<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>bazz &#187; bapak</title>
	<atom:link href="http://bazzcethol.com/tag/bapak/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://bazzcethol.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Tue, 22 May 2012 06:26:13 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.1</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Seberapa Besar Awanmu?</title>
		<link>http://bazzcethol.com/2011/07/seberapa-besar-awanmu/</link>
		<comments>http://bazzcethol.com/2011/07/seberapa-besar-awanmu/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 08 Jul 2011 16:11:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bazz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bazzberry]]></category>
		<category><![CDATA[MyDay]]></category>
		<category><![CDATA[bapak]]></category>
		<category><![CDATA[manusia]]></category>
		<category><![CDATA[odong-odong]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bazzcethol.com/?p=443</guid>
		<description><![CDATA[Siang cukup terik, namun dengan semangat beliau berjalan dengan langkah lebar-lebar. Kedua tangannya saling membenturkan pantat dua bak plastik ukuran sedang yang mengeluarkan bunyi bak buk bak buk yang cukup keras. Sementara kepalanya bertopi sejumlah bak plastik berbagai ukuran yang disusun dari yang terkecil sampai terbesar.
Beliau tak hanya menahan beban hidup dengan berjualan bak dari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Siang cukup terik, namun dengan semangat beliau berjalan dengan langkah lebar-lebar. Kedua tangannya saling membenturkan pantat dua bak plastik ukuran sedang yang mengeluarkan bunyi bak buk bak buk yang cukup keras. Sementara kepalanya bertopi sejumlah bak plastik berbagai ukuran yang disusun dari yang terkecil sampai terbesar.</p>
<p>Beliau tak hanya menahan beban hidup dengan berjualan bak dari kampung ke kampung, tapi juga menahan beban berat setumpuk bak plastik di kepala. <span id="more-443"></span>Suara gaduh dari benturan antar bak itu hanyalah strategi untuk membuat orang tahu jualannya, dan siapa tahu juga berminat membeli, meski ada juga yang pengen nimpuk gara-gara suara berisik. Yah, seperti kakak saya yang sering kali marah-marah karena kaget dengan suara bak yang gaduh. Maklum, dia punya penyakit jantung, jadi sensitif dengan sesuatu yg bisa membuat jantungnya copot.</p>
<p>Melihat penjual bak keliling yang suaranya gaduh ini mengingatkan saya dengan iklan rokok yang beberapa waktu lalu sempat riwa-riwi di tv. Iklannya tentang seorang eksekutif muda yang berpayung awan kecil di atas kepalanya, sementara orang-orang lain yang berjalan di sekitarnya berpayung awan dengan berbagai ukuran. Semakin besar bayangan awannya, semakin suram dan bete wajahnya. Semakin kecil awannya, semakin banyak senyum di wajahnya. </p>
<div id="attachment_444" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><img src="http://bazzcethol.com/wp-content/uploads/2011/07/CIMG0093-bazz.jpg" alt="bapak penjual bak plastik - bazzberry" title="CIMG0093-bazz" width="300" height="335" class="size-full wp-image-444" /><p class="wp-caption-text">bapak penjual bak plastik - bazzberry</p></div>
<p>Awan di atas kepala setiap orang di iklan ini mungkin hanya gambaran dari beban yang kita bawa setiap hari, besar kecilnya tentulah berbeda. Tapi awan bagi si penjual bak plastik itu nyata adanya, beban itu ada di kepala dalam bentuk bak plastik besar yang jumlahnya lebih dari satu. Tapi beban itu juga di dalam kepala, beban memikirkan berapa banyak bak yang bisa dijual, dan berapa duit yang harus dibawa pulang untuk istri di rumah. </p>
<p>Ini hanya sekilas kisah bapak penjual bak yang rutin lewat di depan rumah dengan setumpuk bak di kepalanya. Beliau tetap setia membawa ke manapun &#8216;awan-awannya&#8217;. Nah, bagaimana denganmu, seberapa besar awan yang kamu bawa? Kalau awan saya sih relatif, tapi lebih banyak dalam skala besar, sebesar parabola tetangga depan rumah <img src='http://bazzcethol.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> ). How about you?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bazzcethol.com/2011/07/seberapa-besar-awanmu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hampir setahun</title>
		<link>http://bazzcethol.com/2008/07/hampir-setahun/</link>
		<comments>http://bazzcethol.com/2008/07/hampir-setahun/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 27 Jul 2008 08:18:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bazz</dc:creator>
				<category><![CDATA[MyDay]]></category>
		<category><![CDATA[bapak]]></category>
		<category><![CDATA[stroke]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rita.7une.com/2008/07/27/hampir-setahun/</guid>
		<description><![CDATA[Kurang 12 hari lagi, genap satu tahun bapak menderita stroke. Penyakit yg benar-benar menguji kesabaran pasien dan orang² di sekitarnya. Tidak sedikit pengobatan yg sudah dicoba mulai yg rasional sampai yang &#8216;ajaib&#8217;, semuanya mengalir tanpa hasil maksimal.
Terakhir kali, pengobatan nyeleneh yang didapat bapak dari rujukan salah seorang pasien di sebuah pijat alternatif di dekat rumahku, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kurang 12 hari lagi, genap satu tahun bapak menderita stroke. Penyakit yg benar-benar menguji kesabaran pasien dan orang² di sekitarnya. Tidak sedikit pengobatan yg sudah dicoba mulai yg rasional sampai yang &#8216;ajaib&#8217;, semuanya mengalir tanpa hasil maksimal.</p>
<p>Terakhir kali, pengobatan <em>nyeleneh</em> yang didapat bapak dari rujukan salah seorang pasien di sebuah pijat alternatif di dekat rumahku, sebuah pengobatan alternatif dalam bentuk pijat syaraf kaki yang dijalani bapak sekitar 1 bulan ini. Dari info pasien tersebut, bapak dianjurkan merendam kaki/tangannya dalam baskom berisi es batu seberat 1 kg, 2 sendok makan merica bubuk, 1 liter minyak tanah, dan 2 butir air perasan jeruk nipis dicampur jadi satu. Ritual merendam ramuan aneh ini dilakukan 2 x sehari. <span id="more-99"></span></p>
<p>Hasilnya, setelah 1 hari percobaan, tangan dan kaki semakin kaku dan perih, terlebih cuaca dingin turut membuat kaki dan tangan bapak kaku dan sulit digerakkan. Ya, akhirnya bapak menuruti permintaan kami untuk menyudahi pengobatan yg dari awal memang tidak kami ijinkan, tapi apa daya, bapak keras kepala, dan enggan menuruti nasehat kami.  Wew, keras kepala itu memang menyebalkan, terlebih jika pada akhirnya kekeras-kepalaan itu berakhir buruk.</p>
<p>Saat ini, tidak banyak pengobatan yg dilakukan, hanya diet makanan, konsumsi obat rutin dari dokter, menggosok kaki dan tangan dengan jahe/bawang merah + minyak kayu putih (ramuan ajaib lagi), dan tentu membatasi gerak bapak bergerilya ke dapur. Ya, setidaknya bukan hanya bapak, tapi aku juga harus ikut mendukung gerakan bebas makan saat nonton TV/di depan bapak, berat tapi harus tetap dilakukan. </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bazzcethol.com/2008/07/hampir-setahun/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

