Archive for the ‘Jalan-Jalan’ Category

Sebatang Pensil

Friday, March 26th, 2010

Belakangan ini saya sedang membaca buku Like the Flowing River-nya Paulo Coelho yang saya beli di Periplus saat perjalanan pulang ke Malang. Saya membaca beberapa bab di buku setebal 245 halaman ini dengan gaya suka-suka. Maksudnya dari halaman 1 bisa loncat ke halaman 17, 23, bahkan 147, ya seenaknya saja bacanya. Lebih suka membaca judul yang sekiranya menarik lalu lanjut ke inti ceritanya. Buku ini memang tak seperti buku-buku Coelho yang lain, karena hanya mengisahkan kecil yang menginspirasi Coelho sebelum menulis buku dan setiap babnya mengusuh tema yang berlainan.

Ada satu kisah kecil yang menarik dan jadi bab yang pertama kali saya baca membaca buku ini di bandara sambil menunggu pesawat take-off. Judulnya The Story of The Pencil, dengan pelaku seorang bocah dan neneknya. (more…)

Kerak Telor Bebek

Thursday, March 25th, 2010

Musik adalah bahasa universal yang menyatukan individu lintas profesi, generasi dan nasib. Jadi tak heran jika di setiap event musik berskala akbar, beragam kepentingan terkait nasib hidup tumplek blek di satu area. Ya, seperti halnya gelaran JJF 2010 lalu, banyak pedagang makanan, kaos, tukang parkir, taksi, calo tiket, berebut mencari pelanggan.

Salah satunya yang mencuri perhatian saya adalah kerak telor. Setiap lewat pedagang kerak telor mata saya selalu tak bisa lepas dari jajanan gepeng yang dibakar di atas tungku ini. Akhirnya di hari terakhir saya menyempatkan diri membeli kerak telor di luar area JExpo Kemayoran. Ada cukup banyak pedagang kerak telor malam itu, dan saya memilih pedagang kerak telor yang berada tak jauh tempat saya berdiri yaitu Pedagang Kerak Telor Kelompok Bapak Omas Depan Lapak Kios C-7 No: 38.

Selintas saya berpikir, panjang sekali nama dagangannya, tak seperti pedagang kaki lima di kota saya yang biasanya hanya menulis 3-4 kata saja untuk melabeli dagangan mereka. Untung antrian kerak telor tak sepanjang tulisan nama dagangan yang terpasang di bagian atas rombong rotan mengingat saya sudah cukup lapar. (more…)

Me @ JJF 2010

Tuesday, March 23rd, 2010

Jazz? bagaimana cara menikmatinya? bagaimana mencerna apa yang ditangkap telinga dan menjalinnya menjadi sebuah musik yang renyah di hati dan otak. Mengapa jazz hanya terdengar sebagai improvisasi nada-nada tanpa bisa membuat saya menghentakkan kaki atau menggoyangkan tubuh dan membuat libido musik saya meningkat. Saya masih belum bisa menikmati jazz secara utuh karena bagi saya terlalu sulit untuk dicerna.

Tapi semua anggapan itu terhapus saat awal Maret lalu saya terbang ke Jakarta untuk menghadiri perhelatan akbar musik Java Jazz 2010, atau lebih populer dengan nama JJF 2010, yang tahun ini mengambil tema Jazzin up Remarkable Indonesia. (more…)

Uceng, Kuliner Khas Blitar

Monday, January 18th, 2010

Saya bukan orang Blitar, tapi jika ditanya makanan yang selalu membuat kangen Blitar, tanpa ragu saya akan menjawab Uceng, es pleret plus soto mbok Ireng. Ya tiga makanan yang hampir selalu saya sambangi saat saya berkunjung ke Blitar, selain mencicipi es betet khas Blitar.

Mungkin uceng tak sepopuler belut, wader atau lele yang kerap dijumpai di berbagai kota. Tapi uceng khas Blitar ini yang mengenalkan ikan kali lebih dari sekedar kudapan bergizi. Kali pertama saya mengenal uceng saat mampir ke warung Anda di daerah Bence, Garum. Warung yang sering saya singgahi saat perjalanan pulang ke Malang ini menyediakan masakan rumahan dengan menu andalan uceng dan udang sungai yang dimakan bersama nasi, sayur atau hanya sebagai cemilan saja. (more…)

Ngadem ke Panderman

Friday, November 9th, 2007

Sabtu lalu bersama beberapa teman, aku ngadem ke Panderman. Entah kenapa kali ini bapak mengijinkanku hiking ke gunung walaupun lagi musim hujan, entah karena aku yang ahli merayu dan membuat hati bapak luluh, atau karena beliau kasihan dengan diriku. I dunno, yang pasti aku lega dapat restu camping di musim hujan.

Aku, Manus, Aryo, Alex, Ryan, dan Pithes mengawali perjalanan tepat tengah malam buta, padahal rencana awal kita berangkat jam 10-11an, tapi karena kesibukan masing-masing personil akhirnya kita berangkat lewat jam 12 malam.

Kondisi jalan yang becek setelah turun hujan membuat jalanan makin licin, terlebih susana gelap gulita menambah seru perjalanan kami. Dan sangking semangatnya mendaki, Aryo sempat jet lag dan meninggalkan ‘bekas lalapan’ di awal jalan menuju ke lokasi tujuan. (more…)

My Trip to Yogya (III)

Tuesday, July 17th, 2007

Hari terakhir bangun agak siang (jam 7 bisa dibilang siang ga ya?). Setelah mandi dandan seadanya, meluncur turun untuk breakfast, pergi beli bakpia pathuk di pabrik pembuatannya, dan ke pasar Beringharjo nemenin Koko beli daster buat maminya. Ketemu bentar ma Widi (anak forum KL), balik ke hotel, packing, dan pas jam 11 kita checkout dan menuju ke bandara Adi Sucipto karena pesawat take off jam 12.00. Kali ini kita naik Batavia Air, dan ga ada delay penerbangan, sayang aku duduk satu row dengan seorang bapak2 yang jaketnya lumayan bau, hikss…bisa dibayangkan selama 40 menit perjalanan aku harus berhemat oksigen dan mencoba tidak pingsan karena bau :( . (more…)

My trip to Yogya (II)

Tuesday, July 17th, 2007

Pukul 10.15 kita sampe Bandara Adi Sucipto. Baru kelular dari pintu Exit, kita diserbu sopir2 taksi, tapi demi keamanan finansial, kita memilih taksi bandara dan menuju ke wisma Ananda di jalan Ngadinegaran (wisma yang kita booking sebelumnya). Antara merenung dan mengantuk, aku mencoba menikmati suasana malam di Yogya, meski hanya lewat jendela taksi, tapi Yogya tetap terlihat cantik dengan jalan2nya yang lebar dan lumayan bersih, meski terbungkus muramnya malam. Tapi badan dan pikiran tetap terfokus pada ranjang yang hangat dan empuk, karena badan dah capek banget. (more…)

My Trip to Yogya (I)

Tuesday, July 17th, 2007

Ini kali kedua aku datang ke Yogya, bukan sekedar jalan-jalan, tapi untuk menghadiri pernikahan rekan kerja yang belum pernah aku temui. Ya gimana mau ketemu, aku di Malang, dia di Jakarta. Awalnya mau pergi seorang diri, tapi opmanku berkeras harus ada seseorang yang menemaniku. Dan akhirnya aku pergi dengan salah satu teman opisku, lumayan juga sih ada teman ngobrol waktu jalanan macet. (more…)