Badannya sedikit kurus, jalannya tak lagi gagah karena kepalanya miring ke kanan. Entah apa yg membuat lehernya cedera hingga tak bisa lurus mengikuti tulang tubuhnya. Leher yang tak simetris membuat kepalanya miring ke kanan, tak bisa menoleh ke kiri dan memaksa badannya ikut bergerak jika ingin menengok ke kiri, kanan atau ke belakang.
’Kawan’ category
Penjaga Teras
Tags: kucing, teman
Noted down in Kawan, MyDay | Permanent link
Cari Suami
Beberapa minggu ini saya bertemu dengan seorang kawan lama yang sedang gundah gulana karena tak kunjung menemukan jodohnya. Kerjaan oke, tampang (relatif, tapi termasuk cantik karena dia wanita), usia sudah matang, dari keluarga baik-baik, tipikal wanita sayang keluarga, dan juga welas asih dengan sesama, bahkan pandai mengaji.
Ya, bagi saya, kriteria teman saya itu sudah oke untuk menyandang status sebagai seorang istri dan ibu, tapi apa daya sampai saat ini belum ada pria yang berminat meminangnya. Apa yang salah? Teman saya bukan orang pendiam, dia aktif berorganisasi, ramah dan punya banyak teman, beragam cara cari jodoh dari kopdar ringan macam kenalan di SMS nyasar, sampai di FB juga pernah dicobanya tapi semua berakhir gagal.
Tags: jodoh, teman
Noted down in Bazzberry, Kawan, MyDay | Permanent link
Omong Kosong

Dulu kita sering jalan bareng
Sekarang aku di sini, kau di sana
dan kita sama-sama sibuk dengan cerita kita
Dulu kita sering beli sepatu bareng
Ukuran, merk dan warna pun sama
Tapi hanya sepatu,
karena ukuran baju kita memang jauh berbeda
Dulu kita sering nyalon bareng
Sama-sama pengen cantik, tapi malah ancur
Dulu kita juga kerja bareng,
Cari ide bareng, koreksi bareng dan saling mencaci
Itu semua dulu…dulu…dan dulu
kau coba menyimpan semua ceritamu, mengingat semua detailnya dan akan membaginya untukku
tapi kau bilang terlalu banyak kisah dan ingatanmu tak sebagus dulu
kita memang mulai menua
kau juga terlalu banyak menghirup uap mesin pencuci piring
atau membeku di dinginnya Bern
dan tak ada waktu untuk mendongeng seperti dulu lagi
Dan aku…
aku jadi menua dan pelupa karena papan kibot
atau terlalu asyik dengan kerumitan hidupku
Kita emang sudah tua
mulai bisa membedakan mana yang omong kosong
dan mana yang patut diobrolin
hanya kau dan aku yang tahu….
dan kita tak perlu lagi bicara seperti dulu…
…dua baris kata di email atau di messenger cukup menguatkan ingatan kita.
aku masih ingat kamu teman
Tags: Kawan
Noted down in Kawan | Permanent link
Dulu..
Tadi siang dapat telp dari teman masa kecil, senang dan sekaligus aneh.
Senang karena hampir 3 tahun kita tidak berjumpa, dan obrolan 20 menit cukup menghangatkan masa lalu kita yang suram. Ya, banyak suka dan duka kita lalui berdua, sampai pada klimaksnya aku dimarahin ayahmu gara-gara kamu jadi ibu dadakan di saat dan waktu yang tak terduga.
Aneh, karena hanya dia satu-satunya teman kecilku yang masih memanggilku ‘mbok’ dari kata Lembok (O dibaca seperti pada kata Ocean), sementara yang lainnya tetap memanggilku Ta, dari nama Rita. Dia tetap memanggilku ‘mbok’, sampai detik kita ngobrol dan saling menanyakan kabar, tak ada yang berubah dengan logat dan intonasi dia mengucapkan kata ‘mbok’, semua tetap sama, hanya suaranya yang terdengar lebih dewasa.
Tags: teman
Noted down in Kawan | Permanent link
Hi…its me!
Dear Teman,
Bersama ini diberitahukan bahwa alamat blog: aku-dan-senja.blogspot.com sudah berakhir masa baktinya. Pensiun dini? Bukan! lebih tepatnya dipensiunkan karena sebab yang hanya bisa dijelaskan dalam hati, dalam artian hanya pemilik yang mengetahui alasan di balik berakhirnya blog tersebut.
Bukan hal yang mudah menyudahi sebuah lembar perjalanan, mengingat banyak kisah sedih, bahagia, bahkan memalukan terangkum dalam setiap pagenya. Meski bisa dibilang semuanya hanya postingan yg sifatnya personal, tapi tetap ada sedikit keengganan untuk menyudahinya.
But that’s Ok. Ada akhir, tentu juga ada awal, dan saya secara pribadi mohon maaf jika selama ini ada kesalahan kata, komen, sindiran, postingan atau apapaun yang membuat sakit bagi mereka yg merasa tersakiti, meski itu bukan sebuah kesengajaan, tapi sebuah keseriusan.
Buat Senja, thx banyak atas perjalanan dan kisah yang pernah kamu goreskan. Mungkin kita bisa mengawalinya dengan sesuatu yg jauh lebih indah. Dan aku akan mencoba tetap menjadi langitmu, meski tak lagi seluas yang dulu, tapi aku akan mencoba tetap menjadi langit, meski sekarang sudah ada pelangi.
Buat mereka (parjo, ferdi, penyu, uphiet, venus) yang sudah bersedia mengiklaskan diri memberikan comen, cacian dan pujian , thanks banget, Tuhan memberkati.
cheers,
Bazz
Noted down in Kawan | Permanent link
