Sleep Anywhere, Under The Sky

Saya termasuk orang yang ga gemar ganti-ganti status di Messenger, entah di YM, Gtalk, bahkan BBM. Dan, sekalinya online dan ganti status pastinya banyak fans yang nyamper dan bertanya status saya atau sekedar menyapa dan iseng komentar: ‘tumben pake status’.

Nah, pertanyaan di atas cukup banyak saya terima saat Sabtu malam lalu, saya mengganti status BBM saya yang biasanya kosongan, dengan status: Today: Sleep anywhere, under the sky. Beragam komen ditujukan dari yang iseng atau sekedar tanya serius, semuanya hanya bikin BBM saya nge-lag :d.

Sebenarnya bukan masalah status BBM yang mau saya bahas, tapi lebih pada alasan mengapa saya ganti status. Yah, karena memang saya tidur di bawah langit dan di mana saja, dan itu bukan lirik lagu atau curahan hati para gelandangan New York City. Tapi itu hanya curahan hati saya saat tidur di jalanan bersama ratusan pengendara Vespa di bawah langit yang gelap.

tempat parkir sekaligus tempat tidur
tempat parkirsekaligus tempat tidur

Tidur di jalanan ini bukan karena iseng dan minggat dari rumah, tapi lebih karena ingin merasakan nikmatnya jadi orang jalanan dengan segala macam kebebasannya selain ikutan event Vespa di Desa Krembungan, Sidoarjo. Saya bisa merasakan sakit dan kakunya punggung harus berbaring 6 jam lebih di pelataran teras Lembaga Les Primaga, dengan beralas tikar tipis bersama orang-orang yang belum saya kenal. Mendengar dengkuran, suara orang ngobrol, orang meracau, suara skuter yang berisik di jalanan yang letaknya hanya beberapa langkah dari saya berbaring, benar-benar jadi pengalaman seru dan aneh.

Saya bangun dari tidur ayam saya (red. tidur yang tidak nyenyak/mudah terbangun), masih sekitar jam 4.30 pagi, dan melihat beberapa orang masih tidur pulas dengan dengkuran dan iler di sudut bibir, beberapa juga mulai beraktivitas, dan beberapa lainnya menuju Pasar Krembungan dengan kondisi belum cuci muka, seperti halnya saya :d. Enaknya, ga perlu sungkan dan macak rapi atau cakep2an, apa adanya saja. Bau keringat, bau mulut, jigong, ketek, semua masih lekat di badan (aye…hidup benar2 indah jika tak ada aturan harus mandi dan merapikan diri barang sejenak).

sepatu dekil usai jalan-jalan di lapangan becek
dekil usai jalan-jalan di lapangan becek

Jalan-jalan ke Lapangan Krembungan yang jaraknya sekitar 300 meteran dari lokasi saya tidur, untuk sekedar melihat para Skuteris dan stan jualan onderdil dan merchandise skuter di tengah tanah yang super becek terasa begitu seru. Apalagi melihat para skuteris yang masih ngiler di atas skuter antiknya atau terkapar di pinggir jalan, sungguh pemandangan langka. Saking langkanya, aksi para skuteris ini menjadi tontonan penduduk lokal yang riwa-riwi beraktivitas di Pasar Krembungan.

Usai jalan-jalan pagi yang begitu ajaib, saya mampir ke Indomaret, beli beberapa bekal dan numpang bebersih diri. Saat matahari sudah mulai tinggi, beberapa kelompok skuteris mulai meninggalkan area, termasuk saya dan rombongan. Meski pulang tanpa komando dan terpecah-pecah menjadi kelompok kecil, tapi sesama pengendara skuter selalu ramah dan bersahabat di jalan, entah sekedar membunyikan klakson atau hanya mengangkat ibu jari. Yep, itulah indahnya skuteris, menyapa siapapun kenal tak kenal, selama kau naik skuter, bagus or jelek, Vespa or Lambretta, kamu tetap saudaraku!

3 thoughts on “Sleep Anywhere, Under The Sky

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *