Tag Archives: buku

Giorgio Sarti: 60 Years of the Vespa

Judul di atas adalah judul buku yang baru saya beli, dan sampai saat ini masih dibaca dan dibolak-balik beberapa halamannya dengan pola tak beraturan. Artinya, saya hanya membaca suka-suka saja, melihat-lihat gambar sejarah vespa dari tahun 40s sampai 2000s.

Dengan sampul hardcover dan halaman yang cukup gemuk (maklum ada 417 halaman) dan kualitas kertas super dan colorfull membuat buku ini sangat layak dikoleksi. Saya memang tak memahami beberapa bagian buku yang memang terlalu teknis menelaah sekuter, karena saya memang bukan pencinta vespa, tapi pencinta pengendara vespa #halah. Continue reading Giorgio Sarti: 60 Years of the Vespa

Agen Koran Tertua di Malang

Membaca sudah bagian dari aktifitas saya sehari-hari, dan sempat terpikir untuk punya toko buku, perpustakaan, atau bahkan sekedar agen koran. Tapi bagian terakhir itu membuat saya berpikir resikonya, setelah memahami seluk beluk usaha agen koran dan majalah.

Info ini saya dapat dari ngobrolan ringan dengan Aan, salah satu orang yang saya jumpai di Mukayat Agency, agency koran tertua di Malang. Mukayat Agency yang terletak di jalan Kauman No.16 ini didirikan pada 1947 dan menjual beragam koran dan tabloid kelas nasional sampai koran kelas gurem, begitu juga dengan majalahnya. Continue reading Agen Koran Tertua di Malang

Pengumpul atau Pembaca Buku?

Pascabajir lokal di kamar saya pada 21 Agustus lalu, ada satu pertanyaan dari ibu yang kala itu membantu saya membersihkan kamar. Kamu ini suka baca buku atau pengumpul buku? Nah, saya langsung bilang ‘suka membaca lah’, sambil memilah-milah buku basah dan buku kering.

Setelah aktifitas mengeringkan kamar selesai, saya jadi berpikir ulang, apa benar saya suka membaca? Jika ditilik dari tumpukan buku yang saya miliki berapa banyak yang sudah saya baca? Sepertinya masih 30%nya saja dan aktifitas membaca lebih sering saya lakukan saat weekend atau setiap hari menjelang tidur sebelum akhirnya terlelap dimakan bantal. Continue reading Pengumpul atau Pembaca Buku?

Winter and Night

Ayahmu itu tidak waras. Dia hampir membunuhmu.
Dia ayahku.
Itu bukan salahmu.
Ternyata tidak berhasil. Adikku tidak pulang.
Tindakanmu tetap benar.
Meskipun tidak berhasil?
Sejak kapan kebenaran diputuskan dengan berhasil atau tidak?

Bill harus hidup dengan semua rasa kebencian itu hampir 30 tahun lamanya. Dan saat dia harus menemukan anak yang hilang, dia seperti terlempar kembali ke masa lalu. Masa di mana orang dewasa mengkhianati anak-anak, yang tak kuasa harus menolak bahkan mereka harus hidup dengan tumpukan kebohongan dan ambisi masa lalu.

Sedikit gambaran tentang novel misteri Winter n Night karya SJ Rozan yang diterbitkan 2006 lalu. Membaca novel yang saya beli dalam edisi hilang akal ini saya seperti melihat film Mystic River. Meski saya tidak pernah membaca novelnya, tapi benang merahnya hampir sepadan, yakni saat dosa masa lalu kembali ditarik ke masa sekarang, dan si tokoh utama harus berhadapan dengan masa lalunya yang kelam. Menyakitkan tapi harus tetap dihadapi. Continue reading Winter and Night

Iseng di Saat Pilek

15 menit yang lalu, saya pergi menebus resep ke Apotek di dekat rumah saya. Pembeli yang ada saat ini lumayan banyak, jadi saya harus mengantri di urutan ke enam sebelum obat pesanan saya selesai diramu.

Bisa dimaklumi, selain karena jadi toko obat paling lengkap di Sawojajar, apotek ini juga menjual CD, baby clothes, dan persewaan alat pesta. Jadi orang datang ga hanya berburu kesembuhan tapi juga butuh hal lain.

Lumayan lama saya mengantri, akhirnya saya memilih duduk di deretan bangku berwarna merah di samping kotak amal, dan di sebelah kursi yang ada setumpuk majalah & tabloid yang ga tahu milik siapa. Continue reading Iseng di Saat Pilek