Outlander? Nope!

Akhir pekan lalu, saya sibuk mencari subtitle setumpuk koleksi film yang hampir 80% belum sempat saya tonton, sampai akhirnya memutuskan nonton Outlander di tengah malam yang dingin, dengan harapan bisa merasa hangat karena semangat juang pasukan Viking yang tenar dengan semangat perangnya. Sayangnya saya salah, harusnya saya nonton film drama komedi romantis atau drama humanis biasa saja dan tak perlu menghabiskan waktu 2 jam untuk nonton film yang mudah sekali ditebak dengan akting biasa-biasa saja. Tapi saya nonton film ini gara-gara ada nama James Caviezel!

Ide cerita film ini sudah biasa dimainkan industri film Hollywood, tentang orang asing (outlander) yang terdampar di daratan bangsa Viking sekitar 709 sebelum masehi. Sebut saja nama si outlander ini adalah Kainan (James Caviezel) yang tengah menjalankan misi mengejar monster berbentuk naga (Moorwen) yang sialnya ikut terlepas saat pesawat Kainan jatuh. Moorwen pun meneror dan membunuh setiap nyawa yang ditemuinya, tak peduli manusia atau hewan. Kainan yang notabene orang asing menjadi tertuduh di balik teror ini.

Singkat cerita, penduduk yang awalnya membenci Kainan, akhirnya berbalik menyukainya setelah dia menyelamatkan sang raja saat perburuan Morwen. Kainan dibantu beberapa ksatria Viking bertempur melawan Moorwen yang berakhir dengan kemenangan, dan juga kematian sang raja. The end of the story, Kainan memutuskan tetap tinggal dan menikah dengan putri sang raja. So simple and so boring, apalagi nama bintang utamanya, Kainan yang bagi saya terlalu lembut bagi pria dengan otot bisep yang kekar. Harusnya namanya Gunnar, Gundala, Rothgar, atau nama lain yang lebih maskulin.

(c) filmofilia.com
(c) filmofilia.com

Akting Jim pun tak bisa membantu ide cerita yang teramat basi ini. Tak pernah sekalipun menyangka, Jim bisa berperan di film standart seperti ini setelah akting supernya sebagai Jesus Christ di The Passion of the Christ (2003), Wyatt Earp dan Thin Red Line. Saya menyukai Jim, tidak hanya karena aktingnya yg lumayan bagus, wajah yang ganteng, tapi juga kehidup pribadinya yang bersih, religius, suami setia, bapak adopsi 3 bayi China penderita tumor, dan jauh dari glamournya Hollywood. Jim tetap pria biasa, dengan kehidupan biasanya, sayang kali ini Jim salah pilih film. Jim melakonkan outlander (orang asing), yang benar-benar asing bagi saya. Aktingnya ga banget, apalagi saat adegan meneteskan air mata, terasa garing dan tak alami. Poor Jim.

After all, dari 10 bintang, film ini hanya dapat 5. Angka 5 pun bukan karena Jim, tapi karena danau dan air terjun Norwegia yang teramat seksi, dan lumayanlah bisa bikin mata adem.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *