Category Archives: Baca-Baca

Si Rubah Tak Mau Bekerja

Apa yang membuat saya sebal bekerja sebagai editor? Jika melihat rekan saya menulis kata tidak pada tempatnya. Reflek saya akan memberikan kuliah singkat via messenger, email maupun secara lisan. Bukan bermaksud untuk sok atau merasa yang paling tahu, tapi lebih pada rasa kepedulian untuk menggunakan bahasa Indonesia secara benar dalam bahasa tulis.

Ambil contoh kata ubah dan rubah. Dua kata yang sering kali digunakan dalam satu fungsi, dan itu salah kaprah. Rubah adalah nama binatang, dan sampai kapanpun dia tidak akan mau untuk diminta bekerja, karena dia bisanya hanya bermain dan berburu untuk makan. Jadi, jangan minta rubah untuk bekerja, biarlah dia asyik dengan hidupnya. Doh ngelantur =)). Continue reading Si Rubah Tak Mau Bekerja

Pengumpul atau Pembaca Buku?

Pascabajir lokal di kamar saya pada 21 Agustus lalu, ada satu pertanyaan dari ibu yang kala itu membantu saya membersihkan kamar. Kamu ini suka baca buku atau pengumpul buku? Nah, saya langsung bilang ‘suka membaca lah’, sambil memilah-milah buku basah dan buku kering.

Setelah aktifitas mengeringkan kamar selesai, saya jadi berpikir ulang, apa benar saya suka membaca? Jika ditilik dari tumpukan buku yang saya miliki berapa banyak yang sudah saya baca? Sepertinya masih 30%nya saja dan aktifitas membaca lebih sering saya lakukan saat weekend atau setiap hari menjelang tidur sebelum akhirnya terlelap dimakan bantal. Continue reading Pengumpul atau Pembaca Buku?

Winter and Night

Ayahmu itu tidak waras. Dia hampir membunuhmu.
Dia ayahku.
Itu bukan salahmu.
Ternyata tidak berhasil. Adikku tidak pulang.
Tindakanmu tetap benar.
Meskipun tidak berhasil?
Sejak kapan kebenaran diputuskan dengan berhasil atau tidak?

Bill harus hidup dengan semua rasa kebencian itu hampir 30 tahun lamanya. Dan saat dia harus menemukan anak yang hilang, dia seperti terlempar kembali ke masa lalu. Masa di mana orang dewasa mengkhianati anak-anak, yang tak kuasa harus menolak bahkan mereka harus hidup dengan tumpukan kebohongan dan ambisi masa lalu.

Sedikit gambaran tentang novel misteri Winter n Night karya SJ Rozan yang diterbitkan 2006 lalu. Membaca novel yang saya beli dalam edisi hilang akal ini saya seperti melihat film Mystic River. Meski saya tidak pernah membaca novelnya, tapi benang merahnya hampir sepadan, yakni saat dosa masa lalu kembali ditarik ke masa sekarang, dan si tokoh utama harus berhadapan dengan masa lalunya yang kelam. Menyakitkan tapi harus tetap dihadapi. Continue reading Winter and Night

for you, a thousand times over…..

Akhirnya saya bisa melihat Hassan setelah hampir setahun menunggu dalam ketidakpastiaan. Thanks buat my best gal yang jauh-jauh dari Swiss terus mampir ke Kuta, Bali untuk beliin Hassan.

Meski sedikit trouble dengan dvd playerku dan terpaksa harus melihat estafet dan manual dari folder video_ts, tapi seneng juga bisa melihat Hassan secara visual. Ada beberapa yang beda dari Hassan versi buku dan layar lebar. Di buku yang saya baca, Hassan yang keturunan Hazara digambarkan sebagai bocah dengan segala keluguan, berwajah bundar, bermata sipit khas kaum Hazara (keturunan Mongoloid. red), berbibir sumbing, lusuh karena memang seorang pembantu. Continue reading for you, a thousand times over…..

My Hassan make a fuss

Desember mendatang ada dua momen yang saya tunggu, yaitu hari libur (idul adha, natal, tahun baru), dan juga rilis buku favorit saya ke dalam sebuah film. Dari source yang saya baca, film yang seharusnya diputar pada 2 November terpaksa diundur pada 14 Desember atau enam minggu lebih lambat dari schedule awal. Ya, seperti kisah klasik lainnya, film yang menyerempet kesukuan ataupun berbau politik selalu melewati sensor ekstra ketat dan kadang juga membuat hidup pemain film di dalamnya menjadi terancam, dan menempatkan Kite Runner jadi one of Hollywood’s most eagerly anticipated movies this year. Continue reading My Hassan make a fuss