My Super Samsung Galaxy SII

Sejak kondisi bazzberry yang tak mampu lagi menampung email yang kian menggemuk, saya memutuskan mempensiunkannya setelah masa bakti 3 tahunan. Kini bazzberry hanya berfungsi sebagai HP biasa dengan BBM yang kadang-kadang aktif, itupun jika lagi mood pengen langganan BIS XL yang lemotnya stabil.

Peran Bazzberry hanya tergantikan di eksplorasi dunia online saja, sementara komunikasi tetap menggunakan si Bazz. Jadi kini bazzberry resmi ditemani adik tirinya dari species yang jauh berbeda. Dari blackberry kini saya melacur ke Android dengan ditemani Samsung GT I9100 atau Galaxy SII.

Adik tiri bazz ini dibeli sekitar pertengahan Oktober lalu, dan sampai kini masih belajar mengenalnya. Spesifikasinya terbilang super di kelas hp premium. Layar lebarnya (480 x 800 px) sangat nyaman saat browsing yang memang jadi aktifitas utama saya selain checking mail.

Dengan didukung OS Gingerbread (2.3), processor dual core, RAM 1GB, storage memory dari 16 GB (internal) sampai 32 GB (eksternal) membuat hp ini semakin powerfull. Sangat berasa sekali saat buka browser (multi tab), play video youtube, twitter, youtube, dan ngegame, checking email, download app di Android Market, dan semua aplikasi tersebut masih aktif terbuka. Hanya slide and go saja, dan semuanya berjalan smooth, tanpa khawatir hang.

Bagian paling oke adalah layarnya yang tajam & jernih dengan dukungan 16 juta warna di layar super Amoled plus. Film yang saya coba putar pertama kali adalah CARS 2 (resolusi HD, format mp4), dan terlihat tajam di layar ini, ga kalah dengan kualitas layar LCD. Begitu pun saat ngegame, atau nonton trailer & video klip di Youtube. Semua tampak begitu seksi, meski ga ada cewek berbikini di situ…hihihi.

The next coolest features adalah camera & video! Dengan didukung dua kamera, 8 MP dengan LED flash di bagian belakang, dan kamera 2 MP di bagian depan, fitur ini terlihat makin seksi. Kamera belakang dilengkapi dengan beragam setting kamera yang ada di kamera saku. Jadi hasil indoor maupun outdoornya selalu oke, asal sesuai dengan seting yang ingin digunakan.

8 MP, Setting None. Waktu: Subuh
8 MP, Setting None. Waktu: Subuh
2 MP, Setting None. Waktu: Sore
2 MP, Setting None. Waktu: Sore

Foto untuk kuliner juga ok, meski cahayanya minimalis. Contoh saat saya makan tahu lontong di kaki lima kota Blitar beberapa waktu lalu. Bergaya di siang hari yang terik dan di bawah sinar matahari, tetap saja ok, karena ada dukungan fitur backlight yang membuat foto tetap cerah tanpa perlu khawatir gelap. Setting backlight saya coba saat di drag race vespa Jombang.

Video maker juga jadi fitur unggulan yang sering saya gunakan, selain photo editor. Dengan template yang sudah disediakan, tinggal pilih-pilih foto dan lagu sebagai backsound, saya bisa jadi sutradara dari film mini saya *gaya*.

Intinya, tabungan kering terkuras demi Galaxy, ga bikin galau finansial. Karena sampai saat ini, dia bisa menggantikan bazz yang sudah saatnya rehat dari masa baktinya. But, still I have no idea how to call him? Bazzberry sounds good, but what about this galaxy? Do you have any idea?

8 thoughts on “My Super Samsung Galaxy SII

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *