Menabung Pangkal Selamat

Saya memang terlahir dengan bakat rajin menabung, sekecil berapun nilainya pasti akan saya tabung tanpa ada tujuan pasti. Kebiasaan ini berlangsung sampai saat ini dan dengan pedenya saya selalu merasa kaya dengan menabung. Tapi keyakinan itu mulai meluntur dengan turunnya nilai uang dibarengi melonjaknya harga barang dan ga sepadan dengan nilai uang yang saya tabung.

Dulu saat masih SD saya selalu menyisihkan Rp5-25rp dari uang saku saya, dan berangkat ke Toko Buku Lengkap jika duitnya cukup untuk membeli buku incaran saya. Saat ini kebiasaan menyimpan receh tetap saja jalani, semua koin yang nyangkut di saku baju selalu berakhir di celengan kaleng susu bekas atau kalau ga berakhir di kantong tukang parkir.

Selain tabungan receh yang berguna buat kerokan, saya juga berinisiatif menabung sekian kecil persen dari hasil keringat saya di bank, tapi bukan untung yang saya dapat, tapi buntung karena saldo yang ga beranjak naik, justru tergencet potongan admin bank yang juga menelan habis bunga bulanan yang sejatinya jadi hak saya.

Berpikir dengan kondisi yang ada, keyakinan masa kecil saya bahwa menabung pangkal kaya rasanya sudah tak tepat lagi diterapkan. Dengan penghasilan yang dipangkas sana sini untuk melunasi tagihan dan mengerem nafsu konsumtif, di akhir bulan masih tersisa beberapa lembar rupiah dan jika ditabung pun belum tentu membuat saya kaya dalam waktu dekat.

Jadi wajar jika saya berujar menabung tak lagi pangkal kaya, karena saya menabung bukan lagi berniat kaya, tapi lebih sebagai simpanan keselamatan jika sewaktu-waktu saya butuh dana dan tak ada teman yang berbaik hati memberi duit cuma-cuma, jadi saya bisa menyelamatkan diri sendiri dan tak perlu lagi pusing berpikir hutang.

Beda dengan mereka yang menabung dengan digit yang nolnya tak terbatas, mungkin ungkapan menabung pangkal kaya masih sangat masuk akal untuk diterapkan. Dan kapankah saldo rekening saya tertera nol-nol tak terbatas itu? *daydreaming*

2 thoughts on “Menabung Pangkal Selamat

  1. Pertimbangkan untuk berinvestasi di reksadana
    tanya nengbiker berapa yang dia dapat dari reksadana ;)).
    Aku punya buku tentang reksadana, tukeran2 buku yuks 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *