Archive for the ‘Uncategorized’ Category

Dulu..

Tuesday, November 11th, 2008

Tadi siang dapat telp dari teman masa kecil, senang dan sekaligus aneh.

Senang karena hampir 3 tahun kita tidak berjumpa, dan obrolan 20 menit cukup menghangatkan masa lalu kita yang suram. Ya, banyak suka dan duka kita lalui berdua, sampai pada klimaksnya aku dimarahin ayahmu gara-gara kamu jadi ibu dadakan di saat dan waktu yang tak terduga.

Aneh, karena hanya dia satu-satunya teman kecilku yang masih memanggilku ‘mbok’ dari kata Lembok (O dibaca seperti pada kata Ocean), sementara yang lainnya tetap memanggilku Ta, dari nama Rita. Dia tetap memanggilku ‘mbok’, sampai detik kita ngobrol dan saling menanyakan kabar, tak ada yang berubah dengan logat dan intonasi dia mengucapkan kata ‘mbok’, semua tetap sama, hanya suaranya yang terdengar lebih dewasa. (more…)

Hampir setahun

Sunday, July 27th, 2008

Kurang 12 hari lagi, genap satu tahun bapak menderita stroke. Penyakit yg benar-benar menguji kesabaran pasien dan orang² di sekitarnya. Tidak sedikit pengobatan yg sudah dicoba mulai yg rasional sampai yang ‘ajaib’, semuanya mengalir tanpa hasil maksimal.

Terakhir kali, pengobatan nyeleneh yang didapat bapak dari rujukan salah seorang pasien di sebuah pijat alternatif di dekat rumahku, sebuah pengobatan alternatif dalam bentuk pijat syaraf kaki yang dijalani bapak sekitar 1 bulan ini. Dari info pasien tersebut, bapak dianjurkan merendam kaki/tangannya dalam baskom berisi es batu seberat 1 kg, 2 sendok makan merica bubuk, 1 liter minyak tanah, dan 2 butir air perasan jeruk nipis dicampur jadi satu. Ritual merendam ramuan aneh ini dilakukan 2 x sehari. (more…)

A Father’s Affair

Saturday, April 28th, 2007

Sudah hampir sebulan puasa belanja buku, dan minggu lalu akhirnya pergi ke Gramedia book store. Tidak ada niatan untuk membeli tapi hanya survei dan membuat list buku² apa saja yang akan kubeli jika dana mencukupi.

Seperti biasa, menuju bagian New Release, rak Diskon, sastra, baru ke rak² lainnya. Banyak buku baru dan rata² membuat bernafsu untuk membuka segelnya. Tapi ga jadi karena banyak hari itu penjagaan lebih diperketat dibanding hari biasanya, maklum weekend. (more…)

Kopi Asin

Wednesday, February 21st, 2007

Seorang pria bertemu dengan seorang gadis di sebuah pesta, si gadis tampil luar biasa cantiknya, banyak lelaki yang mencoba mengejar si gadis. Si pria sebetulnya tampil biasa saja dan tak ada yang begitu memperhatikan dia, tapi pada saat pesta selesai dia memberanikan diri mengajak si gadis untuk sekedar mencari minuman hangat. Si gadis agak terkejut, tapi karena kesopanan si pria itu, si gadis mengiyakan ajakannya.

Dan mereka berdua akhirnya duduk di sebuah coffee shop, tapi si pria sangat gugup untuk berkata apa-apa dan si gadis mulai merasa tidak nyaman dan berkata, “Kita pulang aja yuk…?”.

Namun tiba-tiba si pria meminta sesuatu pada sang pramusaji, “Bisa minta garam buat kopi saya?”
Semua orang yang mendengar memandang dengan ke arah si pria, aneh sekali! Wajahnya berubah merah, tapi tetap saja dia memasukkan garam tersebut ke dalam kopinya dan meminumnya.

Si gadis dengan penasaran bertanya, “Kenapa kamu bisa punya hobi seperti ini?” (more…)

Hassanku

Saturday, December 9th, 2006

“Sesuatu yang terjadi dalam beberapa hari, kadang-kadang bahkan dalam sehari, bisa mengubah keseluruhan jalan hidup seseorang” (Khaled Hosseini, The Kite Runner)

Aku jatuh cinta pada Hassan, Hassan yang lugu, Hassan yang mendewakan persaudaraan, persahabatan, kasih sayang, dan kesetiaan. (sedikit kekaguman pada salah satu tokoh dari sebuah buku yang aku beli beberapa hari lalu).
(more…)

Hi…its me!

Friday, November 10th, 2006

Dear Teman,

Bersama ini diberitahukan bahwa alamat blog: aku-dan-senja.blogspot.com sudah berakhir masa baktinya. Pensiun dini? Bukan! lebih tepatnya dipensiunkan karena sebab yang hanya bisa dijelaskan dalam hati, dalam artian hanya pemilik yang mengetahui alasan di balik berakhirnya blog tersebut.

Bukan hal yang mudah menyudahi sebuah lembar perjalanan, mengingat banyak kisah sedih, bahagia, bahkan memalukan terangkum dalam setiap pagenya. Meski bisa dibilang semuanya hanya postingan yg sifatnya personal, tapi tetap ada sedikit keengganan untuk menyudahinya.

But that’s Ok. Ada akhir, tentu juga ada awal, dan saya secara pribadi mohon maaf jika selama ini ada kesalahan kata, komen, sindiran, postingan atau apapaun yang membuat sakit bagi mereka yg merasa tersakiti, meski itu bukan sebuah kesengajaan, tapi sebuah keseriusan.

Buat Senja, thx banyak atas perjalanan dan kisah yang pernah kamu goreskan. Mungkin kita bisa mengawalinya dengan sesuatu yg jauh lebih indah. Dan aku akan mencoba tetap menjadi langitmu, meski tak lagi seluas yang dulu, tapi aku akan mencoba tetap menjadi langit, meski sekarang sudah ada pelangi.

Buat mereka (parjo, ferdi, penyu, uphiet, venus) yang sudah bersedia mengiklaskan diri memberikan comen, cacian dan pujian , thanks banget, Tuhan memberkati.

cheers,
Bazz

Om Khalid

Tuesday, October 31st, 2006

Setelah beberapa bulan penasaran dengan THE KITE RUNNER akhirnya kemarin bisa juga memiliki buku karya Khaled Hosseini, yang lumayan fenomenal di Amerika. Ya mungkin agak sedikit basi baru memiliki novel ini, mengingat novel ini udah beredar Maret 2006 lalu, tapi apa daya, baru bisa beli sekarang.

Seperti biasanya, nafsu selalu naik kalo lihat buku² baru apalagi ada embel2nya best seller, padahal inti utama berkunjung ke book store hanya pengen beli bukunya Om Khaled sekalian ‘cuci mata’, tapi nafsu membuka segel seabreg buku ga juga bisa direm. Alhasil, 5 buah buku sukses lepas dari bungkusnya, meski melakukan aksi ini harus jauh2 dari jangkauan pak satpam dan mbak pelayan toko buku, kalo ga pengen ditegur di tempat.

Ada sedikit rasa bersalah saat menelanjangi mereka, meski aku tahu ga ada peringatan di atas rak yang menyebutkan ‘Membuka segel berarti membeli’, hanya sebuah tulisan “pelaku tindak pencurian akan ditindak secara hukum’, jadi aku pikir sah-sah saja membedah kulit luarnya, untuk meminimalkan rasa kecewa sebelum terlanjur membeli. Tapi ujung2nya, tetap aja mantap beli Pengejar Layang-Layang, meski pengen beli To Kill a Mockingbird dan The Pillars of the Earth-nya Ken Follett.

Belum begitu banyak yg bisa aku ambil dari buku karya imigran Amerika keturunan Afgan ini, baru baca dua bab, udah keduluan bikin liur di bantal. Tapi dari comen² yg tertulis di cover dan di bagian dalamnya, novel ini terasa begitu powerfull, stunning, vivid, startling, dan a haunting morality tale (USA Today).

*rush to go home*

Pi…

Wednesday, May 10th, 2006

Baru jumpa kamu kemarin malam, menyapamu sebentar dan akhirnya kuputuskan membawamu pulang. Penuh semangat kulepas pelindungmu, kubiarkan jemariku menjelajah dirimu, lumayan berisi dan halus. Mmmm…rupanya mereka tau bagaimana menciptakan dirimu, dan aku harap ‘isi’ mu sebagus kulitmu. Sebelum jatuh tertidur aku mencoba mengenalmu sebentar, sayang belum begitu lama kita bermesraan aku dah ga kuat…zzzzzzzz….

Pi, hari ini kamu udah berhasil memberiku semangat mematikan pc dan bergegas keluar dari opis. Aku begitu ingin menyentuhmu dan menyatukan diriku dalam imajinasimu. Pi, I miss u :)