Ngadem ke Panderman

Sabtu lalu bersama beberapa teman, aku ngadem ke Panderman. Entah kenapa kali ini bapak mengijinkanku hiking ke gunung walaupun lagi musim hujan, entah karena aku yang ahli merayu dan membuat hati bapak luluh, atau karena beliau kasihan dengan diriku. I dunno, yang pasti aku lega dapat restu camping di musim hujan.

Aku, Manus, Aryo, Alex, Ryan, dan Pithes mengawali perjalanan tepat tengah malam buta, padahal rencana awal kita berangkat jam 10-11an, tapi karena kesibukan masing-masing personil akhirnya kita berangkat lewat jam 12 malam.

Kondisi jalan yang becek setelah turun hujan membuat jalanan makin licin, terlebih susana gelap gulita menambah seru perjalanan kami. Dan sangking semangatnya mendaki, Aryo sempat jet lag dan meninggalkan ‘bekas lalapan’ di awal jalan menuju ke lokasi tujuan.

Lebih seru lagi, kita mendarat di tengah perkebunan :d. Tak ada yang perlu disesali meski kita salah arah dan tak bisa mencapai camping ground Latar Ombo. Paling tidak kita sudah hampir mendekati camping ground kedua, Watu Gede, dan pastinya lebih jauh beberapa mil dari camping ground pertama.

Tidur dan melepas lelah di tengah lahan yang kecil dan miring ditemani tenda imut bergambar mickey dan donald, sungguh romantis. Bukan sok imut, tapi memang salah bawa tenda :)).

Tak banyak kegiatan yang kita lakukan, kita mulai bikin perapian, memasang tenda, mengatur matras, jepret sana jepret sini, duduk2 ataupun tidur2an di tanah yg lembab dan miring sambil ngobrol, denger kartolo, melihat bintang, masak mie, nyemil brownisnya ambar, ngemil snacknya Aryo, dan akhirnya sebagian dari kita mulai tertidur karena lelah.

Pagi jam 10 kita berkemas dan siap meninggalkan Panderman. Saat perjalanan pulang, kondisi jalan dan fisik kita jauh lebih baik, dan meski kita harus menambah porsi jalan sampai di luar dusun Sanggrahan dan menanti jemputan di dekat Vila, yang jaraknya lumayan jauh, bukan masalah bagi kita, kecuali rasa haus yang mencekik kerongkongan.

…and finally we go home, safe and sound. Thanks for Aryo, untuk taftnya, untuk kesediaannya naik bukit demi semangkuk mie, dan untuk snacknya. Meski kamu paling dekil, tapi kamu tetap yang paling dermawan Jo *wink*. Thanks buat Ryan, yang bikin suasana jadi ceria dengan jaket barunya dan aktivitas narsisnya, u look good bro, keep on ur narcissism. Eh, thanks juga buat browniesnya :d. Thanks buat Alex, yang udah mau jadi kuli angkut dan bawa barang paling berat. Aku akui kamu memang paling manol bro, thx for ur guide *wink*. Thanks buat Manus, yang setia mengabadikan momen wiken kita, meski akhirnya potret diri kamu yg paling sedikit :d. Thanks buat Pithes, yang selalu ribet dengan barang bawaannya dan paling rajin bantuin aku bikin mie…thanks alots guys. U make my day :).

5 thoughts on “Ngadem ke Panderman

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *