Tag Archives: bahasa

Beda Redmi Note dan Mi41

Belum satu tahun berselang saya sudah ganti hp dua kali dari produsen yang sama, dan kali ini saya kepincut dengan Xiaomi, vendor ponsel pintar terkemuka asal Tiongkok. Redmi Note adalah ponsel Xiaomi pertama yang saya beli pada pertengahan 2014 lalu, sebelum berganti dengan Mi4i akhir April 2015.

Sebenarnya tak ada masalah dari performa Redmi Note, hanya saya kurang nyaman dengan ponsel berukuran 5.5 inchies. Hingga April 2015 lalu, Xiaomi merilis Mi4i yang dibekali jaringan kekinian alias 4G LTE. Dan, tergodalah saya untuk membeli ponsel di event flashsale yang digelar mi.id dengan harga miring. Continue reading Beda Redmi Note dan Mi41

Agen Koran Tertua di Malang

Membaca sudah bagian dari aktifitas saya sehari-hari, dan sempat terpikir untuk punya toko buku, perpustakaan, atau bahkan sekedar agen koran. Tapi bagian terakhir itu membuat saya berpikir resikonya, setelah memahami seluk beluk usaha agen koran dan majalah.

Info ini saya dapat dari ngobrolan ringan dengan Aan, salah satu orang yang saya jumpai di Mukayat Agency, agency koran tertua di Malang. Mukayat Agency yang terletak di jalan Kauman No.16 ini didirikan pada 1947 dan menjual beragam koran dan tabloid kelas nasional sampai koran kelas gurem, begitu juga dengan majalahnya. Continue reading Agen Koran Tertua di Malang

Iklan Modal Pede dan Yakin

Biasanya iklan operator dan ponsel baik di media cetak, tv atau online, selalu memasang wajah selebritis yang cakep, tenar, atau bisa jadi ga cakep tapi mukanya bawa hoki (semacam Sule). Tapi beda lagi dengan iklan ponsel yang beberapa bulan terakhir sering jual diri di Kompas halaman 24 kolom Nama & Peristiwa dan membuat saya penasaran, siapa sih model iklannya nih. Bapak-bapaknya narsis banget.

Jualan iklan ini adalah handphone merk ti-phone dengan tagline time to connect. Bagi saya sih, penawaran barangnya biasa saja, tapi yang unik dari iklan ini adalah selalu saja ada foto bintang iklannya yang beda dari yang biasanya. Continue reading Iklan Modal Pede dan Yakin

Sunatan Masal (#Saru)

Apa yang biasa dilakukan anak-anak saat liburan sekolah? Bisa jadi merayu orang tuanya untuk liburan ke taman rekreasi/hiburan, pergi ke rumah opa/oma, atau hanya ngegame sampai teler. Selain tuntutan hiburan, ada satu aktivitas yang biasa dilakukan saat liburan panjang, yaitu sunat. Sepanjang jalan antara kantor dan rumah, selama satu minggu ini, selalu saja ada hajatan sunatan, mulai perayaan sunat sendirian sampai sunatan masal.

Hari Sabtu lalu, saat kebetulan pulang dari kantor lebih awal dari biasanya, saya pun turut menikmati acara sunat, bukan diundang sih, lebih tepatnya terjebak kemacetan di salah satu ruas jalan perumahan yang distop karena ada acara sunatan masal. Sunatan ini digelar di pelataran masjid dan diikuti lebih dari 100 anak, bisa dibayangkan betapa ramainya kondisi saat itu, mulai dari para orang tua mengantar anak sunatan, pedagang makanan dadakan, jukir, dan juga hansip. Continue reading Sunatan Masal (#Saru)

Si Rubah Tak Mau Bekerja

Apa yang membuat saya sebal bekerja sebagai editor? Jika melihat rekan saya menulis kata tidak pada tempatnya. Reflek saya akan memberikan kuliah singkat via messenger, email maupun secara lisan. Bukan bermaksud untuk sok atau merasa yang paling tahu, tapi lebih pada rasa kepedulian untuk menggunakan bahasa Indonesia secara benar dalam bahasa tulis.

Ambil contoh kata ubah dan rubah. Dua kata yang sering kali digunakan dalam satu fungsi, dan itu salah kaprah. Rubah adalah nama binatang, dan sampai kapanpun dia tidak akan mau untuk diminta bekerja, karena dia bisanya hanya bermain dan berburu untuk makan. Jadi, jangan minta rubah untuk bekerja, biarlah dia asyik dengan hidupnya. Doh ngelantur =)). Continue reading Si Rubah Tak Mau Bekerja