September 1st, 2010
266.
Saya memang terlahir dengan bakat rajin menabung, sekecil berapun nilainya pasti akan saya tabung tanpa ada tujuan pasti. Kebiasaan ini berlangsung sampai saat ini dan dengan pedenya saya selalu merasa kaya dengan menabung. Tapi keyakinan itu mulai meluntur dengan turunnya nilai uang dibarengi melonjaknya harga barang dan ga sepadan dengan nilai uang yang saya tabung.
Dulu saat masih SD saya selalu menyisihkan Rp5-25rp dari uang saku saya, dan berangkat ke Toko Buku Lengkap jika duitnya cukup untuk membeli buku incaran saya. Saat ini kebiasaan menyimpan receh tetap saja jalani, semua koin yang nyangkut di saku baju selalu berakhir di celengan kaleng susu bekas atau kalau ga berakhir di kantong tukang parkir.
Read the rest of this note »
Tags: mimpi, tabungan
Noted down in Bazzberry, MyDay | Permanent link
August 29th, 2010
267.
Pascabajir lokal di kamar saya pada 21 Agustus lalu, ada satu pertanyaan dari ibu yang kala itu membantu saya membersihkan kamar. Kamu ini suka baca buku atau pengumpul buku? Nah, saya langsung bilang ’suka membaca lah’, sambil memilah-milah buku basah dan buku kering.
Setelah aktifitas mengeringkan kamar selesai, saya jadi berpikir ulang, apa benar saya suka membaca? Jika ditilik dari tumpukan buku yang saya miliki berapa banyak yang sudah saya baca? Sepertinya masih 30%nya saja dan aktifitas membaca lebih sering saya lakukan saat weekend atau setiap hari menjelang tidur sebelum akhirnya terlelap dimakan bantal.
Read the rest of this note »
Tags: buku, hobi
Noted down in Baca-Baca, Bazzberry, MyDay | Permanent link
April 20th, 2010
245.
Tawa kegirangan, teriakan bocah, musik anak-anak, terdengar hiruk pikuk di telinga dan memaksa saya melangkah ke depan rumah untuk melihat asal keramaian instan tersebut. Ternyata keponakan saya yang baru berusia 17 bulan sedang naik odong-odong yang diparkir di teras rumah.
Dengan wajah riang, senyum lebar, liur menetes, dan kadang juga ekspresi ketakutan saat kakinya lepas dari pijakan, ponakan saya tampak begitu menikmati odong-odong sementara tukang odong-odong terlihat cukup lelah sambil sesekali menyeka peluh di dahi.
Sambil melihat tingkah ponakan yang kegirangan dan berayun naik turun di salah satu mainan odong-odong berbentuk bebek, saya ngobrol-ngobrol dengan tukang odong-odong yang tengah mengayuh sambil mengipas-ngipas badan dengan topinya.
Read the rest of this note »
Tags: keponakan, manusia, odong-odong
Noted down in Bazzberry, MyDay | Permanent link
March 25th, 2010
247.
Musik adalah bahasa universal yang menyatukan individu lintas profesi, generasi dan nasib. Jadi tak heran jika di setiap event musik berskala akbar, beragam kepentingan terkait nasib hidup tumplek blek di satu area. Ya, seperti halnya gelaran JJF 2010 lalu, banyak pedagang makanan, kaos, tukang parkir, taksi, calo tiket, berebut mencari pelanggan.
Salah satunya yang mencuri perhatian saya adalah kerak telor. Setiap lewat pedagang kerak telor mata saya selalu tak bisa lepas dari jajanan gepeng yang dibakar di atas tungku ini. Akhirnya di hari terakhir saya menyempatkan diri membeli kerak telor di luar area JExpo Kemayoran. Ada cukup banyak pedagang kerak telor malam itu, dan saya memilih pedagang kerak telor yang berada tak jauh tempat saya berdiri yaitu Pedagang Kerak Telor Kelompok Bapak Omas Depan Lapak Kios C-7 No: 38.
Selintas saya berpikir, panjang sekali nama dagangannya, tak seperti pedagang kaki lima di kota saya yang biasanya hanya menulis 3-4 kata saja untuk melabeli dagangan mereka. Untung antrian kerak telor tak sepanjang tulisan nama dagangan yang terpasang di bagian atas rombong rotan mengingat saya sudah cukup lapar.
Read the rest of this note »
Tags: jakarta, jjf, kerak telor
Noted down in Bazzberry, Jalan-Jalan, MyDay | Permanent link
February 19th, 2010
230.
Seorang rekan kerja bertanya, siapa aktor Indonesia yang paling seksi, yang badannya bisa membuat wanita ngiler dan bahkan lumer. Bagi saya, istilah seksi itu relatif, bisa dari body, otak, attitude, moral dan isi kantong. Nah, tapi akan jadi sulit saat kelima syarat itu ditujukan untuk pesohor. Jika dipaksa memilih, mungkin saya akan memilih 5 orang pesohor yang menurut saya cukup seksi, dalam kapasitas saya sebagai pengamat (bukan hardly-fans), dan kewajiban membantu rekan kerja saya:
Read the rest of this note »
Tags: pria, seksi
Noted down in MyDay | Permanent link
December 7th, 2009
213.
Bagi sebagian orang pasar tradisional adalah tempat bertemunya penjual dan pembeli, tempat kucing berburu sarapan, tempat petugas kebersihan menimbun sampah, tempat bertanah becek yang membuat ibu-ibu bersandal hak tinggi menggerutu hanya karena hak sandal mereka tenggelam di tanah lembek. Pasar juga jadi forum debat pedagang tempe, tape, jamur, singkong untuk sekedar ngobrol masalah politik dan lingkup terkaitnya. Pasar pun bisa jadi tempat yang ideal bagi pegawai toko sandang dan pembantu RT, saling jatuh cinta (eh, kalau yang ini pengalaman tetangga saya). Apapun bisa terjadi di pasar, sebuah tempat yang memang menjadi ujung pangkal penawaran dan permintaan beragam aktivitas hidup kita.
Tentu saya ga akan ngobrol tentang pasar, tapi lebih tentang seorang ibu yang saya jumpai di pasar dekat rumah beberapa waktu lalu. Saya tak akan menyebut beliau kurang waras, atau gila, karena terdengar kasar bagi saya. Tapi saya lebih memilih menyebut beliau kurang tahan dengan cobaan hidup. Bisa jadi hutangnya banyak, ditinggal selingkuh suami, feeling distraught for being old, dan beragam problema lain yang ga seorang pun tahu kecuali keluarganya sendiri.
Read the rest of this note »
Tags: manusia, pasar
Noted down in MyDay | Permanent link
November 21st, 2009
171.
Ada yang salah dengan kaki saya? Kenapa dengan kaki? Sebuah pertanyaan balik yang kerap saya lontarkan pada teman-teman saya yang sering kali bertanya tentang image kaki yang saya pasang di berbagai avatar messenger, email, maupun jejaring sosial.
Ya, dibanding potret diri, saya lebih suka memotret kaki terbungkus sepatu dan kaos kaki. Tidak ada yang aneh bagi saya, hanya terasa unik dan senang melihat kaki yang telah menemani langkah saya selama hampir 30 tahun lebih. Saat bepergian saya tak pernah melewatkan memotret kaki saya, setidaknya sebuah penghargaan bagi dua anggota badan paling bawah ini setelah lelah menopang berat tubuh saya yang memang tidak proporsional.
Bagi saya, kaki adalah sahabat setia yang telah membantu saya beraktivitas mulai dari membuka mata sampai menutup mata. Kaki juga menjadi bagian penting dari secuil kisah hidup saya, yang membawa saya belajar merangkak sampai belajar menendang orang.
Read the rest of this note »
Tags: kaki, manusia
Noted down in MyDay | Permanent link
October 19th, 2009
161.
Tidak pernah terpikirkan sebelumnya dalam benak saya untuk menitipkan sepeda pada orang yang tidak saya kenal, tapi hampir setiap hari saya melakukan hal itu. Ya, kasarannya saya parkir sepeda. Tidak gratisan sih, tapi harus membayar sekitar 500 – 1000 rupiah untuk sekali titip sepeda atau bisa jadi 2000 jika saya juga nitip helm.
Tapi tidak masalah jika saat saya mengambil sepeda, si tukang parkir membantu menarik sepeda saya yang kadang posisinya terhimpit dengan sepeda² di sebelahnya dan cukup menyulitkan saya. Sayangnya tidak semua tukang parkir memiliki kepedulian kepada pelangganya. Ada kalanya mereka justru duduk ngobrol dengan teman mereka dan membiarkan pelanggan susah payah mengeluarkan sepeda miliknya.
Read the rest of this note »
Tags: manusia, parkir
Noted down in MyDay | Permanent link
July 14th, 2009
149.
Pohon, jangkrik mengerik, gemericik air adalah romantika masa lalu yang luar biasa bagi saya dan keluarga. Alangkah nikmatnya bisa memiliki dua hal itu sekaligus dalam satu waktu. Bagi kami, rumah tidak sekedar tempat numpang tidur, tapi juga tempat bertemu keluarga, berbagi cerita, suka dan duka. Rumah juga satu paket dengan alam, lingkungan dan juga tetangga sekitar.
Dan kami sadar menjemput rumah impian dibutuhkan perjuangan yang cukup panjang, setidaknya untuk tinggal di rumah yang baru kita tempati dua bulan yang lalu. Tak hanya memeras keringat, tapi juga memutar otak saat harus mencari pinjaman berbungan lunak untuk DP ngutang ke bank, negosiasi dengan makelar sampai mengurus tetek bengek berlembar-lembar dokumen hitam di atas putih harus saya lakukan sendiri, tapi semua terbayarkan dengan sebuah rumah yang menjadi impian bapak sejak 20 tahun lalu.
Bukan rumah gedong berpilar tinggi, tapi hanya rumah sederhana dengan halaman cukup luas dengan keteduhan pohon rambutan di sudut kiri rumah. Pohon itu sudah ada di sana sejak kami pindah, dan pemilik rumah lama meminta kami untuk tidak menebang pohon itu, karena banyak kenangan di sana.
Read the rest of this note »
Tags: mimpi, rumah
Noted down in MyDay | Permanent link
March 13th, 2009
141.
15 menit yang lalu, saya pergi menebus resep ke Apotek di dekat rumah saya. Pembeli yang ada saat ini lumayan banyak, jadi saya harus mengantri di urutan ke enam sebelum obat pesanan saya selesai diramu.
Bisa dimaklumi, selain karena jadi toko obat paling lengkap di Sawojajar, apotek ini juga menjual CD, baby clothes, dan persewaan alat pesta. Jadi orang datang ga hanya berburu kesembuhan tapi juga butuh hal lain.
Lumayan lama saya mengantri, akhirnya saya memilih duduk di deretan bangku berwarna merah di samping kotak amal, dan di sebelah kursi yang ada setumpuk majalah & tabloid yang ga tahu milik siapa.
Read the rest of this note »
Tags: bahasa, buku, Kawan
Noted down in MyDay | Permanent link