<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>bazz &#187; Bazzberry</title>
	<atom:link href="http://bazzcethol.com/category/bazzberry/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://bazzcethol.com</link>
	<description>nice but not too nice, cool but not ignorance</description>
	<lastBuildDate>Wed, 21 Apr 2010 15:49:54 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.1</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Harapan si Odong-Odong</title>
		<link>http://bazzcethol.com/2010/04/harapan-si-odong-odong/</link>
		<comments>http://bazzcethol.com/2010/04/harapan-si-odong-odong/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Apr 2010 16:40:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bazz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bazzberry]]></category>
		<category><![CDATA[MyDay]]></category>
		<category><![CDATA[keponakan]]></category>
		<category><![CDATA[odong-odong]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bazzcethol.com/?p=245</guid>
		<description><![CDATA[Tawa kegirangan, teriakan bocah, musik anak-anak, terdengar hiruk pikuk di telinga dan memaksa saya melangkah ke depan rumah untuk melihat asal keramaian instan tersebut. Ternyata keponakan saya yang baru berusia 17 bulan sedang naik odong-odong yang diparkir di teras rumah.
Dengan wajah riang, senyum lebar, liur menetes, dan kadang juga ekspresi ketakutan saat kakinya lepas dari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tawa kegirangan, teriakan bocah, musik anak-anak, terdengar hiruk pikuk di telinga dan memaksa saya melangkah ke depan rumah untuk melihat asal keramaian instan tersebut. Ternyata keponakan saya yang baru berusia 17 bulan sedang naik odong-odong yang diparkir di teras rumah.</p>
<p>Dengan wajah riang, senyum lebar, liur menetes, dan kadang juga ekspresi ketakutan saat kakinya lepas dari pijakan, ponakan saya tampak begitu menikmati odong-odong sementara tukang odong-odong terlihat cukup lelah sambil sesekali menyeka peluh di dahi.</p>
<p>Sambil melihat tingkah ponakan yang kegirangan dan berayun naik turun di salah satu mainan odong-odong berbentuk bebek, saya ngobrol-ngobrol dengan tukang odong-odong yang tengah mengayuh sambil mengipas-ngipas badan dengan topinya. <span id="more-245"></span></p>
<p>Pak odong, begitulah pria ini biasa disapa, bukan karena namanya odong, tapi karena dia tukang odong-odong, jadi ibu-ibu di kompleks perumahan kerap menyapa dengan nama Pak Odong, meski nama sebenarnya adalah Pak Kustadi.</p>
<div id="attachment_252" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><img src="http://bazzcethol.com/wp-content/uploads/2010/04/CIMG0157-od0.jpg" alt="Odong-Odong" title="CIMG0157-od0" width="300" height="225" class="size-full wp-image-252" /><p class="wp-caption-text">Odong-Odong</p></div>
<p>Perawakannya kurus, tidak juga tinggi, berkulit hitam dan senyumnya ramah. Sambil tetap mengayuh, Pak Kus berkisah tentang pengalamannya menjadi tukang odong-odong yang baru dijalaninya 8 bulan ini. Memilih menjadi pengayuh odong-odong adalah pilihan terbaik dibanding harus jadi kuli bangunan yang pernah dijalaninya 2 tahun lalu. Sebelumnya, Pak Kus juga sempat berjualan minyak tanah menggunakan becak sampai terpaksa harus berhenti jualan minah karena harga minah yang makin mencekik dan tergantikan dengan popularitas kompor gas.</p>
<p>Bagi Pak Kus, menjadi tukang odong-odong cukup menjanjikan, apalagi jika dia bisa memiliki odong-odong sendiri. Saat ini, Pak Kus masih menjalankan odong-odong milik orang lain dan harus setor Rp20ribu setiap harinya. Artinya Pak Kus harus bisa menjual minimal 20 lagu untuk menutup setoran, dengan hitungan satu lagu seharga Rp500. Lagu digunakan sebagai patokan untuk menyewa naik odong-odong, jadi rata-rata lama sewanya ya tergantung dari lamanya lagu diputar, bisa sekitar 2-3 menit. </p>
<p>Pak Kus mulai menarik odong-odong mulai jam 8 pagi sampai menjelang magrib, dan biasanya mendapat hasil yang cukup maksimal saat hari terang, tidak hujan, hari minggu, dan liburan sekolah. Pendapatan bersih per harinya cukup lumayan, sekitar Rp30 &#8211; Rp40 ribu dan kadang-kadang bisa sampai Rp80 ribu jika ada panggilan ulang tahun, dengan biaya sewa panggilan ultah sekitar Rp50 ribu, dan tidak ada patokan berapa banyak anak yang akan naik dan berapa banyak lagu diputar. Bisa dibayangkan jika di pesta ultah ada 100 bocah, dan semua berebut naik odong-odong, wew&#8230;bisa merana tuh kaki Pak Kus. </p>
<p>Tapi nyatanya tidak, karena Pak Kus pernah mengalami hal itu dan dia tetap mengayuh dan melayani bocah yang berebut naik odong-odong tanpa istirahat sampai pesta selesai. Belum lagi jika ada bocah yang beratnya mencapai 25kg, dan jika keempat tunggangan diisi full bocah dengan berat yang sama, bisa dibayangkan tenaga yang harus dikeluarkan&#8230;dan hanya dibayar 50ribu! *sigh* </p>
<div id="attachment_256" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><img src="http://bazzcethol.com/wp-content/uploads/2010/04/CIMG0175-01.jpg" alt="Dinamo, nyawa kedua si odong-odong" title="CIMG0175-01" width="300" height="225" class="size-full wp-image-256" /><p class="wp-caption-text">Dinamo, nyawa kedua si odong-odong</p></div>
<p>Odong-odong yang merupakah hasil modifikasi dari becak ini memanfaatkan dinamo sebagai tenaga penggerak, yang digerakkan dengan mengayuh becak. Otomatis semakin banyak bocah yang naik, Pak Kus harus mengeluarkan energi ekstra untuk mengayuh pedal. Namun menurut Pak Kus, mengayuh odong-odong dengan bocah di atasnya terasa lebih ringan dibanding mengayuh odong-odong tanpa penumpang, karena saat tidak ada penumpang, dia harus membawa beban utuh dari odong-odong, tanpa laher yang bisa membantu mendorong saat dikayuh.</p>
<p>Dengan total penghasilan rata-rata 800-900ribu per bulan selama full 7 hari kerja, Pak Kus bisa menghidupi keluarganya, sekolah dua anaknya dan membayar cicilan sepeda motor. Dan jika ada uang lebih, Pak Kus berharap bisa membeli odong-odong seharga 2,5 juta untuk menghidupi keluarganya dan siapa tahu kelak bisa menjadi juragan odong-odong. </p>
<p>Impian sederhana, namun sangat diharapkan Pak Kus di setiap kayuhnya mengiringi tawa bocah-bocah yang tertawa girang, beranjut-anjutan naik turun di atas tunggangan dan di tengah hiruk pikuknya lagu-lagu anak-anak yang distel dengan sound system kelas amatiran. Bagi Pak Kus, tawa riang bocah-bocah adalah harapan utamanya meraih hidup yang lebih baik, meski hanya menjadi tukang odong-odong.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bazzcethol.com/2010/04/harapan-si-odong-odong/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sebatang Pensil</title>
		<link>http://bazzcethol.com/2010/03/sebatang-pensil/</link>
		<comments>http://bazzcethol.com/2010/03/sebatang-pensil/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Mar 2010 16:49:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bazz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Baca-Baca]]></category>
		<category><![CDATA[Bazzberry]]></category>
		<category><![CDATA[Jalan-Jalan]]></category>
		<category><![CDATA[jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[jjf]]></category>
		<category><![CDATA[paulo coelho]]></category>
		<category><![CDATA[pensiil]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bazzcethol.com/?p=250</guid>
		<description><![CDATA[Belakangan ini saya sedang membaca buku Like the Flowing River-nya Paulo Coelho yang saya beli di Periplus saat perjalanan pulang ke Malang. Saya membaca beberapa bab di buku setebal 245 halaman ini dengan gaya suka-suka. Maksudnya dari halaman 1 bisa loncat ke halaman 17, 23, bahkan 147, ya seenaknya saja bacanya. Lebih suka membaca judul [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Belakangan ini saya sedang membaca buku Like the Flowing River-nya Paulo Coelho yang saya beli di Periplus saat perjalanan pulang ke Malang. Saya membaca beberapa bab di buku setebal 245 halaman ini dengan gaya suka-suka. Maksudnya dari halaman 1 bisa loncat ke halaman 17, 23, bahkan 147, ya seenaknya saja bacanya. Lebih suka membaca judul yang sekiranya menarik lalu lanjut ke inti ceritanya. Buku ini memang tak seperti buku-buku Coelho yang lain, karena hanya mengisahkan kecil yang menginspirasi Coelho sebelum menulis buku dan setiap babnya mengusuh tema yang berlainan.</p>
<p>Ada satu kisah kecil yang menarik dan jadi bab yang pertama kali saya baca membaca buku ini di bandara sambil menunggu pesawat take-off. Judulnya The Story of The Pencil, dengan pelaku seorang bocah dan neneknya. <span id="more-250"></span></p>
<p>Si bocah sedang melihat neneknya menulis sebuah surat, dan dengan raut muka penasaran si bocah bertanya pada neneknya, apa yang dia tulis. Sambil masih menulis, si nenek menjawab bahwa dia menulis tentang cucunya, tapi yang lebih penting adalah pensil yang sedang dia gunakan untuk menulis, bukan surat yang sedang dia tulis.</p>
<p>&#8220;Mengapa pensil itu begitu penting? Aku lihat sama saja dengan pensil yang lain.&#8221;<br />
Dengan senyum bijak, nenek menjawab: tergantung bagaimana kamu melihat sesuatu? pensil ini seperti halnya hidup kita. </p>
<p>1. Selalu ada tangan yang membimbing pensil (kita) untuk menulis dan berkarya, dan tangan itu adalah tangan Tuhan yang menuntun kita sesuai kehendaknya. </p>
<p>2. Pensil butuh diraut untuk menjadi lebih tajam. Sakit dan menguras tenaga, tapi karya terbaik lahir dari rautan yang tajam.<br />
Seperti halnya kita, butuh perjuangan dan pengorbanan untuk menjadi lebih baik lagi.</p>
<p>3. Pensil memberi kebebasan penghapus karet untuk menghapus kesalahan. Begitu juga kita, kita punya hak untuk menghapus kesalahan yang menghalangi jalan kita. Segera setelah kesalahan terhapus kita bisa kembali mengkoreksi dan melanjutkan jalan yang sempat terputus.</p>
<p>4. Bukan kayu pembungkus pensil yang paling utama, tapi granit terbaik yang ada di dalamnya. Pensil dari kayu murahan akan tetap tahan lama dengan granit kualitas terbaik. Seperti halnya kita, yang terpenting adalah apa yang ada dalam diri kita, bukan kain pembungkus raga yang kerap disalah-artikan.</p>
<p>5. Pensil selalu meninggalkan jejak dari apa yang dituliskannya di atas kertas. Sama halnya dengan kita, apa yang kita lakukan selalu meninggalkan jejak, jadi sadarilah dan waspada dengan segala hal pernah/akan kita lakukan.</p>
<p>Filosofi yang cukup menarik, terlebih saat itu saya sedang memegang pensil yang saya ambil dari hotel tempat saya menginap. Pensil dari kayu yang diamplas halus ini terlihat biasa-biasa saja, tapi sejak membaca kisah tadi, pensil ini jadi terlihat mirip saya secara abstrak, tapi secara fisik sangat jauh berbeda, pensilnya langsing sementara saya padat berisi <img src='http://bazzcethol.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> ).</p>
<p>Ah..sudahlah, saya capek menulis <del datetime="2010-04-20T16:52:46+00:00">tanpa pensil</del> di Bazzberry, sambil menunggu pesawat yang delay 35 menit. </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bazzcethol.com/2010/03/sebatang-pensil/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kerak Telor Bebek</title>
		<link>http://bazzcethol.com/2010/03/kerak-telor-bebek/</link>
		<comments>http://bazzcethol.com/2010/03/kerak-telor-bebek/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Mar 2010 14:42:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bazz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bazzberry]]></category>
		<category><![CDATA[Jalan-Jalan]]></category>
		<category><![CDATA[MyDay]]></category>
		<category><![CDATA[jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[jjf]]></category>
		<category><![CDATA[kerak telor]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bazzcethol.com/?p=247</guid>
		<description><![CDATA[Musik adalah bahasa universal yang menyatukan individu lintas profesi, generasi dan nasib. Jadi tak heran jika di setiap event musik berskala akbar, beragam kepentingan terkait nasib hidup tumplek blek di satu area. Ya, seperti halnya gelaran JJF 2010 lalu, banyak pedagang makanan, kaos, tukang parkir, taksi, calo tiket, berebut mencari pelanggan.  
Salah satunya yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Musik adalah bahasa universal yang menyatukan individu lintas profesi, generasi dan nasib. Jadi tak heran jika di setiap event musik berskala akbar, beragam kepentingan terkait nasib hidup tumplek blek di satu area. Ya, seperti halnya gelaran <a href="http://bazzcethol.com/2010/03/me-jjf-2010/">JJF 2010</a> lalu, banyak pedagang makanan, kaos, tukang parkir, taksi, calo tiket, berebut mencari pelanggan.  </p>
<p>Salah satunya yang mencuri perhatian saya adalah kerak telor. Setiap lewat pedagang kerak telor mata saya selalu tak bisa lepas dari jajanan gepeng yang dibakar di atas tungku ini. Akhirnya di hari terakhir saya menyempatkan diri membeli kerak telor di luar area JExpo Kemayoran. Ada cukup banyak pedagang kerak telor malam itu, dan saya memilih pedagang kerak telor yang berada tak jauh tempat saya berdiri yaitu Pedagang Kerak Telor Kelompok Bapak Omas Depan Lapak Kios C-7 No: 38. </p>
<p>Selintas saya berpikir, panjang sekali nama dagangannya, tak seperti pedagang kaki lima di kota saya yang biasanya hanya menulis 3-4 kata saja untuk melabeli dagangan mereka. Untung antrian kerak telor tak sepanjang tulisan nama dagangan yang terpasang di bagian atas rombong rotan mengingat saya sudah cukup lapar. <span id="more-247"></span></p>
<div id="attachment_248" class="wp-caption aligncenter" style="width: 260px"><img src="http://bazzcethol.com/wp-content/uploads/2010/04/IMG_0485-jjf3.jpg" alt="Kerak Telor Kelompok Bapak Omas" title="IMG_0485-jjf3" width="250" height="194" class="size-full wp-image-248" /><p class="wp-caption-text">Kerak Telor Kelompok Bapak Omas</p></div>
<p>Cukup banyak orang yang mengantri dan saya ada di urutan ketiga untuk segera menikmati jajanan khas Betawi ini. Sambil menunggu saya melihat si penjual yang masih berusia muda terlihat sigap membalikkan wajan agar permukaan kerak telor terpanggang dan matang merata sambil sesekali dikipas-kipas agar bara api tetap menyala. Satu kerak telor ayam berharga 10ribu dan telor bebek lebih mahal dua ribu rupiah dari telor ayam. Saya pun memilih telor bebek karena lebih besar porsinya.</p>
<p>Tak kurang dari 45 menit kerak telor bebek pesanan saya sudah dibungkus rapi dalam kertas minyak dan tas plastik putih. Dalam perjalanan pulang saya menyempatkan mencicipi jajanan khas Betawi ini. Sayang keraknya kurang kering, dan beras ketan putihnya  masih terasa keras, tapi ebi dan parutan kelapanya terasa cukup gurih. </p>
<p>Apapun rasanya, seporsi kerak telor ini cukup menolong perut yang kosong sejak sore dan setidaknya saya pernah mencicipi masakan khas Betawi selama berkunjung ke Jakarta. Nasib, setiap ke ibu kota tak sekalipun pernah merasakan jajanan khas Jakarta, selalu saja dapat traktiran di resto-resto berbau import. Semoga, saat ke Jakarta lagi bisa makan soto khas Betawi atau jajanan khas lainya. *ngarep traktiran* </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bazzcethol.com/2010/03/kerak-telor-bebek/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Winter and Night</title>
		<link>http://bazzcethol.com/2009/05/winter-and-night/</link>
		<comments>http://bazzcethol.com/2009/05/winter-and-night/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 23 May 2009 11:34:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bazz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Baca-Baca]]></category>
		<category><![CDATA[Bazzberry]]></category>
		<category><![CDATA[buku]]></category>
		<category><![CDATA[winter and night]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bazzcethol.com/2009/05/winter-and-night/</guid>
		<description><![CDATA[Ayahmu itu tidak waras. Dia hampir membunuhmu.
Dia ayahku.
Itu bukan salahmu.
Ternyata tidak berhasil. Adikku tidak pulang.
Tindakanmu tetap benar.
Meskipun tidak berhasil?
Sejak kapan kebenaran diputuskan dengan berhasil atau tidak?

Bill harus hidup dengan semua rasa kebencian itu hampir 30 tahun lamanya. Dan saat dia harus menemukan anak yang hilang, dia seperti terlempar kembali ke masa lalu. Masa di mana [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Ayahmu itu tidak waras. Dia hampir membunuhmu.<br />
Dia ayahku.<br />
Itu bukan salahmu.<br />
Ternyata tidak berhasil. Adikku tidak pulang.<br />
Tindakanmu tetap benar.<br />
Meskipun tidak berhasil?<br />
Sejak kapan kebenaran diputuskan dengan berhasil atau tidak?<br />
</em></p>
<p>Bill harus hidup dengan semua rasa kebencian itu hampir 30 tahun lamanya. Dan saat dia harus menemukan anak yang hilang, dia seperti terlempar kembali ke masa lalu. Masa di mana orang dewasa mengkhianati anak-anak, yang tak kuasa harus menolak bahkan mereka harus hidup dengan tumpukan kebohongan dan ambisi masa lalu. </p>
<p>Sedikit gambaran tentang novel misteri Winter n Night karya <strong>SJ Rozan</strong> yang diterbitkan 2006 lalu. Membaca novel yang saya beli dalam edisi hilang akal ini saya seperti melihat film Mystic River. Meski saya tidak pernah membaca novelnya, tapi benang merahnya hampir sepadan, yakni saat dosa masa lalu kembali ditarik ke masa sekarang, dan si tokoh utama harus berhadapan dengan masa lalunya yang kelam. Menyakitkan tapi harus tetap dihadapi. <span id="more-143"></span></p>
<p>Dua cerita ini mimiliki kemiripan, tapi jika disuruh memilih saya lebih memilih <strong>Winter and Nite</strong> yang tak segelap Mystic River. </p>
<p>Bersama partnernya Linda Chin, Bill harus menguak kekerasan yang terjadi pada remaja yang hidup di kota yang sangat mengagungkan futbal lebih dari apa pun, meski nyawa seorang gadis dan seorang bocah (yang mereka sebut tidak keren) harus melayang untuk kesalahan yang tak pernah dilakukannya. </p>
<p>Kota futbal yang tak kenal ampun dengan &#8216;anak-anak tidak keren&#8217;  ini begitu memuja pahlawan mereka. Pahlawan yang berbadan &#8216;nyaris&#8217; seperti raksasa, pahlawan yang berlatih keras bahkan jika mereka harus merobek otot, meretakkan tulang, dan muntah di lapangan. Mereka adalah pahlawan, dan mereka boleh melakukan apa pun tanpa ada yang menghentikannya. Pahlawan-pahlawan itu adalah anak laki-laki yang dikuasai ambisi, kesombongan &#038; ego untuk membenarkan tindakan mereka.</p>
<p>Bill harus berjuang menghadapi pria-pria dewasa yang memanfaatkan &#8216;anak-anak raksasa&#8217; itu demi dendam dan ambisi masa lalu.  Dendam ini dikemas begitu manis dan rapi meskipun harus menjalani dan merancang misi pembalasan dalam balutan kebencian dan rasa sakit hati selama 23 tahun. Rasa sakit yang dialami anak-anak tidak keren ini akhirnya terbalaskan dalam satu pendidikan yang mencetak pria berkarakter dengan slogan &#8216;kalau kamu pemain futbal hebat, kamulah pemilik dunia&#8217;&#8230;.slogan yang membuat ayah-ayah di kota gila futbal menitipkan anak lelaki mereka pada sosok yang pernah mereka aniayai 23 tahun lalu.</p>
<p>Rozan menulis penuh karakter, penuh rasa marah dengan sikap orang dewasa yang mengkhianati anak-anak mereka. Bahasanya yang ringan mampu mengikat saya untuk terus membaca buku setebal 617 halaman ini dan mengamati bagaimana pria-pria dewasa tidak pernah beranjak dewasa demi ego sesat mereka. Ya, bisa dibilang Winter and Night menggetarkan dan <em>unpredictable</em>. </p>
<p>Note:<br />
Anak-anak tidak keren adalah mereka yang bertubuh kerempeng, berkaca mata, kutu buku, bertampang culun, tidak populer, jelas-jelas tidak bisa tampil modis. Hobi utamanya pergi ke perpus, membaca, bermain papan luncur dan aktif di dunia maya. </p>
<p>Anak-anak raksasa adalah atlit futbal yang berbadan tinggi besar, berbahu lebar dan berbadan bidang. Rata-rata sikapnya arogan dan hobi bikin kerusuhan, terutama wild party pra/pasca pertandingan akbar. Mereka juga suka menumpahkan coke ke kepala anak-anak tidak keren, menenggelamkan wajah dan kepala anak-anak tidak keren ke toilet, melempari mereka dengan bola basket, mengolok-ngolok mereka dengan nama apa pun yang mereka inginkan, bahkan  memaksa mereka makan kotoran anjing.</p>
<p>*<em>Ditulis 15 menit yang lalu  by  bazzberry sambil nunggu hujan reda dan mendengarkan adzan Isya</em>*</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bazzcethol.com/2009/05/winter-and-night/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tips Blackberry Ala Bazzberry</title>
		<link>http://bazzcethol.com/2009/02/tips-blackberry-ala-bazzberry/</link>
		<comments>http://bazzcethol.com/2009/02/tips-blackberry-ala-bazzberry/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Feb 2009 16:08:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bazz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bazzberry]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bazzcethol.com/?p=130</guid>
		<description><![CDATA[Lebih dari 1 bulan 15 hari saya memegang handheld bazzberry, dan dalam rentang waktu itu tidak begitu banyak yang saya pahami. Maklum selain sibuk dengan beberapa hal, kesempatan utak-atik bazzberry secara maksimal juga baru bisa dilakukan menjelang tidur dan sebelum benar-benar jatuh terlelap.
Join milis id-bb cukup memudahkan saya mengutak-atik handheld meski masih saja merasa ga [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Lebih dari 1 bulan 15 hari saya memegang handheld bazzberry, dan dalam rentang waktu itu tidak begitu banyak yang saya pahami. Maklum selain sibuk dengan beberapa hal, kesempatan utak-atik bazzberry secara maksimal juga baru bisa dilakukan menjelang tidur dan sebelum benar-benar jatuh terlelap.</p>
<p>Join milis id-bb cukup memudahkan saya mengutak-atik handheld meski masih saja merasa ga bisa membuat handheld jadi maksimal. Dan, dari proses belajar dan bertanya pada para suhu di milis, saya menyimpulkan beberapa tips bagi diri saya sendiri :d:</p>
<p>1. <strong>PIN BlackBerry</strong><br />
BlackBerry memiliki nomor unik (PIN) yang ga dapat diubah. Untuk melihat PIN, bisa masuk ke Option &#8211;> Status, yang di dalamnya ada info tentang Signal, Batteray, File free, PIN, IMEI, WLAN MAC, dan IP Address. PIN cukup memudahkan untuk transfer file, bahkan lebih cepat dibanding send/receive file dari Messenger ataupun email. Tinggal sharing PIN antar blackberryan, proses pengiriman data jadi lebih cepat dibanding kirim email unduhan di handheld yang harus melewati berbagai server.  <span id="more-130"></span></p>
<p>2. <strong>Delete languange dari Wizard Setup</strong><br />
Memori internal BB saya hanya 1 GB dan jatah memori juga digunakan beberapa fitur, termasuk bahasa. Menurut suhu id-bb, biar handheld jadi lebih enteng, pilihan bahasa perlu dipersempit. Jadi saya hanya memilih satu bahasa dan menghapus bahasa lain dan memori BB jadi sedikit lega dan ada ruang untuk berbagai aplikasi dan email penting.</p>
<p>3. <strong>Sinyal XL bengong</strong><br />
Dulu sering kali turn off dan lepas baterai, tapi lama-lama jadi malas karena restart dan booting BB sangat lama. Akhirnya dapat bocoran dari temen, trik buat unbengongin sinyak XL 5ribuan, dengan restart (alt + aA (kanan) + del) atau lebih amannya atur sinyal di manage connection, centang box connection GSM, hela nafas 3 x, trus on-kan lagi. Nunggu sampai GPRS/EDGE, kalau belum juga dapat berarti operator emang lagi masalah. Kalau dapat GPRS/EDGE, langsung buka website sambil liat anak panah di kanan atas statusnya naik turun apa tidak. Jika naik turun push email akan masuk, meski website masih ngadat. (thanks buat bung David)</p>
<p>4. <strong>Delete masal</strong><br />
Email: Tekan aA + scroll ke bawah, klik tombol menu pilih delete message.<br />
Untuk delete email harian, cukup klik menu dan pilih delete prior. </p>
<p>5. <strong>Autotext</strong><br />
Fitur autotext mempercepat dan menghemat pengetikan. Di Options &#8211;> Autotext, kita bisa masukkan perintah  untuk menyingkat pesan yang panjang. Misal, saya biasa di-sms orang rumah, kenapa belum pulang. Sederhana saja, dengan autotext tinggal ketik &#8216;orgrumah&#8217;, otomatis di sms penerima akan keluar text yang sebelumnya saya format, yaitu: &#8216;kerjaan belum kelar, sekitar jam 8 pulang&#8217;. Dan entry ini jadi pesan default saya buat orang rumah, simple, dan tak perlu susah payang ngetik panjang lebar.</p>
<p>5. <strong>Shortcut</strong><br />
Shortcut sangat membantu mempercepat ataupun menggunakan aplikasi/fitur lain di BB. Semua menu BB memiliki shortcut, termasuk BB basic, SMS, phone, browser, typing, search, dst&#8230;hanya tergantung penggunanya saja, mau menghapal shortcut atau lebih suka cara manualan (klik tombol back atau press menu BB), pilihan terserah kita :d. Saya sendiri lebih suka menghapal shortcut untuk fitur-fitur yang lebih sering digunakan, contoh: </p>
<p>* Saat ngetik alamat email, [spasi] untuk @ dan spasi lagi untuk titik.<br />
* Untuk balas email, press R, reply all press L, forward press F, dll.<br />
* Untuk kembali ke atas di setiap menu yang kita buka tekan T, dan tekan huruf B untuk ke bagian bawah.<br />
* Untuk tahu PIN, IMEI, Versi Software, cukup tekan alt + aA (kiri) + huruf H.<br />
* Mengubah diagram signal dari grafik menjadi angka. Tekan alt dan huruf NMLL secara bersamaan.<br />
* Untuk memberi info PIN. MyVer di YM atau BBM, cukup ketik mypin [spasi] atau myver [spasi] otomatis pin dan myver BB kita akan tampil, tanpa perlu harus masuk ke Option &#8211;> Status.</p>
<p>6. <strong>BlackBerry Desktop Software</strong><br />
Cukup membantu untuk memindah maupun bakc-up data. Hanya perlu instal dan sinkronisasi antara PC dan BB. Lumayan mudah, seperti Nokia PC Suite, dan tidak seribet Itunes/</p>
<p>9. <strong>Install Software tambahan</strong><br />
Software tambahan memudahkan BB tampak keren dan terlihat canggih meski saya masih belum berani ganti OS sendiri :d. At least dengan tambahan beberapa software gratisan membuat si bazz lebih macho. Contoh:<br />
Google Maps, Viigo (pembaca RSS Reader), Vlingo (aplikasi yang membantu kita bekerja, sayang belum bisa saya unduh <img src='http://bazzcethol.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> ..), FaceBook YM versi BB, Pageonce (pengatur jadwal), dan beberapa software gratis yang masih terus saya buru.</p>
<p>10.  <strong>Soft reset</strong><br />
Sering saya lakukan jika koneksi lagi eror. Daripada turn off dan copot baterai yang butuh waktu sangat lama untuk booting, mending lakukan soft reset. Tekan alt + aA kanan dan delete.</p>
<p>Masih 10 tips, akan terus saya update jika dapat ilmu baru, maklum akhir-akhir ini jadi sering amnesia, jadi mengarsip tips untuk konsumsi pribadi lumayan cukup membantu. wew! T</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bazzcethol.com/2009/02/tips-blackberry-ala-bazzberry/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
