Seberapa Besar Awanmu?

Siang cukup terik, namun dengan semangat beliau berjalan dengan langkah lebar-lebar. Kedua tangannya saling membenturkan pantat dua bak plastik ukuran sedang yang mengeluarkan bunyi bak buk bak buk yang cukup keras. Sementara kepalanya bertopi sejumlah bak plastik berbagai ukuran yang disusun dari yang terkecil sampai terbesar.

Beliau tak hanya menahan beban hidup dengan berjualan bak dari kampung ke kampung, tapi juga menahan beban berat setumpuk bak plastik di kepala. Suara gaduh dari benturan antar bak itu hanyalah strategi untuk membuat orang tahu jualannya, dan siapa tahu juga berminat membeli, meski ada juga yang pengen nimpuk gara-gara suara berisik. Yah, seperti kakak saya yang sering kali marah-marah karena kaget dengan suara bak yang gaduh. Maklum, dia punya penyakit jantung, jadi sensitif dengan sesuatu yg bisa membuat jantungnya copot.

Melihat penjual bak keliling yang suaranya gaduh ini mengingatkan saya dengan iklan rokok yang beberapa waktu lalu sempat riwa-riwi di tv. Iklannya tentang seorang eksekutif muda yang berpayung awan kecil di atas kepalanya, sementara orang-orang lain yang berjalan di sekitarnya berpayung awan dengan berbagai ukuran. Semakin besar bayangan awannya, semakin suram dan bete wajahnya. Semakin kecil awannya, semakin banyak senyum di wajahnya.

bapak penjual bak plastik - bazzberry
bapak penjual bak plastik - bazzberry

Awan di atas kepala setiap orang di iklan ini mungkin hanya gambaran dari beban yang kita bawa setiap hari, besar kecilnya tentulah berbeda. Tapi awan bagi si penjual bak plastik itu nyata adanya, beban itu ada di kepala dalam bentuk bak plastik besar yang jumlahnya lebih dari satu. Tapi beban itu juga di dalam kepala, beban memikirkan berapa banyak bak yang bisa dijual, dan berapa duit yang harus dibawa pulang untuk istri di rumah.

Ini hanya sekilas kisah bapak penjual bak yang rutin lewat di depan rumah dengan setumpuk bak di kepalanya. Beliau tetap setia membawa ke manapun ‘awan-awannya’. Nah, bagaimana denganmu, seberapa besar awan yang kamu bawa? Kalau awan saya sih relatif, tapi lebih banyak dalam skala besar, sebesar parabola tetangga depan rumah :)). How about you?

Comments