Kucing Hoki

Apakah kamu percaya keberuntungan? Dari mana datangnya keberuntungan? Dari keyakinan, optimisme, kerja keras, iman, atau dari sebuah benda entah itu koin, kalung, cincin, atau bahkan ikan, yang katanya bisa memperlancar jalan menuju keberuntungan. Tapi bagiku keberuntungan itu hanya sebagian dari nasib baik, yang ga tau datangnya dari mana, karena hal itu masih sumir bagiku, untung seneng,, buntung ya nelongso.

Tapi minggu kemarin, saat aku jalan2 ke pasar, aku melihat ada sedikit perbedaan sudut pandang dari cara menilai keberuntungan itu sendiri. Saat aku mampir ke sebuah toko karpet di daerah Pecinan, di atas meja kasir ada satu patung kucing berwarna emas dengan salah satu tangan (kiri jika tak salah) terus bergoyang. Goyang di sini adalah melambai, bukan bergoyang dengan gaya tak beraturan, tapi melambai dari belakang ke depan.

Penasaran dengan patung kucing cantik itu, aku terus melihat dan mengelusnya, dan membuat pemilik toko akhirnya berkata bahwa itu adalah patung keberuntungan, yang disebutnya zhao cai mao dan lambaiannya itu untuk memanggil pembeli, wah!

Tak puas dengan penjelasan itu, aku bertanya pada bapakku yang kebetulan banyak menghabiskan paruh hidupnya dengan bekerja pada juragan yang bermata sipit dan berlogat Han-zhe. Menurutnya patung kucing itu hanyalah salah satu dari beberapa barang yang bisa membawa keberuntungan bagi orang Cina. Benda lain yang membawa hoki bisa berupa patung kodok emas yang terbuat dari emas murni, yang biasanya di bagian bawah patung si kodok ada pecahan receh² yang juga berwarna emas. Ada juga patung dewi Kwam Im, yang akan membawa berkah dan keberuntungan bagi pemilknya.

Aku tak begitu yakin dengan hal itu, tapi bagi orang Cina mungkin hal tersebut sifatnya sakral, dan sangat membantu kelancaran usaha mereka. Bagaimanapun aku tetap salut dengan keyakinan mereka, mungkin keyakinan itu sendiri yang membawa keberuntungan bukan dari wujud bendanya.

Jadi ingat dengan warungku yang beberapa waktu lalu sepi pembeli, dan kemudian kembali banjir pembeli saat pindah lokasi, padahal waktu itu kita ga bawa patung kucing, kodok, ataupun semar. Tapi jadi laris karena lebih terletak pada lokasi dan juga kualitas barang yang kita jual.

Jadi kalau gitu apakah benar barang bisa jadi media untuk memperlancar datangnya keberuntungan itu sendiri, atau hanya keyakinan dan nasib dari kita. Mmmm…dunno lha, yang jelas sampai saat ini aku juga tak memiliki barang yang bisa mendatangkan keberuntungan, kecuali kertas bernominal rupiah atau dolar :d.

4 thoughts on “Kucing Hoki

  1. satu patung kucing berwarna emas dengan salah satu tangan (kiri jika tak salah) terus bergoyang. Goyang di sini adalah melambai, bukan bergoyang dengan gaya tak beraturan, tapi melambai dari belakang ke depan.

    Pasti sama persis dengan yang di warnetnya pueyeq ;))

  2. Di tempat jual bakso urat di samping rumah, juga ada patung kucing yang dimaksud, dan aku yang pertama kali goyangin tangannya yang sampe sekarang gak berhenti..

    emang sih, lumayan laris.. padahal daerah situ paling susah kalo dibuat jualan..

    tapi jangan sampai menganggap kucing itu yang bikin laris deh.. tapi karena emang udah rejekinya gitu,

    “biar gak syirik”

  3. wah aku juga suka sama kucing emas yang tangannya goyang2, lucu, cuma kalo ke toko pasti patungnya ga dijual, setiap ketemu di toko tu kucing pasti ga dijual … ada yang tau dapetnya/belinya di mana?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *