Penjaga Teras

Badannya sedikit kurus, jalannya tak lagi gagah karena kepalanya miring ke kanan. Entah apa yg membuat lehernya cedera hingga tak bisa lurus mengikuti tulang tubuhnya. Leher yang tak simetris membuat kepalanya miring ke kanan, tak bisa menoleh ke kiri dan memaksa badannya ikut bergerak jika ingin menengok ke kiri, kanan atau ke belakang. 

Dari perawakannya, aku rasa dulu dia berbadan besar dan gagah. Terlihat dari tulang bahunya yang kekar, kepala yang ukurannya lebih besar dari badannya dan tapak kaki yang lebar dan kuat. Saat berlari, kepalanya terlihat kaku dan tak bisa luwes mengikuti gerak tubuhnya, tapi larinya cukup kencang. Saat leher terasa gatal, dia tak bisa menggaruknya tapi menggosok-gosokkan leher di tiang atau bibir pintu.

Dia hampir tiap hari mampir ke rumah, hanya untuk menyapa meski tak bisa bersuara, menggosok-gosokkan badan, dan meminta cemilan atau sekedar numpang tidur fi teras rumah. Hingga saat ini aku tak tahu siapa namanya, aku memanggilnya oldman dan dia tak keberatan dengan nama itu. Saat aku memanggilnya, dia hanya menatap, dengan sorot mata iba dan kadang tanpa arti. Dan tanpa suara…tanpa bisa mengeong seperti halnya kucing lain.

Dia adalah oldman, kucing liar yang kini jadi penjaga teras rumah kami.

image

image

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *