Hello World

Hari masih gelap, tak biasanya inangku bangun dan mandi. Meski air hangat mengguyur diriku, tapi aku tetap kedinginan dan kaku. Inang selalu menghangatkanku dengan mengusap-usap perut, membuatku nyaman dan kembali tertidur.

Air hangat membuatku sangat lapar, aku menendang-nendang, mengirim kode yang biasanya mudah dibaca inang. Entah kenapa, inang tak meresponku, tak ada asupan yang bisa kuhisap. Aku lapar :(.

Aku meringkuk kaku, menghisap tangan dan kembali terlelap sambil berharap inangku mengirim makanan.

Belum juga nyenyak tidurku, aku terlonjak kaget mendengar bunyi berisik berdentum2, rasanya sangat dekat sekali. Aku menendang-nendang gelisah. Bunyi itu semakin aktif seirama detak jantungku, entah bunyi apa itu, tapi aku tak menyukainya dan kali ini inangku tak juga menenangkanku, tak ada elusan dan usapan hangatnya lagi.

Keanehan belum juga berakhir. Kini tak ada bunyi detak, tapi aku merasa kaku dan dingin, sedingin tubuh inangku. Aku mendengar inangku bicara, mendengar banyak suara2 asing yang tak pernah kukenal sebelumnya.

Aku tak bisa lagi tertidur, aku menunggu dalam diam, sampai aku merasa sebuah hentakan mendorong dan menarikku dengan keras. Aku berteriak dan dorongan itu terasa semakin keras, aku terdorong keluar dari tubuh inang yg hangat, aku berteriak sekeras mungkin, bingung dengan apa yg terjadi. Aku hanya bisa berteriak dan menangis.

Aku terus menangis dan kedinginan, sampai sesuatu membungkus tubuhku rapat-rapat, meletakkanku di atas tubuh inang. Aku mencium bau inang, aku merasa hangat bersamanya, sampai aku mendengar suara berkata: ‘ini anak ibu, laki-laki, tidak bisa imd karena kedinginan’.

Aku berpisah lagi dari inangku, aku kembali merasa dingin, lapar dan hanya bisa terus menangis.

Menangis, ya itu keahlianku saat ini, terutama saat lapar dan pantatku basah. Tapi kini, aku merasa nyaman setiap hari bisa memeluk dan menghisap dada inang, merasakan detak jantung dan kehangatannya. Rasanya benar2 kembali seperti masa lalu, saat-saat masih meringkuk di perut inang.

Kini statusku bukan lagi janin yang meringkuk di rahim inang, tapi bayi ganteng yang akan memanggil inang sebagai ibu dan partner inang sebagai bapak. Aku menyayangi mereka seperti mereka yang dengan cinta telah mengantarkanku membuka mata, bernafas dan berkata: hello world!

Hello world!

Self story by me and our beloved son: Dives Veritas Bagaskoro (born on March 20th, 2013 at RSB Husada Bunda).

One thought on “Hello World

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *