Memotong keramik

Kurang dari sebulan, renovasi rumah mulai nampak hasilnya. Dinding ruang yang nantinya jadi kamar mulai diplamir, tanah sudah mulai diratakan untuk dipasang keramik lantai, saklar mulai dipasang sebagai penerangan jika cuaca mendung. Meja dan dinding dapur sudah mulai dipasang keramik dinding warna putih polos yang diselingi inserto (keramik dekoratif yang ukurannya sama dengan keramik utama atau base tile-nya) motif kupu-kupu.

Nah, kenapa kupu-kupu? ga ada alasan sih, hanya suka saja, meski sebelumnya sempat kepincut dengan motif apel. Tapi tiga kupu-kupu di keramik ukuran 25 x 33 ini cukup simple dan manis dilihat.

Mutholib dan Keramik Kupu2
Mutholib dan Keramik Kupu2

Pemilihan motif, warna dan kualitas keramik ternyata bukan hal mudah. Tanya sana sini, browsing sana sini, juga tak banyak membantu karena akhirnya semua terserah selera pribadiku juga. Ternyata harga keramik itu mahal, terlebih granit, harga paling murah sekitar 100rb/meter, itu pun kualitas kelas B.

Ada beragam merek, ukuran, jenis materi dengan kualitas beragam, dan semuanya tergantung kemampuan kita. Penggenya sih beli porselen tile/granite tile merk Essenza, tapi di toko material yang ada di area Blimbing, harga termurah ada di kisaran 180ribu/dus. Itupun masuk label SALE yang artinya harga turun karena barang yang dijual bisa jadi beda motif dan ukuran beberapa milimeter.

Nah, karena harus menyesuaikan kondisi kantong, akhirnya pilihan jatuh di keramik merk Roman berukuran 40×40 dengan warna putih polos mengkilat bermotif soft. Keramik dinding dan lantai dapur pun tetap menggunakan merek yang sama, yang menurut sales ataupun sejuta orang di luaran sana, merek pilihanku itu cukup bagus, tahan lama, dan anti gores (khusus untuk barang dengan kode G). Sengaja aku memilih ukuran 40×40 agar terlihat lebih elegan dan cepat pemasangannya. Alasannya lainnya sih, biar ke depannya juga ga susah membersihkan kotoran yang sering nyangkut di nat-nat antar keramik.

Dan hari ini, seharian saya melihat-lihat kerja pak tukang, meski bisa diartikan menganggu mereka karena saya terlalu banyak tanya tentang ini dan itu. Hasilnya saya bisa memotong keramik menggunakan mesin pemotong keramik yang berdecit-decit menyakitkan kuping, sayang hasilnya jauh dari harapan alias tak simetris :)).

Alat pemecah keramik elektrik
Alat pemecah keramik elektrik
Ini yang manual
Ini yang manual

Wew…pelajaran hari ini: ternyata memasang keramik itu bukan hal mudah, harus mempertimbangkan presisi, jadi antara ukuran keramik, dinding, dan border harus seimbang. Kata tukang saya, besar atau kecilnya keramik, yang penting harus presisi dan itu tergantung dari pemasangnya. Dan untuk urusan ini, saya percaya percaya kepada sampean saja Pak! :d

2 thoughts on “Memotong keramik

  1. wah pelajaran baru tuh berarti…. saya sudah pernah coba memasang kramik untuk kamar sendiri, dah hasilnya kayak jalan raya dipegunungan, belok-belok kramiknya… hahahaha

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *