<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>bazz &#187; Baca-Baca</title>
	<atom:link href="http://bazzcethol.com/category/baca-baca/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://bazzcethol.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Tue, 22 May 2012 06:26:13 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.1</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Giorgio Sarti: 60 Years of the Vespa</title>
		<link>http://bazzcethol.com/2011/09/giorgio-sarti-60-years-of-the-vespa/</link>
		<comments>http://bazzcethol.com/2011/09/giorgio-sarti-60-years-of-the-vespa/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 Sep 2011 16:12:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bazz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Baca-Baca]]></category>
		<category><![CDATA[Vespa]]></category>
		<category><![CDATA[buku]]></category>
		<category><![CDATA[hobi]]></category>
		<category><![CDATA[malves]]></category>
		<category><![CDATA[skuter]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bazzcethol.com/?p=504</guid>
		<description><![CDATA[Judul di atas adalah judul buku yang baru saya beli, dan sampai saat ini masih dibaca dan dibolak-balik beberapa halamannya dengan pola tak beraturan. Artinya, saya hanya membaca suka-suka saja, melihat-lihat gambar sejarah vespa dari tahun 40s sampai 2000s.
Dengan sampul hardcover dan halaman yang cukup gemuk (maklum ada 417 halaman) dan kualitas kertas super dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Judul di atas adalah judul buku yang baru saya beli, dan sampai saat ini masih dibaca dan dibolak-balik beberapa halamannya dengan pola tak beraturan. Artinya, saya hanya membaca suka-suka saja, melihat-lihat gambar sejarah vespa dari tahun 40s sampai 2000s.</p>
<p>Dengan sampul hardcover dan halaman yang cukup gemuk (maklum ada 417 halaman) dan kualitas kertas super dan colorfull membuat buku ini sangat layak dikoleksi. Saya memang tak memahami beberapa bagian buku yang memang terlalu teknis menelaah sekuter, karena saya memang bukan pencinta vespa, tapi pencinta <a href="http://bazzcethol.com/2011/04/warna-warni-skuteris/">pengendara vespa</a> #halah.   <span id="more-504"></span></p>
<p>Tapi bagian yang membuat saya tertarik adalah perjalanan vespa dari tahun 40s sampai saat ini, yang masing-masing periodenya memuat produksi sekuter dengan beragam jenis dan cc-nya, juga model iklan vespa, kalender, dan juga penampilan vespa di tayangan iklan, film maupun video klip musik.</p>
<p><img src="http://bazzcethol.com/wp-content/uploads/2011/09/60thvespa-300x225.jpg" alt="60thvespa" title="60thvespa" width="300" height="225" class="aligncenter size-medium wp-image-505" /></p>
<p>Yah semacam katalog produk, cuman dikupas super detail, bisa dibilang sekelas kamus atau ensiklopedia Vespa yang wajib jadi pegangan pengendara vespa. Maklum, buku ini sudah super langka dan dicari para penggemar vespa atau sepeda motor antik. </p>
<p>Dari buku ini saya juga jadi tahu jika vespa tak hanya diproduksi dengan roda dua saja, tapi turunannya juga banyak, mulai dari vespa mobil (jenis 400), mesin vespa untuk perahu motor (moscone), sampai vespa roda tiga yang biasa digunakan untuk mengangkut barang (Ape), dan vespa abroad yang dirancang untuk bepergian. Desainnya keren, mirip kendaraan perang, dengan sespan di samping, tempat amunisi dan bagasi yang super luas. </p>
<p>60 Years of the Vespa ini ditulis oleh Giorgio Sarti, seorang mekanik motor yang terobsesi dengan beragam jenis sekuter, terutama vespa. Saking fanatiknya dengan motor, Sarti pun tak pernah memiliki mobil dan lebih memilih mengotak-atik vespa menjadi kendaraan keluarga yang pastinya lebih keren dan antik. </p>
<p>Lalu berapa duit yang harus saya keluarkan untuk membeli buku keren ini? Yah, saya ga bisa sharing harganya, karena saya ga biasa pamer *gaya* =)). Jika pengen tahu harganya, coba googling dengan kata Giorgio Sarti: 60 Years of the Vespa, dan cek harga yang ditawarkan di berbagai forum lokal maupun internasional, termasuk Amazon.</p>
<p>Dua buku <strong>Giorgio Sarti: 60 Years of the Vespa</strong> yang saya miliki ini pun masih dalam kondisi mulus, dan saat ini sedang tidur manis di atas rak buku paling atas, berdampingan dengan koleksi buku 125 tahun Coca Cola. Duh, mereka terlihat seksi dan selalu menggoda untuk dibaca. </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bazzcethol.com/2011/09/giorgio-sarti-60-years-of-the-vespa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Agen Koran Tertua di Malang</title>
		<link>http://bazzcethol.com/2011/08/agen-koran-tertua-di-malang/</link>
		<comments>http://bazzcethol.com/2011/08/agen-koran-tertua-di-malang/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 12 Aug 2011 16:42:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bazz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Baca-Baca]]></category>
		<category><![CDATA[MyDay]]></category>
		<category><![CDATA[bahasa]]></category>
		<category><![CDATA[buku]]></category>
		<category><![CDATA[manusia]]></category>
		<category><![CDATA[pria]]></category>
		<category><![CDATA[teman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bazzcethol.com/?p=491</guid>
		<description><![CDATA[Membaca sudah bagian dari aktifitas saya sehari-hari, dan sempat terpikir untuk punya toko buku, perpustakaan, atau bahkan sekedar agen koran. Tapi bagian terakhir itu membuat saya berpikir resikonya, setelah memahami seluk beluk usaha agen koran dan majalah.
Info ini saya dapat dari ngobrolan ringan dengan Aan pemilik Mukayat Agency, agency koran tertua di Malang. Mukayat Agency [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Membaca sudah bagian dari aktifitas saya sehari-hari, dan sempat terpikir untuk punya toko buku, perpustakaan, atau bahkan sekedar agen koran. Tapi bagian terakhir itu membuat saya berpikir resikonya, setelah memahami seluk beluk usaha agen koran dan majalah.</p>
<p>Info ini saya dapat dari ngobrolan ringan dengan Aan pemilik Mukayat Agency, agency koran tertua di Malang. Mukayat Agency yang terletak di jalan Kauman No.16 ini didirikan pada 1947 dan menjual beragam koran dan tabloid kelas nasional sampai koran kelas gurem, begitu juga dengan majalahnya. <span id="more-491"></span></p>
<p>Aan adalah putra pemilik agen (Mukayat), yang memutuskan untuk total meneruskan usaha bapaknya. Usaha bapaknya ini dimulai saat bapaknya jadi pengecer, loper, usaha bersama, sampai menjadi agen koran dan dipercaya menjadi ketua paguyuban toko buku bekas (di blok Majapahit). </p>
<p>Sayang, usaha agency tak seperti dulu lagi. Dulu penerbit masih menerapkan sistem kembali jika koran tak laku, tapi untuk koran nasional sistem saat ini menggunakan model beli. Jika beli 1 koli, tapi yang laku hanya separuhnya, otomatis sisa koran harus digudangkan. Tapi sistem ini tak berlaku bagi koran area lokal yang tetap menerapkan sistem lama (tak laku pun, koran bisa kembali). Sementara untuk majalah, jika tak laku hanya dikembalikan 45%nya saja. </p>
<div id="attachment_492" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><img src="http://bazzcethol.com/wp-content/uploads/2011/08/IMG00022-20110810-20041.jpg" alt="Aan - Mukayat Agency" title="IMG00022-20110810-20041" width="300" height="225" class="size-full wp-image-492" /><p class="wp-caption-text">Aan - Mukayat Agency</p></div>
<p>Saat ini yang jadi target utama Aan selain dagangannya laku adalah penjualan yang meningkat dan stabil untuk mencapai target akhir tahun dan dapat bonus. Meski hampir sebagian besar, bonusnya dalam bentuk parcel.</p>
<p>Ngobrol dengan Aan cukup menyenangkan, orangnya blak-blakan dan bertutur dengan gaya khas Malangan. Dia berbagi banyak hal tentang usaha agency, tentang masa lalunya sebagai aktifivis 98, tentang pertemuannya dengan istrinya, tentang mbahnya yang pensiunan tentara (seorang pahlawan kemerdekaan yang patungnya ada di daerah Sidoarjo), sampai pilihannya untuk menjadi agen koran meski banyak tawaran kerja yang cukup prestisius dari keluarganya. Maklum, dia terlahir dari keluarga yang cukup berada dan punya beberapa posisi penting. </p>
<p>Tapi Aan, tetap memilih jadi agen koran, pekerjaan yang membuatnya kenal dengan orang-orang media, penerbit, loper, pengecer, sampai pembaca. Aan mencintai pekerjaan warisan bapaknya meski harus bersaing dengan agen lain dan ketatnya aturan dari penerbit. Aan tetap setia, setia mendedikasikan hidupnya bersama bertumpuk-tumpuk koran di tokonya yang jadoel tanpa mengeluh, nriman, dan selalu senyum. </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bazzcethol.com/2011/08/agen-koran-tertua-di-malang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Iklan Modal Pede dan Yakin</title>
		<link>http://bazzcethol.com/2011/08/iklan-modal-pede-dan-yakin/</link>
		<comments>http://bazzcethol.com/2011/08/iklan-modal-pede-dan-yakin/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Aug 2011 15:59:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bazz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Baca-Baca]]></category>
		<category><![CDATA[MyDay]]></category>
		<category><![CDATA[bahasa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bazzcethol.com/?p=481</guid>
		<description><![CDATA[Biasanya iklan operator dan ponsel baik di media cetak, tv atau online, selalu memasang wajah selebritis yang cakep, tenar, atau bisa jadi ga cakep tapi mukanya bawa hoki (semacam Sule). Tapi beda lagi dengan iklan ponsel yang beberapa bulan terakhir sering jual diri di Kompas halaman 24 kolom Nama &#038; Peristiwa dan membuat saya penasaran, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Biasanya iklan operator dan ponsel baik di media cetak, tv atau online, selalu memasang wajah selebritis yang cakep, tenar, atau bisa jadi ga cakep tapi mukanya bawa hoki (semacam Sule). Tapi beda lagi dengan iklan ponsel yang beberapa bulan terakhir sering jual diri di Kompas halaman 24 kolom Nama &#038; Peristiwa dan membuat saya penasaran, siapa sih model iklannya nih. Bapak-bapaknya narsis banget.  </p>
<p>Jualan iklan ini adalah handphone merk ti-phone dengan tagline time to connect. Bagi saya sih, penawaran barangnya biasa saja, tapi yang unik dari iklan ini adalah selalu saja ada foto bintang iklannya yang beda dari yang biasanya.<span id="more-481"></span></p>
<p>Yah, bintang iklannya adalah pria Tionghoa yang usianya mungkin di kisaran 40 tahunan, dengan senyum ramah membawa HP yang selalu dipegangnya di antara jari telunjuk dan ibu jari tangan kanan. Baju yang dikenakannya selalu sopan, jauh jika dibandingkan dengan iklan ponsel lain yang mayoritas cewek berbaju minimalis atau pria dengan wajah ganteng dengan dandanan keren dan gaul. Meski ada juga iklan ponsel di bawah 1 jutaan yang bintang iklannya orang biasa saja, tapi terasa beda dengan iklan dengan bapak berkumis ini, jadi ingat iklan kampanye pilkada di jalan-jalan, yang selalu tampil pede dengan senyum kharismatiknya :d. </p>
<p><img src="http://bazzcethol.com/wp-content/uploads/2011/08/IMG00018-20110808-2209-1.jpg" alt="IMG00018-20110808-2209-1" title="IMG00018-20110808-2209-1" width="300" height="230" class="aligncenter size-full wp-image-486" /></p>
<p>Bapak ini selalu tersenyum memperlihatkan sederet giginya yang rapi, seolah berkata belilah handpone ini, meski saya sendiri bingung dengan apa yang diharapkan pemasang iklan dengan memasang bapak berkumis dengan senyum penuh makna ini.  </p>
<p>Setelah browsing sana sini (*doh niat banget* :d), ternyata bapak-bapak di iklan ini adalah Hengky Setiawan, Presiden Komisaris di TiPhone. Alasannya membintangi iklan produk sendiri sih karena ingin menunjukkan keyakinan dan kepercayaan diri, karena pada prinsipnya semua berawal dari keyakinan. Selain itu,  menyewa model iklan juga mahal, lebih baik saya alokasikan untuk publikasi di media. Banyak orang mengirimkan pesan kepadanya dan banyak yang mengatakan &#8216;berani mati nih Orang&#8217;, dan itu membuatnya makin berani tampil. <a href="http://techno.okezone.com/read/2010/06/14/363/342713/363/hengky-setiawan-meretas-jalan-nomor-satu">Detail baca di sini</a>. </p>
<p>Jika banyak presdir berpikir seperti beliau, bisa jadi banyak model/seleb kehilangan job, budget promo bisa diminimalkan, karena ga perlu bayar model. Selain irit, siapa tahu wajah si Presdir memang membawa hoki <img src='http://bazzcethol.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> ).  </p>
<p>Iklan dengan tampang pemilik produk ini seingat saya juga dilakukan pengobatan alternatif khusus alat vital pria alias Mak Erot. Almarhum Mak Erot dulu juga nampang di berbagai koran lokal. Bisa jadi memasang foto Mak Erot lebih ampuh dibanding memasang gambar alat vital pria yang jelas-jelas saru dan tak manusiawi untuk dilihat <img src='http://bazzcethol.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> ).  </p>
<p>Tapi pastinya, saya salut dengan iklan yang memasang orang-orang sendiri, selain buat menaikkan <em>pede</em>, pemilik produk juga lebih dekat dengan pembelinya. Yah, resikonya bisa mendadak jadi selebritis, meski skalanya bintang iklan produk pribadi :d. </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bazzcethol.com/2011/08/iklan-modal-pede-dan-yakin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Outlander? Nope!</title>
		<link>http://bazzcethol.com/2011/07/outlander-nope/</link>
		<comments>http://bazzcethol.com/2011/07/outlander-nope/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 04 Jul 2011 16:18:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bazz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Baca-Baca]]></category>
		<category><![CDATA[Film]]></category>
		<category><![CDATA[hobi]]></category>
		<category><![CDATA[pria]]></category>
		<category><![CDATA[seksi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bazzcethol.com/?p=439</guid>
		<description><![CDATA[Akhir pekan lalu, saya sibuk mencari subtitle setumpuk koleksi film yang hampir 80% belum sempat saya tonton, sampai akhirnya memutuskan nonton Outlander di tengah malam yang dingin, dengan harapan bisa merasa hangat karena semangat juang pasukan Viking yang tenar dengan semangat perangnya. Sayangnya saya salah, harusnya saya nonton film drama komedi romantis atau drama humanis [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Akhir pekan lalu, saya sibuk mencari subtitle setumpuk koleksi film yang hampir 80% belum sempat saya tonton, sampai akhirnya memutuskan nonton Outlander di tengah malam yang dingin, dengan harapan bisa merasa hangat karena semangat juang pasukan Viking yang tenar dengan semangat perangnya. Sayangnya saya salah, harusnya saya nonton film drama komedi romantis atau drama humanis biasa saja dan tak perlu menghabiskan waktu 2 jam untuk nonton film yang mudah sekali ditebak dengan akting biasa-biasa saja. Tapi saya nonton film ini gara-gara ada nama James Caviezel! <span id="more-439"></span></p>
<p>Ide cerita film ini sudah biasa dimainkan industri film Hollywood, tentang orang asing (outlander) yang terdampar di daratan bangsa Viking sekitar 709 sebelum masehi. Sebut saja nama si outlander ini adalah Kainan (James Caviezel) yang tengah menjalankan misi mengejar monster berbentuk naga (Moorwen) yang sialnya ikut terlepas saat pesawat Kainan jatuh. Moorwen pun meneror dan membunuh setiap nyawa yang ditemuinya, tak peduli manusia atau hewan. Kainan yang notabene orang asing menjadi tertuduh di balik teror ini. </p>
<p>Singkat cerita, penduduk yang awalnya membenci Kainan, akhirnya berbalik menyukainya setelah dia menyelamatkan sang raja saat perburuan Morwen. Kainan dibantu beberapa ksatria Viking bertempur melawan Moorwen yang berakhir dengan kemenangan, dan juga kematian sang raja. The end of the story, Kainan memutuskan tetap tinggal dan menikah dengan putri sang raja. So simple and so boring, apalagi nama bintang utamanya, Kainan yang bagi saya terlalu lembut bagi pria dengan otot bisep yang kekar. Harusnya namanya Gunnar, Gundala, Rothgar, atau nama lain yang lebih maskulin. </p>
<div id="attachment_457" class="wp-caption aligncenter" style="width: 260px"><img src="http://bazzcethol.com/wp-content/uploads/2011/07/outlander.jpg" alt="(c) filmofilia.com" title="outlander" width="250" height="357" class="size-full wp-image-457" /><p class="wp-caption-text">(c) filmofilia.com</p></div>
<p>Akting Jim pun tak bisa membantu ide cerita yang teramat basi ini. Tak pernah sekalipun menyangka, Jim bisa berperan di film standart seperti ini setelah akting supernya sebagai Jesus Christ di The Passion of the Christ (2003), Wyatt Earp dan Thin Red Line. Saya menyukai Jim, tidak hanya karena aktingnya yg lumayan bagus, wajah yang ganteng, tapi juga kehidup pribadinya yang bersih, religius, suami setia, bapak adopsi 3 bayi China penderita tumor, dan jauh dari glamournya Hollywood. Jim tetap pria biasa, dengan kehidupan biasanya, sayang kali ini Jim salah pilih film. Jim melakonkan outlander (orang asing), yang benar-benar asing bagi saya. Aktingnya ga banget, apalagi saat adegan meneteskan air mata, terasa garing dan tak alami. Poor Jim. </p>
<p>After all, dari 10 bintang, film ini hanya dapat 5. Angka 5 pun bukan karena Jim, tapi karena danau dan air terjun Norwegia yang teramat seksi, dan lumayanlah bisa bikin mata adem.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bazzcethol.com/2011/07/outlander-nope/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Si Rubah Tak Mau Bekerja</title>
		<link>http://bazzcethol.com/2011/06/si-rubah-tak-mau-bekerja/</link>
		<comments>http://bazzcethol.com/2011/06/si-rubah-tak-mau-bekerja/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 14 Jun 2011 17:07:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bazz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Baca-Baca]]></category>
		<category><![CDATA[MyDay]]></category>
		<category><![CDATA[bahasa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bazzcethol.com/?p=416</guid>
		<description><![CDATA[Apa yang membuat saya sebal bekerja sebagai editor? Jika melihat rekan saya menulis kata tidak pada tempatnya. Reflek saya akan memberikan kuliah singkat via messenger, email maupun secara lisan. Bukan bermaksud untuk sok atau merasa yang paling tahu, tapi lebih pada rasa kepedulian untuk menggunakan bahasa Indonesia secara benar dalam bahasa tulis.  
Ambil contoh [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Apa yang membuat saya sebal bekerja sebagai editor? Jika melihat rekan saya menulis kata tidak pada tempatnya. Reflek saya akan memberikan kuliah singkat via messenger, email maupun secara lisan. Bukan bermaksud untuk sok atau merasa yang paling tahu, tapi lebih pada rasa kepedulian untuk menggunakan bahasa Indonesia secara benar dalam bahasa tulis.  </p>
<p>Ambil contoh kata <em>ubah</em> dan <em>rubah</em>. Dua kata yang sering kali digunakan dalam satu fungsi, dan itu salah kaprah. Rubah adalah nama binatang, dan sampai kapanpun dia tidak akan mau untuk diminta bekerja, karena dia bisanya hanya bermain dan berburu untuk makan. Jadi, jangan minta rubah untuk bekerja, biarlah dia asyik dengan hidupnya. Doh ngelantur =)). <span id="more-416"></span></p>
<p>Tapi saya serius, <em>rubah</em> adalah kata benda dan tidak pernah sekalipun difungsikan sebagai kata kerja. Rubah berdiri sendiri sebagai subjek atau objek dan tidak pernah dibuat sebagai kata keterangan, kata kerja maupun kata sifat.</p>
<p>Sementara <em>ubah</em> adalah kata kerja, dengan awalan atau tanpa awalan, ubah tetap berfungsi sebagai kata kerja. Jadi dalam penulisan kalimat dengan awalan/prefiks <em>meng-</em> atau <em>di-</em>, yang benar harus menggunakan <em>ubah</em>, bukan <em>rubah</em>. </p>
<p>Contoh:<br />
- Tolong kalimat promosi dalam take over banner dirubah <em>&#8211;> seharusnya &#8211;></em> Tolong kalimat promosi dalam take over banner diubah.<br />
- Merubah variabel pada kolom pencarian data, membutuhkan resource yang cukup besar <em>&#8211;> seharusnya &#8211;></em> Mengubah variabel pada kolom pencarian data, membutuhkan resource yang cukup besar.</p>
<p>Tak sulit bukan? Hanya butuh kebiasaan dan kesabaran agar tidak berpikir salah <del datetime="2011-06-14T17:04:16+00:00">kaprah</del> lagi. Jika tidak dilakukan mulai sekarang, bisa dibayangkan kata rubah sebagai kata kerja akan mengalahkan popularitas kata ubah di search engine. Dan sebagai pelaku media, mari belajar menulis dengan baik dan benar, agar tidak menyesatkan user yang menggunakan media sebagai salah satu pembelajaran bahasa. Yuk, mulai menulis dengan baik dan benar!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bazzcethol.com/2011/06/si-rubah-tak-mau-bekerja/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pengumpul atau Pembaca Buku?</title>
		<link>http://bazzcethol.com/2010/08/pengumpul-atau-pembaca-buku/</link>
		<comments>http://bazzcethol.com/2010/08/pengumpul-atau-pembaca-buku/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 29 Aug 2010 08:54:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bazz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Baca-Baca]]></category>
		<category><![CDATA[Bazzberry]]></category>
		<category><![CDATA[MyDay]]></category>
		<category><![CDATA[buku]]></category>
		<category><![CDATA[hobi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bazzcethol.com/?p=267</guid>
		<description><![CDATA[Pascabajir lokal di kamar saya pada 21 Agustus lalu, ada satu pertanyaan dari ibu yang kala itu membantu saya membersihkan kamar. Kamu ini suka baca buku atau pengumpul buku? Nah, saya langsung bilang &#8217;suka membaca lah&#8217;, sambil memilah-milah buku basah dan buku kering. 
Setelah aktifitas mengeringkan kamar selesai, saya jadi berpikir ulang, apa benar saya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pascabajir lokal di kamar saya pada 21 Agustus lalu, ada satu pertanyaan dari ibu yang kala itu membantu saya membersihkan kamar. Kamu ini suka baca buku atau pengumpul buku? Nah, saya langsung bilang &#8217;suka membaca lah&#8217;, sambil memilah-milah buku basah dan buku kering. </p>
<p>Setelah aktifitas mengeringkan kamar selesai, saya jadi berpikir ulang, apa benar saya suka membaca? Jika ditilik dari tumpukan buku yang saya miliki berapa banyak yang sudah saya baca? Sepertinya masih 30%nya saja dan aktifitas membaca lebih sering saya lakukan saat weekend atau setiap hari menjelang tidur sebelum akhirnya terlelap dimakan bantal. <span id="more-267"></span></p>
<p>Melihat ke belakang, tumpukan buku yang ada di lantai, terbungkus kardus di bawah ranjang, terbungkus tas plastik, tas kain, dan terpajang rapi di rak, semua saya beli karena saya suka dan kerap kali karena bursa buku murah dan mendadak jadi hilang akal saat melihat angka-angka berembel-embel persen yang digantung di rak-rak toko buku atau pameran buku. </p>
<div id="attachment_268" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><img src="http://bazzcethol.com/wp-content/uploads/2010/09/CIMG0028.jpg" alt="menjemur buku" title="CIMG0028" width="300" height="225" class="size-full wp-image-268" /><p class="wp-caption-text">menjemur buku</p></div>
<p>Sering kali saya harus merelakan sekian persen dari uang gajian saya untuk membeli setumpuk buku yang belum tentu akan saya baca dalam waktu dekat. Pun saat jalan-jalan ke toko buku loak, saya rela bersitegang dan menawar harga termurah demi buku yang saya idamkan, meski akhirnya saya kalah dan menyerah dengan harga buku bekas yang kadang harganya tak masuk akal. </p>
<p>Saya sangat menyukai buku dengan kategori sesuai minat saya, dari novel fiksi ilmiah, detektif, history, nature, edukasi, serial jadul enyd blyton, komik bebek, sampai Tintin + Asterix terbitan Indira semua masuk dalam harta yang akan saya jaga dari musibah banjir, lecek bahkan bencana robek. Saya antibuku lecek apalagi meminjamkannya pada mereka yang tak menghargai buku.  </p>
<p>Buku adalah passion saya dari sebuah mimpi kecil memiliki perpustakaan nyaman dengan lantai kayu berkarpet tebal dengan bantal-bantal besar atau hanya sekedar duduk di bangku panjang menempel jendela, membaca buku dan menikmati se-mug coklat panas. Duh, hidup begitu indah dan saya jadi lupa hutang :d. </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bazzcethol.com/2010/08/pengumpul-atau-pembaca-buku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sebatang Pensil</title>
		<link>http://bazzcethol.com/2010/03/sebatang-pensil/</link>
		<comments>http://bazzcethol.com/2010/03/sebatang-pensil/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Mar 2010 16:49:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bazz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Baca-Baca]]></category>
		<category><![CDATA[Bazzberry]]></category>
		<category><![CDATA[Jalan-Jalan]]></category>
		<category><![CDATA[jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[jjf]]></category>
		<category><![CDATA[paulo coelho]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bazzcethol.com/?p=250</guid>
		<description><![CDATA[Belakangan ini saya sedang membaca buku Like the Flowing River-nya Paulo Coelho yang saya beli di Periplus saat perjalanan pulang ke Malang. Saya membaca beberapa bab di buku setebal 245 halaman ini dengan gaya suka-suka. Maksudnya dari halaman 1 bisa loncat ke halaman 17, 23, bahkan 147, ya seenaknya saja bacanya. Lebih suka membaca judul [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Belakangan ini saya sedang membaca buku Like the Flowing River-nya Paulo Coelho yang saya beli di Periplus saat perjalanan pulang ke Malang. Saya membaca beberapa bab di buku setebal 245 halaman ini dengan gaya suka-suka. Maksudnya dari halaman 1 bisa loncat ke halaman 17, 23, bahkan 147, ya seenaknya saja bacanya. Lebih suka membaca judul yang sekiranya menarik lalu lanjut ke inti ceritanya. Buku ini memang tak seperti buku-buku Coelho yang lain, karena hanya mengisahkan kecil yang menginspirasi Coelho sebelum menulis buku dan setiap babnya mengusuh tema yang berlainan.</p>
<p>Ada satu kisah kecil yang menarik dan jadi bab yang pertama kali saya baca membaca buku ini di bandara sambil menunggu pesawat take-off. Judulnya The Story of The Pencil, dengan pelaku seorang bocah dan neneknya. <span id="more-250"></span></p>
<p>Si bocah sedang melihat neneknya menulis sebuah surat, dan dengan raut muka penasaran si bocah bertanya pada neneknya, apa yang dia tulis. Sambil masih menulis, si nenek menjawab bahwa dia menulis tentang cucunya, tapi yang lebih penting adalah pensil yang sedang dia gunakan untuk menulis, bukan surat yang sedang dia tulis.</p>
<p>&#8220;Mengapa pensil itu begitu penting? Aku lihat sama saja dengan pensil yang lain.&#8221;<br />
Dengan senyum bijak, nenek menjawab: tergantung bagaimana kamu melihat sesuatu? pensil ini seperti halnya hidup kita. </p>
<p>1. Selalu ada tangan yang membimbing pensil (kita) untuk menulis dan berkarya, dan tangan itu adalah tangan Tuhan yang menuntun kita sesuai kehendaknya. </p>
<p>2. Pensil butuh diraut untuk menjadi lebih tajam. Sakit dan menguras tenaga, tapi karya terbaik lahir dari rautan yang tajam.<br />
Seperti halnya kita, butuh perjuangan dan pengorbanan untuk menjadi lebih baik lagi.</p>
<p>3. Pensil memberi kebebasan penghapus karet untuk menghapus kesalahan. Begitu juga kita, kita punya hak untuk menghapus kesalahan yang menghalangi jalan kita. Segera setelah kesalahan terhapus kita bisa kembali mengkoreksi dan melanjutkan jalan yang sempat terputus.</p>
<p>4. Bukan kayu pembungkus pensil yang paling utama, tapi granit terbaik yang ada di dalamnya. Pensil dari kayu murahan akan tetap tahan lama dengan granit kualitas terbaik. Seperti halnya kita, yang terpenting adalah apa yang ada dalam diri kita, bukan kain pembungkus raga yang kerap disalah-artikan.</p>
<p>5. Pensil selalu meninggalkan jejak dari apa yang dituliskannya di atas kertas. Sama halnya dengan kita, apa yang kita lakukan selalu meninggalkan jejak, jadi sadarilah dan waspada dengan segala hal pernah/akan kita lakukan.</p>
<p>Filosofi yang cukup menarik, terlebih saat itu saya sedang memegang pensil yang saya ambil dari hotel tempat saya menginap. Pensil dari kayu yang diamplas halus ini terlihat biasa-biasa saja, tapi sejak membaca kisah tadi, pensil ini jadi terlihat mirip saya secara abstrak, tapi secara fisik sangat jauh berbeda, pensilnya langsing sementara saya padat berisi <img src='http://bazzcethol.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> ).</p>
<p>Ah..sudahlah, saya capek menulis <del datetime="2010-04-20T16:52:46+00:00">tanpa pensil</del> di Bazzberry, sambil menunggu pesawat yang delay 35 menit. </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bazzcethol.com/2010/03/sebatang-pensil/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Winter and Night</title>
		<link>http://bazzcethol.com/2009/05/winter-and-night/</link>
		<comments>http://bazzcethol.com/2009/05/winter-and-night/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 23 May 2009 11:34:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bazz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Baca-Baca]]></category>
		<category><![CDATA[Bazzberry]]></category>
		<category><![CDATA[buku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bazzcethol.com/2009/05/winter-and-night/</guid>
		<description><![CDATA[Ayahmu itu tidak waras. Dia hampir membunuhmu.
Dia ayahku.
Itu bukan salahmu.
Ternyata tidak berhasil. Adikku tidak pulang.
Tindakanmu tetap benar.
Meskipun tidak berhasil?
Sejak kapan kebenaran diputuskan dengan berhasil atau tidak?

Bill harus hidup dengan semua rasa kebencian itu hampir 30 tahun lamanya. Dan saat dia harus menemukan anak yang hilang, dia seperti terlempar kembali ke masa lalu. Masa di mana [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Ayahmu itu tidak waras. Dia hampir membunuhmu.<br />
Dia ayahku.<br />
Itu bukan salahmu.<br />
Ternyata tidak berhasil. Adikku tidak pulang.<br />
Tindakanmu tetap benar.<br />
Meskipun tidak berhasil?<br />
Sejak kapan kebenaran diputuskan dengan berhasil atau tidak?<br />
</em></p>
<p>Bill harus hidup dengan semua rasa kebencian itu hampir 30 tahun lamanya. Dan saat dia harus menemukan anak yang hilang, dia seperti terlempar kembali ke masa lalu. Masa di mana orang dewasa mengkhianati anak-anak, yang tak kuasa harus menolak bahkan mereka harus hidup dengan tumpukan kebohongan dan ambisi masa lalu. </p>
<p>Sedikit gambaran tentang novel misteri Winter n Night karya <strong>SJ Rozan</strong> yang diterbitkan 2006 lalu. Membaca novel yang saya beli dalam edisi hilang akal ini saya seperti melihat film Mystic River. Meski saya tidak pernah membaca novelnya, tapi benang merahnya hampir sepadan, yakni saat dosa masa lalu kembali ditarik ke masa sekarang, dan si tokoh utama harus berhadapan dengan masa lalunya yang kelam. Menyakitkan tapi harus tetap dihadapi. <span id="more-143"></span></p>
<p>Dua cerita ini mimiliki kemiripan, tapi jika disuruh memilih saya lebih memilih <strong>Winter and Nite</strong> yang tak segelap Mystic River. </p>
<p>Bersama partnernya Linda Chin, Bill harus menguak kekerasan yang terjadi pada remaja yang hidup di kota yang sangat mengagungkan futbal lebih dari apa pun, meski nyawa seorang gadis dan seorang bocah (yang mereka sebut tidak keren) harus melayang untuk kesalahan yang tak pernah dilakukannya. </p>
<p>Kota futbal yang tak kenal ampun dengan &#8216;anak-anak tidak keren&#8217;  ini begitu memuja pahlawan mereka. Pahlawan yang berbadan &#8216;nyaris&#8217; seperti raksasa, pahlawan yang berlatih keras bahkan jika mereka harus merobek otot, meretakkan tulang, dan muntah di lapangan. Mereka adalah pahlawan, dan mereka boleh melakukan apa pun tanpa ada yang menghentikannya. Pahlawan-pahlawan itu adalah anak laki-laki yang dikuasai ambisi, kesombongan &#038; ego untuk membenarkan tindakan mereka.</p>
<p>Bill harus berjuang menghadapi pria-pria dewasa yang memanfaatkan &#8216;anak-anak raksasa&#8217; itu demi dendam dan ambisi masa lalu.  Dendam ini dikemas begitu manis dan rapi meskipun harus menjalani dan merancang misi pembalasan dalam balutan kebencian dan rasa sakit hati selama 23 tahun. Rasa sakit yang dialami anak-anak tidak keren ini akhirnya terbalaskan dalam satu pendidikan yang mencetak pria berkarakter dengan slogan &#8216;kalau kamu pemain futbal hebat, kamulah pemilik dunia&#8217;&#8230;.slogan yang membuat ayah-ayah di kota gila futbal menitipkan anak lelaki mereka pada sosok yang pernah mereka aniayai 23 tahun lalu.</p>
<p>Rozan menulis penuh karakter, penuh rasa marah dengan sikap orang dewasa yang mengkhianati anak-anak mereka. Bahasanya yang ringan mampu mengikat saya untuk terus membaca buku setebal 617 halaman ini dan mengamati bagaimana pria-pria dewasa tidak pernah beranjak dewasa demi ego sesat mereka. Ya, bisa dibilang Winter and Night menggetarkan dan <em>unpredictable</em>. </p>
<p>Note:<br />
Anak-anak tidak keren adalah mereka yang bertubuh kerempeng, berkaca mata, kutu buku, bertampang culun, tidak populer, jelas-jelas tidak bisa tampil modis. Hobi utamanya pergi ke perpus, membaca, bermain papan luncur dan aktif di dunia maya. </p>
<p>Anak-anak raksasa adalah atlit futbal yang berbadan tinggi besar, berbahu lebar dan berbadan bidang. Rata-rata sikapnya arogan dan hobi bikin kerusuhan, terutama wild party pra/pasca pertandingan akbar. Mereka juga suka menumpahkan coke ke kepala anak-anak tidak keren, menenggelamkan wajah dan kepala anak-anak tidak keren ke toilet, melempari mereka dengan bola basket, mengolok-ngolok mereka dengan nama apa pun yang mereka inginkan, bahkan  memaksa mereka makan kotoran anjing.</p>
<p>*<em>Ditulis 15 menit yang lalu  by  bazzberry sambil nunggu hujan reda dan mendengarkan adzan Isya</em>*</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bazzcethol.com/2009/05/winter-and-night/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>for you, a thousand times over&#8230;..</title>
		<link>http://bazzcethol.com/2009/02/for-you-a-thousand-times-over/</link>
		<comments>http://bazzcethol.com/2009/02/for-you-a-thousand-times-over/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Feb 2009 16:01:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bazz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Baca-Baca]]></category>
		<category><![CDATA[buku]]></category>
		<category><![CDATA[kite runner]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bazzcethol.com/?p=139</guid>
		<description><![CDATA[Akhirnya saya bisa melihat Hassan setelah hampir setahun menunggu dalam ketidakpastiaan. Thanks buat my best gal yang jauh-jauh dari Swiss terus mampir ke Kuta, Bali untuk beliin Hassan.
Meski sedikit trouble dengan dvd playerku dan terpaksa harus melihat estafet dan manual dari folder video_ts, tapi seneng juga bisa melihat Hassan secara visual. Ada beberapa yang  [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Akhirnya saya bisa melihat <a href="http://bazzcethol.com/2006/12/hassanku/">Hassan</a> setelah <a href="http://bazzcethol.com/2007/10/my-hassan-make-a-fuss/">hampir setahun menunggu</a> dalam ketidakpastiaan. Thanks buat <a href="http://tutut79.blogsome.com/">my best gal</a> yang jauh-jauh dari Swiss terus mampir ke Kuta, Bali untuk beliin Hassan.</p>
<p>Meski sedikit trouble dengan dvd playerku dan terpaksa harus melihat estafet dan manual dari folder video_ts, tapi seneng juga bisa melihat Hassan secara visual. Ada beberapa yang  beda dari Hassan versi buku dan layar lebar. Di buku yang saya baca, Hassan yang keturunan Hazara digambarkan sebagai bocah dengan segala keluguan, berwajah bundar, bermata sipit khas kaum Hazara (keturunan Mongoloid. red), berbibir sumbing, lusuh karena memang seorang pembantu. <span id="more-139"></span></p>
<p>Tapi Hassan secara visual tergambar lebih manis, dengan pipi tembem, mata berbentuk kacang kenari dengan sudut menyipit, hidung mancung berbentuk persegi, bagiku wajah Hassan begitu unik dan menggemaskan.  Sementara tokoh Amir Agha cukup bisa mewakili sosok Amir yang digambarkan <a href="http://bazzcethol.com/2006/10/om-khalid/">Khalid Hosseini</a>. </p>
<p>Tentu film berdurasi 128 menit ini tak bisa menuangkan semua isi buku setebal 324 halaman, namun beberapa adegan tergambar dengan bagus di film ini, seperti saat Hassan berjalan tertatih-tatih dengan tetesan darah jatuh dari celana membasahi hamparan salju putih sambil tetap memegang layang-layang hasil kejuaraan turnamen. Dan untuk terakhir kalinya Hassan berucap  “&#8230;untukmu, keseribu kalinya Amir Agha…”</p>
<p>Adegan di kuburan di atas puncak bukit dengan sebatang pohon ceri tua yang menjadi saksi kebersamaan Hassan dan Amir, sebuah tempat saat Amir melempar Hassan dengan ceri-ceri busuk, dan Hassan tak pernah membalas tapi memungut ceri dari tanah dan meremas ceri busuk ke wajahnya sendiri&#8230;ya, Hassan tak pernah melawan, Hassan yang tulus (bukan bodoh), Hassan yang akan melakukan apapun untuk sahabat dan majikannya, ya Hassan yang selalu setia mengatakan &#8230;.. for you, a thousand times over&#8230;..</p>
<p>Dan sampai film berakhir, saya tetap kagum dengan sosok Hassan meski sudah melihat untuk yang ketiga kalinya, dan tidak akan pernah bosan mengatakan &#8230;&#8230;&#8230;.for you, a thousand times over&#8230;Hassan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bazzcethol.com/2009/02/for-you-a-thousand-times-over/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>My Hassan make a fuss</title>
		<link>http://bazzcethol.com/2007/10/my-hassan-make-a-fuss/</link>
		<comments>http://bazzcethol.com/2007/10/my-hassan-make-a-fuss/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 Oct 2007 02:08:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bazz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Baca-Baca]]></category>
		<category><![CDATA[buku]]></category>
		<category><![CDATA[kite runner]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rita.7une.com/2007/10/24/my-hassan-make-a-fuss/</guid>
		<description><![CDATA[Desember mendatang ada dua momen yang saya tunggu, yaitu hari libur (idul adha, natal, tahun baru), dan juga rilis buku favorit saya ke dalam sebuah film. Dari source yang saya baca, film yang seharusnya diputar pada 2 November terpaksa diundur pada 14 Desember atau enam minggu lebih lambat dari schedule awal. Ya, seperti kisah klasik [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Desember mendatang ada dua momen yang saya tunggu, yaitu hari libur (idul adha, natal, tahun baru), dan juga rilis <a href="http://rita.7une.com/2006/12/09/hassanku/">buku favorit saya</a> ke dalam sebuah film. Dari <a href="http://www.hollywood.com/news/Producers_Postpone_The_Kite_Runner_over_Rape_Scene_Fuss/4942412">source</a> yang saya baca, film yang seharusnya diputar pada 2 November terpaksa diundur pada 14 Desember atau enam minggu lebih lambat dari schedule awal. Ya, seperti kisah klasik lainnya, film yang menyerempet kesukuan ataupun berbau politik selalu melewati sensor ekstra ketat dan kadang juga membuat hidup pemain film di dalamnya menjadi terancam, dan menempatkan Kite Runner jadi <em>one of Hollywood&#8217;s most eagerly anticipated movies this year</em>.<span id="more-92"></span></p>
<p>Pihak <a href="www.paramountvantage.com/kiterunner/">Paramount Vantage</a>, distributor film The Kite Runner, mengambil keputusan menunda rilis film selama enam pekan untuk memberikan waktu kepada ketiga bintang kecil (pemeran Amir, Hassan, dan Assef) yang saat ini masih bersekolah, untuk meninggalkan Kabul bersama keluarga mereka. Langkah ini terpaksa diambil menyusul meningkatnya kecemasan tentang dampak film itu bagi Afghan. </p>
<p>Dari info Paramount, yang sangat dikhawatirkan adalah adegan perkosaan brutal yang pada akhirnya menentukan nasib ketiga tokoh utama, karena adegan perkosaan ini bisa memicu aksi kekerasan antara kelompok Pashtun (Amir &#038; Assef) dan Hazari (my lovely Hassan) dan menempatkan para aktornya sebagai sasaran serangan mereka.</p>
<p>Saya jadi membayangkan, mampukah sutradara <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Marc_Forster">Marc Forster</a> menampilkan perasaan cemas, takut, sedih, galau, muak, benci, dari setiap kata-kata indah <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Khaled_Hosseini">Khaled Hosseini</a>, ke dalam bentuk visual? Tapi yang pasti, bahasa tulisan akan terasa lebih dalam dibanding bentuk visual.</p>
<p>Entah gimana jadinya film ini, yang jelas saya tak bisa berharap banyak, film ini akan diputar di bioskop kotaku, yang sampai saat ini selalu diinvasi film² hantu picisan <img src='http://bazzcethol.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> . </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bazzcethol.com/2007/10/my-hassan-make-a-fuss/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

