Category Archives: MyDay

Aku Lapar, Aku Kabur

Hari masih gelap, belum terlihat secarik sinar di kelamnya langit, tapi kenapa perutku mulai merintih lapar. Aku melihat ketiga bocahku terbangun dari tidurnya.

Si sulung turun ke lantai dasar, menuju tempat air dan minum dengan lahapnya. Si tengah tampak sedang asyik bermalas-malasan sambil merentangkan kedua tangan dan kakinya saling berjauhan. Aku tertawa melihatnya, dia tampak seperti guling yang gemuk. Sementara si bungsu melangkah tertatih mendekatiku, meringkuk di pelukku dan menghisap dadaku yang tak lagi lancar mengalirkan susu.

Ya…aku lapar…tak ada banyak susu untukmu anakku :(.

Continue reading Aku Lapar, Aku Kabur

Respon Dendeng Berjamur

Idealnya berapa lama komplain dari pelanggan harus di-follow-up? Sesegera mungkin! Saya akan menjawab seperti itu karena kebiasaan bekerja di media online yang dituntut berpikir & bertindak cepat. Tapi tidak semua pelaku usaha cepat tanggap dengan keluhan pelanggan, bahkan butuh waktu cukup lama untuk merespon keluhannya.

Mengapa? bisa jadi terlalu banyak layer dalam perusahaan yang memiliki banyak anak cabang. Contohnya, saat saya komplain dendeng berjamur yang saya beli di Giant beberapa hari lalu. Jangka pengaduan dan follow-up berjarak satu minggu sejak komplain dilayangkan ke akun social media mereka. Continue reading Respon Dendeng Berjamur

Dendeng Sapi Berjamur

Siapa yang tak kenal dendeng, daging berbentuk lembaran tipis kaya protein ini cukup populer di kalangan anak kos atau para adventurer karena keawetannya. Menyantap dendeng sapi dengan nasi putih hangat ditemani sambal terasi sungguh terasa nikmat di lidah. Sayang, dendeng yang saya beli minggu lalu tak sesuai dengan harapan.

Tepatnya hari Selasa (17 Juli 2012), saya dan nengbiker, salah seorang teman kantor, jalan-jalan ke supermarket Giant Araya, yang jaraknya tak kurang dari 300 meter dari kantor saya. Kita membeli beberapa barang, termasuk cumi asin dan dendeng sapi gurih yang dipajang di etalase bersuhu dingin. Continue reading Dendeng Sapi Berjamur

Curhat Suami

Pagi masih dingin, matahari sudah beranjak bangun dari selimutnya yang kelam. Aku sudah selesai memandikan si kujang beberapa menit lalu. Mandi di sini hanyalah menyemprotinya dengan air bersih, agar bulunya tetap bersih dan berkilat. Memberinya pelet dan pisang kepok kesukaannya. Aku bersiul, Kujang pun ikut bersiul. Kita memang pasangan yang kompak.

Hari ini aku dan Kujang akan pergi ke lapangan di dekat balai kota, untuk mengadu suara dan bulu. Aku yakin, hari ini Kujang pasti bisa mengalahkan Luli, si murai milik Agus yang selalu jadi primadona. Sementara si Kujang, jenis kenari yang usianya belum 1 tahun, selalu jadi underdog. Continue reading Curhat Suami

Deadline!

Deadline…deadeline…deadline! Ternyata bukan hutang saja yang membuat waktu terasa pendek, tapi juga deadline pekerjaan. Di satu sisi saya suka di-deadline, karena membuat pekerjaan lebih teratur dan bisa mikir kreatif, tapi di sisi lain saya jadi menggampangkan waktu, karena merasa waktu bekerja masih lama, jadi sekarang santai-santai dulu deh. Dan ujung-ujungnya, jadi kewalahan.

Ada anggapan jika kepepet, kerja jadi lebih produktif, saat deadline kreativitas jadi cemerlang. Saya membenarkan anggapan itu, dan saya yakin banyak yang sehaluan dengan saya, terutama mereka yang bekerja di bidang kreatif. Continue reading Deadline!