My Hassan make a fuss

Desember mendatang ada dua momen yang saya tunggu, yaitu hari libur (idul adha, natal, tahun baru), dan juga rilis buku favorit saya ke dalam sebuah film. Dari source yang saya baca, film yang seharusnya diputar pada 2 November terpaksa diundur pada 14 Desember atau enam minggu lebih lambat dari schedule awal. Ya, seperti kisah klasik lainnya, film yang menyerempet kesukuan ataupun berbau politik selalu melewati sensor ekstra ketat dan kadang juga membuat hidup pemain film di dalamnya menjadi terancam, dan menempatkan Kite Runner jadi one of Hollywood’s most eagerly anticipated movies this year.

Pihak Paramount Vantage, distributor film The Kite Runner, mengambil keputusan menunda rilis film selama enam pekan untuk memberikan waktu kepada ketiga bintang kecil (pemeran Amir, Hassan, dan Assef) yang saat ini masih bersekolah, untuk meninggalkan Kabul bersama keluarga mereka. Langkah ini terpaksa diambil menyusul meningkatnya kecemasan tentang dampak film itu bagi Afghan.

Dari info Paramount, yang sangat dikhawatirkan adalah adegan perkosaan brutal yang pada akhirnya menentukan nasib ketiga tokoh utama, karena adegan perkosaan ini bisa memicu aksi kekerasan antara kelompok Pashtun (Amir & Assef) dan Hazari (my lovely Hassan) dan menempatkan para aktornya sebagai sasaran serangan mereka.

Saya jadi membayangkan, mampukah sutradara Marc Forster menampilkan perasaan cemas, takut, sedih, galau, muak, benci, dari setiap kata-kata indah Khaled Hosseini, ke dalam bentuk visual? Tapi yang pasti, bahasa tulisan akan terasa lebih dalam dibanding bentuk visual.

Entah gimana jadinya film ini, yang jelas saya tak bisa berharap banyak, film ini akan diputar di bioskop kotaku, yang sampai saat ini selalu diinvasi film² hantu picisan :(.

4 thoughts on “My Hassan make a fuss

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *