Ritual Usai Melahirkan

Apa serunya jadi ibu baru? Belajar adaptasi & memahami bayi plus mengikuti beberapa tradisi Jawa lama yang masih diyakini para ortu, termasuk ortu saya. Beberapa aturan ini harus diikuti untuk kebaikan si bayi (menurut ortu saya sih). Sebagian memang masuk akal, tapi ada di antaranya yang membuat saya mengernyitkan dahi, seperti:

– Menepuk-nepuk dahi dengan air dingin saat mandi
Katanya untuk membuat kepala ringan, tak mudah pusing, karena selesai persalinan kondisi ibu baru masih belum 100% fit. Biasanya dilakukan selama beberapa hari saat lahiran. Saya mengikuti aturan ini kalau pas ingat saja, toh seringnya saat mandi ga pernah bisa lama karena khawatir si kecil menangis minta asi.

– Pantang lombok dan beragam makanan pedas (termasuk makanan yg kaya lada).
Mengapa? Agar mata bayi tidak berair, ngethek (keluar kotoran mata sprt saat bangun tidur). Aturan ini cukup tragis bagi saya sebagai pelahap makanan pedas. Tapi demi si kecil, makan super pedasnya direm dulu dah. Bukan khawatir mata si kecil ngethek, tapi perut si kecil jadi rawan kembung dan diare, karena apa yang saya makan otomatis juga dia konsumsi.

– Koin udel

koin penekan udel

Gunanya untuk mengempesken udel yang menonjol ke luar atau orang Jawa bilangnya udel bodong. Pecahan koin 100rp yang lama dibungkus kain kasa dan diletakkan di atas udel, lalu dibebat dengan grito. Saya masih antara percaya dan tidak, tapi tetap saya lakukan, karena ortu saya sangat yakin cara ini efektif untuk meminimalkan udel bodong dan mencegah kembung. Cara ini manjur bagi ke-4 cucunya. Jadi saya ngikut saja.

– tidak keluar rumah selama 36 hari
Ini juga ujian terberat bagi saya yg hampir setiap hari sll beraktivitas di luar. Orang Jawa kuno menyebut periode 36 hari ini sebagai selapan, masa-masa di mana ibu baru harus dekat dengan si bayi, belajar mengasuh, menjalani masa nifas dan jg menghindari bahaya yg mungkin saja terjadi di jalan. Dan…saya telah melewati masa ini meski dalam prosesnya sempat kangen jalan-jalan keluar rumah.

– dilarang mandi malam
Jam maksimal mandi sore adalah jam 4. Mandi di atas jam 4 sore membuat kita mudah masuk angin dan efeknya bisa juga ke bayi melalui asi kita. Tapi saya kerap melanggar aturan ini karena beberapa aktivitas :d.

– Sayur
Sayur tiap hari itu wajib hukumnya, terutama sayur daun pepaya + daun singkong. Awal-awal makan daun pepaya + airnya terasa mengerikan, tapi karena tiap hari dikonsumsi, lama-lama pahitnya sdh biasa dan asi memang jadi lancar, apalagi di awal kelahiran asi saya seret.

Selain sayur, saya sempat makan sambal kluwek (bahan dasar rawon). Fungsinya untuk mengembalikan daya tahan tubuh dan menambah darah selama masa nifas. Tapi karena rasanya yg ga banget, akhirnya terapi sambal kluwek hanya berlangsung sehari *thx God*

– Tidak memotong rambut + kuku bayi selama 36 hari
Saya masih ga masalah dengan rambut, tapi kuku si kecil jadi sering melukai wajahnya gara-gara kaos tangan lepas.

– Dlingu bawang
Gabungan dari bawang dan bengel dlingu. Dlingu ini semacam umbi2an yg biasa dijual di kios-kios penjual bunga untuk nyekar atau kios yg menyediakan keperluan adat kelahiran bayi). Kalau di Malang bisa dibeli di perempatan Cukam (pasar Kebalen).

Dlingu bawang ini katanya untuk menghindari bayi/ibu dari gangguan mahkluk halus/bencana/musibah apapun. Dlingu bawang ini ditusuk dengan peniti jadi bisa diletakkan di manapun di dekat bayi atau dibawa ibu saat bepergian.

– Benang untuk cegukan
Ini yang super lucu. Jika bayi cegukan, cukup ambil benang dari popoknya, basahi dengan ludah dan tempelkan di dahi sambil bergumam ceguk-ceguk ngaliho ke batuk (ceguk-ceguk pindahlah ke dahi) selama beberapa kali. Tunggu sebentar, biasanya cegukan akan berhenti. Efektifkah? Kadang. Entah karena benang tadi atau memang kebetulan si bayi cape cegukan :d.

Ribet dan lucu memang, tapi aturan di atas tetap saya ikuti lebih untuk membuat ortu senang. Kadang rela berkompromi dengan hal-hal kuno itu kita butuhkan untuk menjaga perasaan ortu, ya setidaknya tak membuat kita/bayi sakit atau merasa tak nyaman, ya sudah dijalani saja. Nothing to lose :d.

Happy parenting!

3 thoughts on “Ritual Usai Melahirkan

  1. podo kabeh… morotuoku biyen yo ngunu kui…jam 4 kudu adus… tapi karena ada aktifitas nguik2 jadinya ya tetep mandi malam…. akakkakakakka

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *