Category Archives: Teh Hangat

Cerita Sate Bulayak Lombok

Sate Bulayak bisa jadi salah satu makanan khas Lombok yang hanya bisa dijumpai di Lombok, beda dengan ayam taliwang dan plecing kangkung yang sudah umum dijual di berbagai kota.

Mudah sekali menemukan penjual sate bulayak di jalan² besar kota Lombok maupun di  kawasan Senggigi. kebetulan, saya makan sate bulayak di pinggiran  pantai coco beach, area pantai Krendengan, Senggigi.

Continue reading Cerita Sate Bulayak Lombok

Pasar dan Sepasang Kaki

Gatal tak lagi dirasakannya meski beberapa semut berjalan berderet-deret melewati punggung kaki dan beringsut menuju remahan nasi tak jauh dari kakinya. Kaki-kaki kekar tanpa alas berjalan mondar-mandir melangkah di antara sepasang kaki telentang.

Sepasang kaki itu sangat kotor, hitam, penuh bekas luka koreng dan kapalan, tapi terlihat kuat. Kaki itu tak pernah mengeluh meski dini hari tadi harus berjalan puluhan kilometer menuju pangkalan pick-up yang siap mengantarnya ke pasar.  Continue reading Pasar dan Sepasang Kaki

Membeli Iba

Langit mulai mendung, dengan langkah bergegas dia mulai memasuki minimart yang tak jauh dari rumahnya. Di benaknya hanya ada dua hal, membeli beberapa barang dan pulang. Belum sempat tangannya membuka pintu minimart, matanya melihat seorang pria tua dengan pikulan berisi gambang yang nampaknya belum laku, duduk bersila di sudut minimart, di sebelah tumpukan tabung-tabung gas dan galon air mineral. Dia diam sejenak, mengacuhkannya dan berlalu masuk ke minimart.

Dari dalam minimart, dia melihat seorang ibu menggandeng gadis kecil datang menghampiri si penjual gambang. Ada senyum mengembang di wajah gadis kecil itu. Dia asyik memukul-mukul gambang dengan tongkat pemukul. Tak lama senyum itu menjadi tangis, saat si ibu menyeretnya kembali ke jalan, berlalu meninggalkan gambang-gambang yang berantakan. Continue reading Membeli Iba

Seberapa Besar Awanmu?

Siang cukup terik, namun dengan semangat beliau berjalan dengan langkah lebar-lebar. Kedua tangannya saling membenturkan pantat dua bak plastik ukuran sedang yang mengeluarkan bunyi bak buk bak buk yang cukup keras. Sementara kepalanya bertopi sejumlah bak plastik berbagai ukuran yang disusun dari yang terkecil sampai terbesar.

Beliau tak hanya menahan beban hidup dengan berjualan bak dari kampung ke kampung, tapi juga menahan beban berat setumpuk bak plastik di kepala. Continue reading Seberapa Besar Awanmu?

Naik Becak

Namanya Moerdani, usianya di atas 65 tahun, memiliki 4 anak yang semuanya sudah menikah. Tinggal di Muharto, Malang, meski aslinya adalah orang Tulungagung. Tapi sudah merasa jadi orang Malang karena tinggal di Malang selama lebih dari 20 tahun lebih.

Mengayuh becak adalah profesi yang dijalananinya selama 10 tahun terakhir, sejak tahun 2000 yang kala itu masih menarik becak milik juragannya. Tapi pertengahan tahun 2005, Pak Moerdani sudah bisa memiliki becak sendiri dengan jalan mengangsur selama setahun. Continue reading Naik Becak