<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>bazz &#187; MyDay</title>
	<atom:link href="http://bazzcethol.com/category/myday/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://bazzcethol.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Sun, 01 Jan 2012 18:25:14 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.1</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Selamat Pagi 2012</title>
		<link>http://bazzcethol.com/2012/01/selamat-pagi-2012/</link>
		<comments>http://bazzcethol.com/2012/01/selamat-pagi-2012/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 01 Jan 2012 11:10:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bazz</dc:creator>
				<category><![CDATA[MyDay]]></category>
		<category><![CDATA[galaxy s2]]></category>
		<category><![CDATA[manusia]]></category>
		<category><![CDATA[pasar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bazzcethol.com/?p=623</guid>
		<description><![CDATA[Tak seperti tahun baru sebelumnya, saya selalu menghabiskan hari di kasur setelah bedagang sampai pagi. Tapi di hari pertama tahun ini, saya hanya tidur 3 jam saja dan bangun pagi-pagi hanya untuk pergi ke pasar tradisional. 
Sisa kemeriahan masih terasa pagi itu, dan terlihat jelas dari kondisi pasar yang sepi. Beberapa bedak (stan jualan) terlihat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tak seperti tahun baru sebelumnya, saya selalu menghabiskan hari di kasur setelah bedagang sampai pagi. Tapi di hari pertama tahun ini, saya hanya tidur 3 jam saja dan bangun pagi-pagi hanya untuk pergi ke pasar tradisional. </p>
<p>Sisa kemeriahan masih terasa pagi itu, dan terlihat jelas dari kondisi pasar yang sepi. Beberapa bedak (stan jualan) terlihat kosong ditinggalkan penjualnya yang mungkin masih terlelap. Penjual ikan segar pun bisa dihitung jari, bedak lebih banyak diisi penjual sayur dan jajanan pasar. Sementara toko-toko kelontong hanya beberapa saja yang buka. </p>
<p>Sayang saya tak bisa mengabadikan berbagai sudut pasar, karena sibuk membawa barang belanjaan yang cukup berat. Beberapa foto berikut saya sempatkan capture saat berhenti di sebuah bedak, dan ada waktu meletakkan kantong plastik yang ukurannya sudah mulai menggemuk. <span id="more-623"></span></p>
<div id="attachment_624" class="wp-caption aligncenter" style="width: 460px"><img src="http://bazzcethol.com/wp-content/uploads/2012/01/bazz-galax1.jpg" alt="pedagang ember di pinggir jalan masuk pasar" title="bazz-galax1" width="450" height="338" class="size-full wp-image-624" /><p class="wp-caption-text">pedagang ember di pinggir jalan masuk pasar</p></div>
<div id="attachment_626" class="wp-caption aligncenter" style="width: 460px"><img src="http://bazzcethol.com/wp-content/uploads/2012/01/bazz-galax4.jpg" alt="Bedak-bedak kosong yang ditinggal libur pemiliknya" title="bazz-galax4" width="450" height="338" class="size-full wp-image-626" /><p class="wp-caption-text">Bedak-bedak kosong yang ditinggal libur pemiliknya</p></div>
<div id="attachment_628" class="wp-caption aligncenter" style="width: 460px"><img src="http://bazzcethol.com/wp-content/uploads/2012/01/bazz-galax3.jpg" alt="kesibukan pedagang di awal 2012" title="bazz-galax3" width="450" height="338" class="size-full wp-image-628" /><p class="wp-caption-text">kesibukan pedagang di awal 2012</p></div>
<div id="attachment_629" class="wp-caption aligncenter" style="width: 460px"><img src="http://bazzcethol.com/wp-content/uploads/2012/01/bazz-galax6.jpg" alt="setumpuk hasil bumi penggerak ekonomi rakyat" title="bazz-galax6" width="450" height="338" class="size-full wp-image-629" /><p class="wp-caption-text">setumpuk hasil bumi penggerak ekonomi rakyat</p></div>
<div id="attachment_630" class="wp-caption aligncenter" style="width: 460px"><img src="http://bazzcethol.com/wp-content/uploads/2012/01/bazz-galax7.jpg" alt="sampah yang selalu mewarnai setiap sudut pasar" title="bazz-galax7" width="450" height="338" class="size-full wp-image-630" /><p class="wp-caption-text">sampah yang selalu mewarnai setiap sudut pasar</p></div>
<div id="attachment_631" class="wp-caption aligncenter" style="width: 460px"><img src="http://bazzcethol.com/wp-content/uploads/2012/01/bazz-galax2.jpg" alt="duet maut pembersih kotoran: tong sampah &amp; wastafel!" title="bazz-galax2" width="450" height="338" class="size-full wp-image-631" /><p class="wp-caption-text">duet maut pembersih kotoran: tong sampah &#038; wastafel!</p></div>
<div id="attachment_632" class="wp-caption aligncenter" style="width: 460px"><img src="http://bazzcethol.com/wp-content/uploads/2012/01/bazz-galax5.jpg" alt="si meong pun ikut berburu rezeki di pagi hari" title="bazz-galax5" width="450" height="338" class="size-full wp-image-632" /><p class="wp-caption-text">si meong pun ikut berburu rezeki di pagi hari</p></div>
<div id="attachment_633" class="wp-caption aligncenter" style="width: 460px"><img src="http://bazzcethol.com/wp-content/uploads/2012/01/bazz-galax8.jpg" alt="menjual seni demi sesuap nasi di pinggir pasar" title="bazz-galax8" width="450" height="338" class="size-full wp-image-633" /><p class="wp-caption-text">menjual seni demi sesuap nasi di pinggir pasar</p></div>
<p>Foto: BazzGalax &#8211; Setting: Backlight, ISO: None</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bazzcethol.com/2012/01/selamat-pagi-2012/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Courage</title>
		<link>http://bazzcethol.com/2011/08/courage/</link>
		<comments>http://bazzcethol.com/2011/08/courage/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 23 Aug 2011 16:37:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bazz</dc:creator>
				<category><![CDATA[MyDay]]></category>
		<category><![CDATA[lagu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bazzcethol.com/?p=497</guid>
		<description><![CDATA[Manowar &#8211; Courage
Album: Hell on Wheels
Some Want To Think Hope Is Lost See Me Stand Alone
I Can&#8217;t Do What Others May Want Then I&#8217;ll Have No Home
So For Now Wave Good-bye And Leave Your Hands Held High
Hear This Song Of Courage Long Into The Night
So For Now Wave Good-bye Leave Your Hands Held High
Hear This [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Manowar &#8211; Courage<br />
Album: Hell on Wheels</p>
<p>Some Want To Think Hope Is Lost See Me Stand Alone<br />
I Can&#8217;t Do What Others May Want Then I&#8217;ll Have No Home</p>
<p>So For Now Wave Good-bye And Leave Your Hands Held High<br />
Hear This Song Of Courage Long Into The Night<br />
So For Now Wave Good-bye Leave Your Hands Held High<br />
Hear This Song Of Courage Long Into The Night<span id="more-497"></span></p>
<p>And The Wind Will Bear My Cry To All Who Hope To Fly<br />
Hear This Song Of Courage Ride Into The Night</p>
<p>Battles Are Fought By Those With The Courage To Believe<br />
They Are Won By Those Who Find The Heart<br />
Find A Heart To Share<br />
This Heart That Fills The Soul Will Point The Way To Victory<br />
If There&#8217;s A Fight Then I&#8217;ll Be There I&#8217;ll Be There</p>
<p>So For Now Wave Good-bye, Leave Your Hands Held High<br />
Hear This Song Of Courage Long Into The Night<br />
And The Wind Will Bear My Cry To All Who Hope To Fly<br />
Lift Your Wings Up High My Friend Fearless To The End<br />
So For Now Wave Good-bye, Leave Your Hands Held High<br />
Hear This Song Of Courage Long Into The Night<br />
</em></p>
<p><strong>Note: </strong>saya sedang menyukai lagu di atas, meski saya bukan penikmat heavy metal kelas berat, apalagi yang bikin kuping berdengung-dengung. Sungguh itu bukan selera saya. Courage mengubah penilaian saya tentang Manowar. Manowar bukan hanya power metal band dengan vokal meraung-raung dan tubuh berotot para personilnya (<em>*ahem*, melihat beberapa cover albumnya sempat terpikir para personil Manowar ini adalah mantan atlit binaraga :d</em>). Tapi Manowar memberikan nilai lebih di setiap lirik lagunya dengan kisah-kisah mitologi nordik dan para pejuangnya. Bagi saya, Courage is a good song, good lyric, and optimistic tune.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bazzcethol.com/2011/08/courage/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Agen Koran Tertua di Malang</title>
		<link>http://bazzcethol.com/2011/08/agen-koran-tertua-di-malang/</link>
		<comments>http://bazzcethol.com/2011/08/agen-koran-tertua-di-malang/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 12 Aug 2011 16:42:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bazz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Baca-Baca]]></category>
		<category><![CDATA[MyDay]]></category>
		<category><![CDATA[bahasa]]></category>
		<category><![CDATA[buku]]></category>
		<category><![CDATA[manusia]]></category>
		<category><![CDATA[pria]]></category>
		<category><![CDATA[teman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bazzcethol.com/?p=491</guid>
		<description><![CDATA[Membaca sudah bagian dari aktifitas saya sehari-hari, dan sempat terpikir untuk punya toko buku, perpustakaan, atau bahkan sekedar agen koran. Tapi bagian terakhir itu membuat saya berpikir resikonya, setelah memahami seluk beluk usaha agen koran dan majalah.
Info ini saya dapat dari ngobrolan ringan dengan Aan pemilik Mukayat Agency, agency koran tertua di Malang. Mukayat Agency [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Membaca sudah bagian dari aktifitas saya sehari-hari, dan sempat terpikir untuk punya toko buku, perpustakaan, atau bahkan sekedar agen koran. Tapi bagian terakhir itu membuat saya berpikir resikonya, setelah memahami seluk beluk usaha agen koran dan majalah.</p>
<p>Info ini saya dapat dari ngobrolan ringan dengan Aan pemilik Mukayat Agency, agency koran tertua di Malang. Mukayat Agency yang terletak di jalan Kauman No.16 ini didirikan pada 1947 dan menjual beragam koran dan tabloid kelas nasional sampai koran kelas gurem, begitu juga dengan majalahnya. <span id="more-491"></span></p>
<p>Aan adalah putra pemilik agen (Mukayat), yang memutuskan untuk total meneruskan usaha bapaknya. Usaha bapaknya ini dimulai saat bapaknya jadi pengecer, loper, usaha bersama, sampai menjadi agen koran dan dipercaya menjadi ketua paguyuban toko buku bekas (di blok Majapahit). </p>
<p>Sayang, usaha agency tak seperti dulu lagi. Dulu penerbit masih menerapkan sistem kembali jika koran tak laku, tapi untuk koran nasional sistem saat ini menggunakan model beli. Jika beli 1 koli, tapi yang laku hanya separuhnya, otomatis sisa koran harus digudangkan. Tapi sistem ini tak berlaku bagi koran area lokal yang tetap menerapkan sistem lama (tak laku pun, koran bisa kembali). Sementara untuk majalah, jika tak laku hanya dikembalikan 45%nya saja. </p>
<div id="attachment_492" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><img src="http://bazzcethol.com/wp-content/uploads/2011/08/IMG00022-20110810-20041.jpg" alt="Aan - Mukayat Agency" title="IMG00022-20110810-20041" width="300" height="225" class="size-full wp-image-492" /><p class="wp-caption-text">Aan - Mukayat Agency</p></div>
<p>Saat ini yang jadi target utama Aan selain dagangannya laku adalah penjualan yang meningkat dan stabil untuk mencapai target akhir tahun dan dapat bonus. Meski hampir sebagian besar, bonusnya dalam bentuk parcel.</p>
<p>Ngobrol dengan Aan cukup menyenangkan, orangnya blak-blakan dan bertutur dengan gaya khas Malangan. Dia berbagi banyak hal tentang usaha agency, tentang masa lalunya sebagai aktifivis 98, tentang pertemuannya dengan istrinya, tentang mbahnya yang pensiunan tentara (seorang pahlawan kemerdekaan yang patungnya ada di daerah Sidoarjo), sampai pilihannya untuk menjadi agen koran meski banyak tawaran kerja yang cukup prestisius dari keluarganya. Maklum, dia terlahir dari keluarga yang cukup berada dan punya beberapa posisi penting. </p>
<p>Tapi Aan, tetap memilih jadi agen koran, pekerjaan yang membuatnya kenal dengan orang-orang media, penerbit, loper, pengecer, sampai pembaca. Aan mencintai pekerjaan warisan bapaknya meski harus bersaing dengan agen lain dan ketatnya aturan dari penerbit. Aan tetap setia, setia mendedikasikan hidupnya bersama bertumpuk-tumpuk koran di tokonya yang jadoel tanpa mengeluh, nriman, dan selalu senyum. </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bazzcethol.com/2011/08/agen-koran-tertua-di-malang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Iklan Modal Pede dan Yakin</title>
		<link>http://bazzcethol.com/2011/08/iklan-modal-pede-dan-yakin/</link>
		<comments>http://bazzcethol.com/2011/08/iklan-modal-pede-dan-yakin/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Aug 2011 15:59:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bazz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Baca-Baca]]></category>
		<category><![CDATA[MyDay]]></category>
		<category><![CDATA[bahasa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bazzcethol.com/?p=481</guid>
		<description><![CDATA[Biasanya iklan operator dan ponsel baik di media cetak, tv atau online, selalu memasang wajah selebritis yang cakep, tenar, atau bisa jadi ga cakep tapi mukanya bawa hoki (semacam Sule). Tapi beda lagi dengan iklan ponsel yang beberapa bulan terakhir sering jual diri di Kompas halaman 24 kolom Nama &#038; Peristiwa dan membuat saya penasaran, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Biasanya iklan operator dan ponsel baik di media cetak, tv atau online, selalu memasang wajah selebritis yang cakep, tenar, atau bisa jadi ga cakep tapi mukanya bawa hoki (semacam Sule). Tapi beda lagi dengan iklan ponsel yang beberapa bulan terakhir sering jual diri di Kompas halaman 24 kolom Nama &#038; Peristiwa dan membuat saya penasaran, siapa sih model iklannya nih. Bapak-bapaknya narsis banget.  </p>
<p>Jualan iklan ini adalah handphone merk ti-phone dengan tagline time to connect. Bagi saya sih, penawaran barangnya biasa saja, tapi yang unik dari iklan ini adalah selalu saja ada foto bintang iklannya yang beda dari yang biasanya.<span id="more-481"></span></p>
<p>Yah, bintang iklannya adalah pria Tionghoa yang usianya mungkin di kisaran 40 tahunan, dengan senyum ramah membawa HP yang selalu dipegangnya di antara jari telunjuk dan ibu jari tangan kanan. Baju yang dikenakannya selalu sopan, jauh jika dibandingkan dengan iklan ponsel lain yang mayoritas cewek berbaju minimalis atau pria dengan wajah ganteng dengan dandanan keren dan gaul. Meski ada juga iklan ponsel di bawah 1 jutaan yang bintang iklannya orang biasa saja, tapi terasa beda dengan iklan dengan bapak berkumis ini, jadi ingat iklan kampanye pilkada di jalan-jalan, yang selalu tampil pede dengan senyum kharismatiknya :d. </p>
<p><img src="http://bazzcethol.com/wp-content/uploads/2011/08/IMG00018-20110808-2209-1.jpg" alt="IMG00018-20110808-2209-1" title="IMG00018-20110808-2209-1" width="300" height="230" class="aligncenter size-full wp-image-486" /></p>
<p>Bapak ini selalu tersenyum memperlihatkan sederet giginya yang rapi, seolah berkata belilah handpone ini, meski saya sendiri bingung dengan apa yang diharapkan pemasang iklan dengan memasang bapak berkumis dengan senyum penuh makna ini.  </p>
<p>Setelah browsing sana sini (*doh niat banget* :d), ternyata bapak-bapak di iklan ini adalah Hengky Setiawan, Presiden Komisaris di TiPhone. Alasannya membintangi iklan produk sendiri sih karena ingin menunjukkan keyakinan dan kepercayaan diri, karena pada prinsipnya semua berawal dari keyakinan. Selain itu,  menyewa model iklan juga mahal, lebih baik saya alokasikan untuk publikasi di media. Banyak orang mengirimkan pesan kepadanya dan banyak yang mengatakan &#8216;berani mati nih Orang&#8217;, dan itu membuatnya makin berani tampil. <a href="http://techno.okezone.com/read/2010/06/14/363/342713/363/hengky-setiawan-meretas-jalan-nomor-satu">Detail baca di sini</a>. </p>
<p>Jika banyak presdir berpikir seperti beliau, bisa jadi banyak model/seleb kehilangan job, budget promo bisa diminimalkan, karena ga perlu bayar model. Selain irit, siapa tahu wajah si Presdir memang membawa hoki <img src='http://bazzcethol.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> ).  </p>
<p>Iklan dengan tampang pemilik produk ini seingat saya juga dilakukan pengobatan alternatif khusus alat vital pria alias Mak Erot. Almarhum Mak Erot dulu juga nampang di berbagai koran lokal. Bisa jadi memasang foto Mak Erot lebih ampuh dibanding memasang gambar alat vital pria yang jelas-jelas saru dan tak manusiawi untuk dilihat <img src='http://bazzcethol.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> ).  </p>
<p>Tapi pastinya, saya salut dengan iklan yang memasang orang-orang sendiri, selain buat menaikkan <em>pede</em>, pemilik produk juga lebih dekat dengan pembelinya. Yah, resikonya bisa mendadak jadi selebritis, meski skalanya bintang iklan produk pribadi :d. </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bazzcethol.com/2011/08/iklan-modal-pede-dan-yakin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tarif Taksi</title>
		<link>http://bazzcethol.com/2011/07/tarif-taksi/</link>
		<comments>http://bazzcethol.com/2011/07/tarif-taksi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 18 Jul 2011 15:59:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bazz</dc:creator>
				<category><![CDATA[MyDay]]></category>
		<category><![CDATA[manusia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bazzcethol.com/?p=471</guid>
		<description><![CDATA[Naik taksi itu bukan sekedar mengantarkan kita ke tempat tujuan, tapi juga ngobrolan dengan orang yang baru kita jumpai yang notabene jadi &#8217;supir pribadi&#8217; kita. Dalam perjalanan singkat ini kita bisa bebas ngobrol ataupun diam dan asyik dengan gagdet kita, tapi kalau saya sih lebih memilih mengajaknya ngobrol. 
Dari obrolan ini saya jadi paham tarif [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Naik taksi itu bukan sekedar mengantarkan kita ke tempat tujuan, tapi juga ngobrolan dengan orang yang baru kita jumpai yang notabene jadi &#8217;supir pribadi&#8217; kita. Dalam perjalanan singkat ini kita bisa bebas ngobrol ataupun diam dan asyik dengan gagdet kita, tapi kalau saya sih lebih memilih mengajaknya ngobrol. <span id="more-471"></span></p>
<p>Dari obrolan ini saya jadi paham tarif setor taksi merk Citra. Untuk mobil Soluna, setoran per hari adalah Rp165 ribu, sementara untuk mobil jenis Vios sekitar Rp185ribu, dan tarif itu berlaku efektif per tahun 2011. Hanya beda Rp20 ribu memang, tapi calon penumpang punya opsi memilih taksi yang mereka pesan. Sampai saat ini, taksi Vios lebih banyak diminati dibanding taksi soluna, meski tak ada perbedaan harga. Tarif per buka pintu tetap Rp5000 saja. </p>
<p>Taksi vios memang lebih bagus, dengan hiasan motif floral di badan mobil, serta kondisi yang masih baru membuat Vios lebih banyak dilirik orang ketimbang jenis Soluna. Dari obrolan itu juga saya tahu jika Citra adalah layanan taksi paling laris di kota Malang, dan punya armada terbanyak dengan jenis kendaraan yang selalu baru dan bersih.</p>
<div id="attachment_472" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><img src="http://bazzcethol.com/wp-content/uploads/2011/07/IMG00026-20110718-2041-300x225.jpg" alt="Arief (the driver) | foto: bazzberry " title="IMG00026-20110718-2041" width="300" height="225" class="size-medium wp-image-472" /><p class="wp-caption-text">Arief (the driver) | foto: bazzberry </p></div>
<p>Sopir yang kemudian saya kenal dengan nama Arif ini adalah pria berusia 26 tahun, tinggal di Wagir (wilayah kabupaten di selatan kota Malang), dengan satu istri dan satu anak yang sudah berusia 6 tahun. Sebelum nyupir taksi, Arif adalah supir sales keliling kota, tapi terpaksa berhenti karena capek dan waktu bertemu keluarga jadi sedikit. Pun, bayaran yang didapat juga tak sebesar jika dia rajin menarik taksi. </p>
<p>Dalam sehari dia bisa membawa pulang sekitar Rp50 ribu di hari biasa, dan biasanya lebih jika akhir pekan. Tapi uang bukanlah segalanya bagi Arif, karena dia memutuskan untuk mengambil libur setelah narik taksi seharian. Jadi dia mengambil sistem <em>warnen</em> 1 harian (satu hari libur, satu hari narik full). </p>
<p>Saya senang ngobrol dengannya, karena dia suka bercerita, dan sempat berkisah tentang pengalaman buruknya saat taksinya disewa 3 cewek yang pulang dugem di kawasan Dieng, dan sialnya ketiganya muntah di taksinya. Sejak itu, dia malas narik malam-malam di saat weekend di area dugeman. Baginya, lebih nyaman <em>ngetem</em> di pusat perbelanjaan dan juga area rumah sakit. Selain aman, dia bisa membantu memapah orang tua yang pulang berobat. Mereka mengingatkannya pada bapaknya yang sakit stroke beberapa waktu lalu.  </p>
<p>Ngobrol dengan Arif memang seru, dan saking asyiknya saya sampai lupa jika kali ini saya ga mabuk naik taksi. Yay&#8230;:d! </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bazzcethol.com/2011/07/tarif-taksi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dilema Roti dan Parkir</title>
		<link>http://bazzcethol.com/2011/07/dilema-roti-dan-parkir/</link>
		<comments>http://bazzcethol.com/2011/07/dilema-roti-dan-parkir/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 15 Jul 2011 15:40:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bazz</dc:creator>
				<category><![CDATA[MyDay]]></category>
		<category><![CDATA[manusia]]></category>
		<category><![CDATA[parkir]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bazzcethol.com/?p=467</guid>
		<description><![CDATA[Salah satu hal yang membuat saya senang mencoba toko yang baru dibuka adalah bonus promosi. Selain sebagai trigger membuat dagangan mereka dikenal, promosi juga salah satu cara menarik pelanggan baru lebih banyak.
Seperti halnya toko roti Ilo yang baru dibuka sekitar dua minggu yang lalu dan kebetulan letaknya tak jauh dari rumah, tepatnya di jalan utama [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Salah satu hal yang membuat saya senang mencoba toko yang baru dibuka adalah bonus promosi. Selain sebagai trigger membuat dagangan mereka dikenal, promosi juga salah satu cara menarik pelanggan baru lebih banyak.</p>
<p>Seperti halnya toko roti Ilo yang baru dibuka sekitar dua minggu yang lalu dan kebetulan letaknya tak jauh dari rumah, tepatnya di jalan utama perumahaan Sawojajar. Dengan harga roti dijual mulai Rp4000an, kita bisa dapat bonus 1 roti. Jadi untuk beberapa items dengan label 2 in 1, kita bisa dapat 2 roti dengan harga 1 roti. Cukup menjangkau di kantong dan nikmat di perut, apalagi yang rasa abon pedas. *nyem* <span id="more-467"></span></p>
<p>Sayang saya enggan untuk kembali ke toko roti tersebut, karena beban bea parkir setelah keluar dari toko. Untuk beli roti seharga Rp4000 tak sampai 5-10 menit, saya harus keluar duit Rp1000 rupiah, tanpa kembalian lagi, alias harga pas! Harusnya parkir motor disesuaikan jam, jika hanya 5 &#8211; 10 menit free parking, 30 menit &#8211; 1 jam lebih ditarik sekitar Rp1000. Ribet memang, tapi adil. </p>
<p>Jika dihitung-hitung saya rugi dengan ongkos parkirnya, dengan jam beli tak sampai 10 menit, sementara harga roti yang saya beli hanya di kisaran Rp4000an, total duit yang saya keluarkan adalah Rp5000. Dengan nilai yang hampir sama, saya bisa beli bubur ayam langganan seharga Rp4000 saja, tanpa parkir. Sisa duit Rp1000 bisa buat beli cemilan. </p>
<p>Saya ga akan bawel dengan tarif parkir jika saya menghabiskan waktu lebih dari sejam di suatu tempat, bisa makan, hangout, renang, sewa warnet dan beragam aktivitas di tempat-tempat yang butuh waktu lebih lama. Dan itu cukup sebanding dengan tarif parkir yang dibebankan. Tapi jika hanya menghabiskan waktu 5 menitan dan harus bayar parkir, saya jadi merasa jadi orang yang terjajah hak kebebasannya menaruh kendaraan barang 5 menitan. Kasusnya sama dengan kena sewa parkir saat ngambil duit di ATM. </p>
<p>Kasihan tempat usaha yang baru dibuka itu kehilangan pelanggan setia seperti saya gara-gara tarif parkir. Meski saya yakin mereka pasti punya alasan sendiri mengapa menggunakan jasa tukang parkir. Bisa jadi karena ingin memberi rasa aman pada pelanggan dari curanmor atau didatangi preman parkiran untuk memberikan lahan parkir baru buat mereka. </p>
<p>Jika memang ingin pelanggan bebas khawatir dari curanmor, bagian welcome guest (entah apa sebutannya, biasanya ada di depan pintu dan menyapa pembeli yang baru datang), bisa difungsikan juga untuk mengawasi motor. Tapi jika preman parkiran yang jadi alasan, yah itu perkara lain. Emang siapa yang berani main-main dengan preman. Lebih baik usaha lancar, meski harus mengapling lahan jadi parkiran. Duh, saya memang rewel, tapi demi uang seribu dan harga diri 5 menitan <img src='http://bazzcethol.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> ).  </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bazzcethol.com/2011/07/dilema-roti-dan-parkir/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Seberapa Besar Awanmu?</title>
		<link>http://bazzcethol.com/2011/07/seberapa-besar-awanmu/</link>
		<comments>http://bazzcethol.com/2011/07/seberapa-besar-awanmu/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 08 Jul 2011 16:11:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bazz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bazzberry]]></category>
		<category><![CDATA[MyDay]]></category>
		<category><![CDATA[bapak]]></category>
		<category><![CDATA[manusia]]></category>
		<category><![CDATA[odong-odong]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bazzcethol.com/?p=443</guid>
		<description><![CDATA[Siang cukup terik, namun dengan semangat beliau berjalan dengan langkah lebar-lebar. Kedua tangannya saling membenturkan pantat dua bak plastik ukuran sedang yang mengeluarkan bunyi bak buk bak buk yang cukup keras. Sementara kepalanya bertopi sejumlah bak plastik berbagai ukuran yang disusun dari yang terkecil sampai terbesar.
Beliau tak hanya menahan beban hidup dengan berjualan bak dari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Siang cukup terik, namun dengan semangat beliau berjalan dengan langkah lebar-lebar. Kedua tangannya saling membenturkan pantat dua bak plastik ukuran sedang yang mengeluarkan bunyi bak buk bak buk yang cukup keras. Sementara kepalanya bertopi sejumlah bak plastik berbagai ukuran yang disusun dari yang terkecil sampai terbesar.</p>
<p>Beliau tak hanya menahan beban hidup dengan berjualan bak dari kampung ke kampung, tapi juga menahan beban berat setumpuk bak plastik di kepala. <span id="more-443"></span>Suara gaduh dari benturan antar bak itu hanyalah strategi untuk membuat orang tahu jualannya, dan siapa tahu juga berminat membeli, meski ada juga yang pengen nimpuk gara-gara suara berisik. Yah, seperti kakak saya yang sering kali marah-marah karena kaget dengan suara bak yang gaduh. Maklum, dia punya penyakit jantung, jadi sensitif dengan sesuatu yg bisa membuat jantungnya copot.</p>
<p>Melihat penjual bak keliling yang suaranya gaduh ini mengingatkan saya dengan iklan rokok yang beberapa waktu lalu sempat riwa-riwi di tv. Iklannya tentang seorang eksekutif muda yang berpayung awan kecil di atas kepalanya, sementara orang-orang lain yang berjalan di sekitarnya berpayung awan dengan berbagai ukuran. Semakin besar bayangan awannya, semakin suram dan bete wajahnya. Semakin kecil awannya, semakin banyak senyum di wajahnya. </p>
<div id="attachment_444" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><img src="http://bazzcethol.com/wp-content/uploads/2011/07/CIMG0093-bazz.jpg" alt="bapak penjual bak plastik - bazzberry" title="CIMG0093-bazz" width="300" height="335" class="size-full wp-image-444" /><p class="wp-caption-text">bapak penjual bak plastik - bazzberry</p></div>
<p>Awan di atas kepala setiap orang di iklan ini mungkin hanya gambaran dari beban yang kita bawa setiap hari, besar kecilnya tentulah berbeda. Tapi awan bagi si penjual bak plastik itu nyata adanya, beban itu ada di kepala dalam bentuk bak plastik besar yang jumlahnya lebih dari satu. Tapi beban itu juga di dalam kepala, beban memikirkan berapa banyak bak yang bisa dijual, dan berapa duit yang harus dibawa pulang untuk istri di rumah. </p>
<p>Ini hanya sekilas kisah bapak penjual bak yang rutin lewat di depan rumah dengan setumpuk bak di kepalanya. Beliau tetap setia membawa ke manapun &#8216;awan-awannya&#8217;. Nah, bagaimana denganmu, seberapa besar awan yang kamu bawa? Kalau awan saya sih relatif, tapi lebih banyak dalam skala besar, sebesar parabola tetangga depan rumah <img src='http://bazzcethol.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> ). How about you?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bazzcethol.com/2011/07/seberapa-besar-awanmu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sunatan Masal (#Saru)</title>
		<link>http://bazzcethol.com/2011/06/sunatan-masal-saru/</link>
		<comments>http://bazzcethol.com/2011/06/sunatan-masal-saru/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 27 Jun 2011 15:20:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bazz</dc:creator>
				<category><![CDATA[MyDay]]></category>
		<category><![CDATA[bahasa]]></category>
		<category><![CDATA[manusia]]></category>
		<category><![CDATA[seksi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bazzcethol.com/?p=435</guid>
		<description><![CDATA[Apa yang biasa dilakukan anak-anak saat liburan sekolah? Bisa jadi merayu orang tuanya untuk liburan ke taman rekreasi/hiburan, pergi ke rumah opa/oma, atau hanya ngegame sampai teler. Selain tuntutan hiburan, ada satu aktivitas yang biasa dilakukan saat liburan panjang, yaitu sunat. Sepanjang jalan antara kantor dan rumah, selama satu minggu ini, selalu saja ada hajatan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Apa yang biasa dilakukan anak-anak saat liburan sekolah? Bisa jadi merayu orang tuanya untuk liburan ke taman rekreasi/hiburan, pergi ke rumah opa/oma, atau hanya ngegame sampai teler. Selain tuntutan hiburan, ada satu aktivitas yang biasa dilakukan saat liburan panjang, yaitu sunat. Sepanjang jalan antara kantor dan rumah, selama satu minggu ini, selalu saja ada hajatan sunatan, mulai perayaan sunat sendirian sampai sunatan masal. </p>
<p>Hari Sabtu lalu, saat kebetulan pulang dari kantor lebih awal dari biasanya, saya pun turut menikmati acara sunat, bukan diundang sih, lebih tepatnya terjebak kemacetan di salah satu ruas jalan perumahan yang distop karena ada acara sunatan masal. Sunatan ini digelar di pelataran masjid dan diikuti lebih dari 100 anak, bisa dibayangkan betapa ramainya kondisi saat itu, mulai dari para orang tua mengantar anak sunatan, pedagang makanan dadakan, jukir, dan juga hansip. <span id="more-435"></span></p>
<p>Saya terjebak di antara keriuhan para orang tua yang mengantar anak-anak mereka pulang, dengan senyum mengembang. Maklum sunatan masal cukup membantu mereka dari sisi ekonomi, tak perlu harus mengeluarkan duit lebih untuk proses yang katanya awal menuju tahap kedewasaan ini. Sementara para bocah pria berjalan tertatih-tatih dengan langkah lebar setelah eksekusi mini di area vital mereka. Hampir semua bocah mengenakan sarung, baju koko dan peci putih. Ekspresi wajah mereka terlihat campur aduk, bisa jadi sakit, senang, tapi juga aneh. Saya jadi penasaran bagaimana rasanya disunat. </p>
<p>Sambil melihat rombongan bocah-bocah, telinga kiri saya mendengar obrolan  (#overheard) salah seorang hansip dan jukir, asyik ngobrol masalah sunatan. Selain acara sunatan ini menambah uang saku, mereka juga saling melempar guyonan saru khas orang jalanan. Dari sekian guyonan saru ini, ada yang guyonan yang membuat kuping saya berdiri, dan lidah kelu, saat mereka berujar, jika ada 100 bocah ikut sunatan masal, harusnya kulitnya kita kumpulkan, kulit sebanyak itu bisa dibuat krupuk rambak. </p>
<p>OMG, mendadak saya mual dan membayangkan krupuk rambak berlabel Sapi dengan tulisan: Krupuk Rambak Renyah, yang biasa saya beli ini terasa tak nikmat lagi. Obrolan dua pria ini melenyapkan senyum manis bocah-bocah yang baru saja saya lihat. Saya hanya berharap, kemacetan segera berakhir, saya bisa pulang dan tak memikirkan lagi sampah medis bagian tervital dari bocah-bocah itu. Aduh, tapi ternyata saya masih saja kepikiran hingga saat ini, dan menuliskannya di blog dengan hastag saru :d.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bazzcethol.com/2011/06/sunatan-masal-saru/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Si Rubah Tak Mau Bekerja</title>
		<link>http://bazzcethol.com/2011/06/si-rubah-tak-mau-bekerja/</link>
		<comments>http://bazzcethol.com/2011/06/si-rubah-tak-mau-bekerja/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 14 Jun 2011 17:07:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bazz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Baca-Baca]]></category>
		<category><![CDATA[MyDay]]></category>
		<category><![CDATA[bahasa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bazzcethol.com/?p=416</guid>
		<description><![CDATA[Apa yang membuat saya sebal bekerja sebagai editor? Jika melihat rekan saya menulis kata tidak pada tempatnya. Reflek saya akan memberikan kuliah singkat via messenger, email maupun secara lisan. Bukan bermaksud untuk sok atau merasa yang paling tahu, tapi lebih pada rasa kepedulian untuk menggunakan bahasa Indonesia secara benar dalam bahasa tulis.  
Ambil contoh [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Apa yang membuat saya sebal bekerja sebagai editor? Jika melihat rekan saya menulis kata tidak pada tempatnya. Reflek saya akan memberikan kuliah singkat via messenger, email maupun secara lisan. Bukan bermaksud untuk sok atau merasa yang paling tahu, tapi lebih pada rasa kepedulian untuk menggunakan bahasa Indonesia secara benar dalam bahasa tulis.  </p>
<p>Ambil contoh kata <em>ubah</em> dan <em>rubah</em>. Dua kata yang sering kali digunakan dalam satu fungsi, dan itu salah kaprah. Rubah adalah nama binatang, dan sampai kapanpun dia tidak akan mau untuk diminta bekerja, karena dia bisanya hanya bermain dan berburu untuk makan. Jadi, jangan minta rubah untuk bekerja, biarlah dia asyik dengan hidupnya. Doh ngelantur =)). <span id="more-416"></span></p>
<p>Tapi saya serius, <em>rubah</em> adalah kata benda dan tidak pernah sekalipun difungsikan sebagai kata kerja. Rubah berdiri sendiri sebagai subjek atau objek dan tidak pernah dibuat sebagai kata keterangan, kata kerja maupun kata sifat.</p>
<p>Sementara <em>ubah</em> adalah kata kerja, dengan awalan atau tanpa awalan, ubah tetap berfungsi sebagai kata kerja. Jadi dalam penulisan kalimat dengan awalan/prefiks <em>meng-</em> atau <em>di-</em>, yang benar harus menggunakan <em>ubah</em>, bukan <em>rubah</em>. </p>
<p>Contoh:<br />
- Tolong kalimat promosi dalam take over banner dirubah <em>&#8211;> seharusnya &#8211;></em> Tolong kalimat promosi dalam take over banner diubah.<br />
- Merubah variabel pada kolom pencarian data, membutuhkan resource yang cukup besar <em>&#8211;> seharusnya &#8211;></em> Mengubah variabel pada kolom pencarian data, membutuhkan resource yang cukup besar.</p>
<p>Tak sulit bukan? Hanya butuh kebiasaan dan kesabaran agar tidak berpikir salah <del datetime="2011-06-14T17:04:16+00:00">kaprah</del> lagi. Jika tidak dilakukan mulai sekarang, bisa dibayangkan kata rubah sebagai kata kerja akan mengalahkan popularitas kata ubah di search engine. Dan sebagai pelaku media, mari belajar menulis dengan baik dan benar, agar tidak menyesatkan user yang menggunakan media sebagai salah satu pembelajaran bahasa. Yuk, mulai menulis dengan baik dan benar!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bazzcethol.com/2011/06/si-rubah-tak-mau-bekerja/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Keputihan</title>
		<link>http://bazzcethol.com/2011/06/keputihan/</link>
		<comments>http://bazzcethol.com/2011/06/keputihan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 14 Jun 2011 15:11:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bazz</dc:creator>
				<category><![CDATA[MyDay]]></category>
		<category><![CDATA[bahasa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bazzcethol.com/?p=413</guid>
		<description><![CDATA[Terkadang seseorang bisa mengingat kita dengan julukan yang diberikan, bukan dari nama ataupun perilaku kita. Tapi julukan lebih punya nilai lebih untuk diingat, karena lucu dan juga unik. Bisa jadi julukan adalah tanda perhatian dari seorang teman, tapi bisa juga hinaan bagi beberapa orang yang merasa terhina (tentu persepsi setiap orang berbeda untuk hal ini). [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Terkadang seseorang bisa mengingat kita dengan julukan yang diberikan, bukan dari nama ataupun perilaku kita. Tapi julukan lebih punya nilai lebih untuk diingat, karena lucu dan juga unik. Bisa jadi julukan adalah tanda perhatian dari seorang teman, tapi bisa juga hinaan bagi beberapa orang yang merasa terhina (tentu persepsi setiap orang berbeda untuk hal ini). </p>
<p>Seperti saya yang bagi sebagian orang dikenal dengan nama Bazz dibanding nama saya sendiri. Atau seseorang yang dipanggil Bagong, karena tampilan fisiknya mirip seperti tokoh punakawan Bagong, atau bisa juga Bambang Rombeng, karena profesinya tukang rombeng, atau Ndoweh karena bibirnya selalu ndoweh (dalam b.Jawa artinya melongo), Mblo (ini panggilan teman kuliah saya, karena selalu saja patah hati dan tetap menjomblo sampai lulus kuliah), dll.  <span id="more-413"></span></p>
<p>Dari sekian banyak julukan yang pernah saya tahu, ada satu julukan yang cukup unik dan #saru bagi beberapa orang. Kenapa saru? karena julukan ini terkait dengan nama penyakit yang erat kaitannya dengan bagian intim wanita yaitu Pektay atau keputihan.</p>
<p>Julukan ini diberikan teman saya kepada rekan kerjanya di suatu <a href="http://www.cj.co.id/">pabrik makanan Korea</a>. Saya tak mengenalnya secara dekat, hanya sempat berjabat tangan dan semua temannya kala itu memanggilnya Pektay. </p>
<p>Kenapa bisa dipanggil Pektay? karena kulitnya memang putih, bahkan bisa dibilang pucat. Saking pucat dan putihnya, dia dipanggil Pektay yang memang dalam bahasa Indonesia dikenal juga dengan penyakit keputihan. </p>
<p>Terlepas dari #saru atau tidaknya kata keputihan, sebenarnya kata ini dalam B.Indonesia memang punya dua arti, yaitu: </p>
<p>1. keputihan: penyakit bagian kewanitaan (miss V) yang diderita wanita karena stress atau sebab lain. Detail bisa dibaca <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Keputihan">di sini</a>, karena saya malas untuk menceritakan detailnya =)).</p>
<p>2. keputihan: hal yang menunjukkan sifat/berkaitan dengan warna putih. Kata keputihan ini adalah salah satu bentuk Nomina <em>ke-an</em>, yang mengapit kata sifat (adjective), dan mengubahnya menjadi kata benda. Kata keputihan ini tak jauh beda dengan kata kemerahan, kekuningan, kebiru-biruan, kehitaman, dll yang terkait dengan warna (kata sifat) yang difungsikan sebagai kata benda. </p>
<p>Contoh penggunaan dalam kalimat:<br />
- Stres yang berkepanjangan membuat Lidya mengalami keputihan hebat dan mengharuskannya kontrol setiap 2 x seminggu ke dokter.<br />
- Seniman itu merasa warna lukisannya keputihan, sehingga dia menambahkan efek warna biru muda agar hasilnya lebih berwarna. </p>
<p>Jadi, penggunaan kata keputihan tidak salah, hanya jika diberikan sebagai julukan, bagi beberapa orang terasa tak pantas, tapi bagi beberapa orang lainnya (seperti saya), julukan itu lucu dan unik :d. Dan, saya memang bukan orang yang terlalu serius dengan julukan, asal yang mendapat julukan <em>fine-fine</em> saja, semuanya ga ada masalah. Yup, we make it as a fun, nothing serious :d.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bazzcethol.com/2011/06/keputihan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

