, tapi daya tariknya si kecil uceng ini cukup menarik minat banyak orang entah dari Blitar maupun pengunjung dari kota lain. Ya bagi saya, tak ada yang lebih nikmat jalan-jalan ke Blitar tanpa nyemil uceng dan minum es pleret. Hmmm&#8230;..mendadak saya kangen Blitar. </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bazzcethol.com/2010/01/uceng-kuliner-khas-blitar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

