Dulu..

Tadi siang dapat telp dari teman masa kecil, senang dan sekaligus aneh.

Senang karena hampir 3 tahun kita tidak berjumpa, dan obrolan 20 menit cukup menghangatkan masa lalu kita yang suram. Ya, banyak suka dan duka kita lalui berdua, sampai pada klimaksnya aku dimarahin ayahmu gara-gara kamu jadi ibu dadakan di saat dan waktu yang tak terduga.

Aneh, karena hanya dia satu-satunya teman kecilku yang masih memanggilku ‘mbok’ dari kata Lembok (O dibaca seperti pada kata Ocean), sementara yang lainnya tetap memanggilku Ta, dari nama Rita. Dia tetap memanggilku ‘mbok’, sampai detik kita ngobrol dan saling menanyakan kabar, tak ada yang berubah dengan logat dan intonasi dia mengucapkan kata ‘mbok’, semua tetap sama, hanya suaranya yang terdengar lebih dewasa.

Dulu, tetanggaku kerap memangilku Lembok, mungkin karena aku terlalu montok dan menggemaskan. Meski jelek banget terdengar di kuping, tapi aku menyukainya, entah kenapa. Terdengar unik, aneh, nyeleh sekaligus murahan, karena katanya nama itu adalah nama seorang emban di pewayangan yang badannya super gemuk (aku tak begitu yakin, karena itu hanya celutukan tetanggaku, yang bisa saja ngawur).

Panggilan itu juga kerap membuatku sakit, dan jangan berharap aku akan menoleh saat nama itu disematkan padaku. Konyol memang, tapi itu dulu, saat masih kanak-kanak yang kerap kali bertingkah ga masuk akal.

Tapi kini, saat nama itu diucapkan lagi, aku tak marah ataupun sakit hati, ada rasa bahagia dan merasa dilempar kembali ke masa kecil yang indah, yang tak akan terulang lagi.

Ya, mendadak aku kangen kamu pal :).

One thought on “Dulu..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *