<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>bazz &#187; Baca-Baca</title>
	<atom:link href="http://bazzcethol.com/category/baca-baca/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://bazzcethol.com</link>
	<description>nice but not too nice, cool but not ignorance</description>
	<lastBuildDate>Wed, 21 Apr 2010 15:49:54 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.1</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Sebatang Pensil</title>
		<link>http://bazzcethol.com/2010/03/sebatang-pensil/</link>
		<comments>http://bazzcethol.com/2010/03/sebatang-pensil/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Mar 2010 16:49:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bazz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Baca-Baca]]></category>
		<category><![CDATA[Bazzberry]]></category>
		<category><![CDATA[Jalan-Jalan]]></category>
		<category><![CDATA[jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[jjf]]></category>
		<category><![CDATA[paulo coelho]]></category>
		<category><![CDATA[pensiil]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bazzcethol.com/?p=250</guid>
		<description><![CDATA[Belakangan ini saya sedang membaca buku Like the Flowing River-nya Paulo Coelho yang saya beli di Periplus saat perjalanan pulang ke Malang. Saya membaca beberapa bab di buku setebal 245 halaman ini dengan gaya suka-suka. Maksudnya dari halaman 1 bisa loncat ke halaman 17, 23, bahkan 147, ya seenaknya saja bacanya. Lebih suka membaca judul [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Belakangan ini saya sedang membaca buku Like the Flowing River-nya Paulo Coelho yang saya beli di Periplus saat perjalanan pulang ke Malang. Saya membaca beberapa bab di buku setebal 245 halaman ini dengan gaya suka-suka. Maksudnya dari halaman 1 bisa loncat ke halaman 17, 23, bahkan 147, ya seenaknya saja bacanya. Lebih suka membaca judul yang sekiranya menarik lalu lanjut ke inti ceritanya. Buku ini memang tak seperti buku-buku Coelho yang lain, karena hanya mengisahkan kecil yang menginspirasi Coelho sebelum menulis buku dan setiap babnya mengusuh tema yang berlainan.</p>
<p>Ada satu kisah kecil yang menarik dan jadi bab yang pertama kali saya baca membaca buku ini di bandara sambil menunggu pesawat take-off. Judulnya The Story of The Pencil, dengan pelaku seorang bocah dan neneknya. <span id="more-250"></span></p>
<p>Si bocah sedang melihat neneknya menulis sebuah surat, dan dengan raut muka penasaran si bocah bertanya pada neneknya, apa yang dia tulis. Sambil masih menulis, si nenek menjawab bahwa dia menulis tentang cucunya, tapi yang lebih penting adalah pensil yang sedang dia gunakan untuk menulis, bukan surat yang sedang dia tulis.</p>
<p>&#8220;Mengapa pensil itu begitu penting? Aku lihat sama saja dengan pensil yang lain.&#8221;<br />
Dengan senyum bijak, nenek menjawab: tergantung bagaimana kamu melihat sesuatu? pensil ini seperti halnya hidup kita. </p>
<p>1. Selalu ada tangan yang membimbing pensil (kita) untuk menulis dan berkarya, dan tangan itu adalah tangan Tuhan yang menuntun kita sesuai kehendaknya. </p>
<p>2. Pensil butuh diraut untuk menjadi lebih tajam. Sakit dan menguras tenaga, tapi karya terbaik lahir dari rautan yang tajam.<br />
Seperti halnya kita, butuh perjuangan dan pengorbanan untuk menjadi lebih baik lagi.</p>
<p>3. Pensil memberi kebebasan penghapus karet untuk menghapus kesalahan. Begitu juga kita, kita punya hak untuk menghapus kesalahan yang menghalangi jalan kita. Segera setelah kesalahan terhapus kita bisa kembali mengkoreksi dan melanjutkan jalan yang sempat terputus.</p>
<p>4. Bukan kayu pembungkus pensil yang paling utama, tapi granit terbaik yang ada di dalamnya. Pensil dari kayu murahan akan tetap tahan lama dengan granit kualitas terbaik. Seperti halnya kita, yang terpenting adalah apa yang ada dalam diri kita, bukan kain pembungkus raga yang kerap disalah-artikan.</p>
<p>5. Pensil selalu meninggalkan jejak dari apa yang dituliskannya di atas kertas. Sama halnya dengan kita, apa yang kita lakukan selalu meninggalkan jejak, jadi sadarilah dan waspada dengan segala hal pernah/akan kita lakukan.</p>
<p>Filosofi yang cukup menarik, terlebih saat itu saya sedang memegang pensil yang saya ambil dari hotel tempat saya menginap. Pensil dari kayu yang diamplas halus ini terlihat biasa-biasa saja, tapi sejak membaca kisah tadi, pensil ini jadi terlihat mirip saya secara abstrak, tapi secara fisik sangat jauh berbeda, pensilnya langsing sementara saya padat berisi <img src='http://bazzcethol.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> ).</p>
<p>Ah..sudahlah, saya capek menulis <del datetime="2010-04-20T16:52:46+00:00">tanpa pensil</del> di Bazzberry, sambil menunggu pesawat yang delay 35 menit. </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bazzcethol.com/2010/03/sebatang-pensil/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Winter and Night</title>
		<link>http://bazzcethol.com/2009/05/winter-and-night/</link>
		<comments>http://bazzcethol.com/2009/05/winter-and-night/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 23 May 2009 11:34:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bazz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Baca-Baca]]></category>
		<category><![CDATA[Bazzberry]]></category>
		<category><![CDATA[buku]]></category>
		<category><![CDATA[winter and night]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bazzcethol.com/2009/05/winter-and-night/</guid>
		<description><![CDATA[Ayahmu itu tidak waras. Dia hampir membunuhmu.
Dia ayahku.
Itu bukan salahmu.
Ternyata tidak berhasil. Adikku tidak pulang.
Tindakanmu tetap benar.
Meskipun tidak berhasil?
Sejak kapan kebenaran diputuskan dengan berhasil atau tidak?

Bill harus hidup dengan semua rasa kebencian itu hampir 30 tahun lamanya. Dan saat dia harus menemukan anak yang hilang, dia seperti terlempar kembali ke masa lalu. Masa di mana [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Ayahmu itu tidak waras. Dia hampir membunuhmu.<br />
Dia ayahku.<br />
Itu bukan salahmu.<br />
Ternyata tidak berhasil. Adikku tidak pulang.<br />
Tindakanmu tetap benar.<br />
Meskipun tidak berhasil?<br />
Sejak kapan kebenaran diputuskan dengan berhasil atau tidak?<br />
</em></p>
<p>Bill harus hidup dengan semua rasa kebencian itu hampir 30 tahun lamanya. Dan saat dia harus menemukan anak yang hilang, dia seperti terlempar kembali ke masa lalu. Masa di mana orang dewasa mengkhianati anak-anak, yang tak kuasa harus menolak bahkan mereka harus hidup dengan tumpukan kebohongan dan ambisi masa lalu. </p>
<p>Sedikit gambaran tentang novel misteri Winter n Night karya <strong>SJ Rozan</strong> yang diterbitkan 2006 lalu. Membaca novel yang saya beli dalam edisi hilang akal ini saya seperti melihat film Mystic River. Meski saya tidak pernah membaca novelnya, tapi benang merahnya hampir sepadan, yakni saat dosa masa lalu kembali ditarik ke masa sekarang, dan si tokoh utama harus berhadapan dengan masa lalunya yang kelam. Menyakitkan tapi harus tetap dihadapi. <span id="more-143"></span></p>
<p>Dua cerita ini mimiliki kemiripan, tapi jika disuruh memilih saya lebih memilih <strong>Winter and Nite</strong> yang tak segelap Mystic River. </p>
<p>Bersama partnernya Linda Chin, Bill harus menguak kekerasan yang terjadi pada remaja yang hidup di kota yang sangat mengagungkan futbal lebih dari apa pun, meski nyawa seorang gadis dan seorang bocah (yang mereka sebut tidak keren) harus melayang untuk kesalahan yang tak pernah dilakukannya. </p>
<p>Kota futbal yang tak kenal ampun dengan &#8216;anak-anak tidak keren&#8217;  ini begitu memuja pahlawan mereka. Pahlawan yang berbadan &#8216;nyaris&#8217; seperti raksasa, pahlawan yang berlatih keras bahkan jika mereka harus merobek otot, meretakkan tulang, dan muntah di lapangan. Mereka adalah pahlawan, dan mereka boleh melakukan apa pun tanpa ada yang menghentikannya. Pahlawan-pahlawan itu adalah anak laki-laki yang dikuasai ambisi, kesombongan &#038; ego untuk membenarkan tindakan mereka.</p>
<p>Bill harus berjuang menghadapi pria-pria dewasa yang memanfaatkan &#8216;anak-anak raksasa&#8217; itu demi dendam dan ambisi masa lalu.  Dendam ini dikemas begitu manis dan rapi meskipun harus menjalani dan merancang misi pembalasan dalam balutan kebencian dan rasa sakit hati selama 23 tahun. Rasa sakit yang dialami anak-anak tidak keren ini akhirnya terbalaskan dalam satu pendidikan yang mencetak pria berkarakter dengan slogan &#8216;kalau kamu pemain futbal hebat, kamulah pemilik dunia&#8217;&#8230;.slogan yang membuat ayah-ayah di kota gila futbal menitipkan anak lelaki mereka pada sosok yang pernah mereka aniayai 23 tahun lalu.</p>
<p>Rozan menulis penuh karakter, penuh rasa marah dengan sikap orang dewasa yang mengkhianati anak-anak mereka. Bahasanya yang ringan mampu mengikat saya untuk terus membaca buku setebal 617 halaman ini dan mengamati bagaimana pria-pria dewasa tidak pernah beranjak dewasa demi ego sesat mereka. Ya, bisa dibilang Winter and Night menggetarkan dan <em>unpredictable</em>. </p>
<p>Note:<br />
Anak-anak tidak keren adalah mereka yang bertubuh kerempeng, berkaca mata, kutu buku, bertampang culun, tidak populer, jelas-jelas tidak bisa tampil modis. Hobi utamanya pergi ke perpus, membaca, bermain papan luncur dan aktif di dunia maya. </p>
<p>Anak-anak raksasa adalah atlit futbal yang berbadan tinggi besar, berbahu lebar dan berbadan bidang. Rata-rata sikapnya arogan dan hobi bikin kerusuhan, terutama wild party pra/pasca pertandingan akbar. Mereka juga suka menumpahkan coke ke kepala anak-anak tidak keren, menenggelamkan wajah dan kepala anak-anak tidak keren ke toilet, melempari mereka dengan bola basket, mengolok-ngolok mereka dengan nama apa pun yang mereka inginkan, bahkan  memaksa mereka makan kotoran anjing.</p>
<p>*<em>Ditulis 15 menit yang lalu  by  bazzberry sambil nunggu hujan reda dan mendengarkan adzan Isya</em>*</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bazzcethol.com/2009/05/winter-and-night/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>for you, a thousand times over&#8230;..</title>
		<link>http://bazzcethol.com/2009/02/for-you-a-thousand-times-over/</link>
		<comments>http://bazzcethol.com/2009/02/for-you-a-thousand-times-over/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Feb 2009 16:01:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bazz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Baca-Baca]]></category>
		<category><![CDATA[buku]]></category>
		<category><![CDATA[kite runner]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bazzcethol.com/?p=139</guid>
		<description><![CDATA[Akhirnya saya bisa melihat Hassan setelah hampir setahun menunggu dalam ketidakpastiaan. Thanks buat my best gal yang jauh-jauh dari Swiss terus mampir ke Kuta, Bali untuk beliin Hassan.
Meski sedikit trouble dengan dvd playerku dan terpaksa harus melihat estafet dan manual dari folder video_ts, tapi seneng juga bisa melihat Hassan secara visual. Ada beberapa yang  [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Akhirnya saya bisa melihat <a href="http://bazzcethol.com/2006/12/hassanku/">Hassan</a> setelah <a href="http://bazzcethol.com/2007/10/my-hassan-make-a-fuss/">hampir setahun menunggu</a> dalam ketidakpastiaan. Thanks buat <a href="http://tutut79.blogsome.com/">my best gal</a> yang jauh-jauh dari Swiss terus mampir ke Kuta, Bali untuk beliin Hassan.</p>
<p>Meski sedikit trouble dengan dvd playerku dan terpaksa harus melihat estafet dan manual dari folder video_ts, tapi seneng juga bisa melihat Hassan secara visual. Ada beberapa yang  beda dari Hassan versi buku dan layar lebar. Di buku yang saya baca, Hassan yang keturunan Hazara digambarkan sebagai bocah dengan segala keluguan, berwajah bundar, bermata sipit khas kaum Hazara (keturunan Mongoloid. red), berbibir sumbing, lusuh karena memang seorang pembantu. <span id="more-139"></span></p>
<p>Tapi Hassan secara visual tergambar lebih manis, dengan pipi tembem, mata berbentuk kacang kenari dengan sudut menyipit, hidung mancung berbentuk persegi, bagiku wajah Hassan begitu unik dan menggemaskan.  Sementara tokoh Amir Agha cukup bisa mewakili sosok Amir yang digambarkan <a href="http://bazzcethol.com/2006/10/om-khalid/">Khalid Hosseini</a>. </p>
<p>Tentu film berdurasi 128 menit ini tak bisa menuangkan semua isi buku setebal 324 halaman, namun beberapa adegan tergambar dengan bagus di film ini, seperti saat Hassan berjalan tertatih-tatih dengan tetesan darah jatuh dari celana membasahi hamparan salju putih sambil tetap memegang layang-layang hasil kejuaraan turnamen. Dan untuk terakhir kalinya Hassan berucap  “&#8230;untukmu, keseribu kalinya Amir Agha…”</p>
<p>Adegan di kuburan di atas puncak bukit dengan sebatang pohon ceri tua yang menjadi saksi kebersamaan Hassan dan Amir, sebuah tempat saat Amir melempar Hassan dengan ceri-ceri busuk, dan Hassan tak pernah membalas tapi memungut ceri dari tanah dan meremas ceri busuk ke wajahnya sendiri&#8230;ya, Hassan tak pernah melawan, Hassan yang tulus (bukan bodoh), Hassan yang akan melakukan apapun untuk sahabat dan majikannya, ya Hassan yang selalu setia mengatakan &#8230;.. for you, a thousand times over&#8230;..</p>
<p>Dan sampai film berakhir, saya tetap kagum dengan sosok Hassan meski sudah melihat untuk yang ketiga kalinya, dan tidak akan pernah bosan mengatakan &#8230;&#8230;&#8230;.for you, a thousand times over&#8230;Hassan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bazzcethol.com/2009/02/for-you-a-thousand-times-over/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>My Hassan make a fuss</title>
		<link>http://bazzcethol.com/2007/10/my-hassan-make-a-fuss/</link>
		<comments>http://bazzcethol.com/2007/10/my-hassan-make-a-fuss/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 Oct 2007 02:08:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bazz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Baca-Baca]]></category>
		<category><![CDATA[buku]]></category>
		<category><![CDATA[kite runner]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rita.7une.com/2007/10/24/my-hassan-make-a-fuss/</guid>
		<description><![CDATA[Desember mendatang ada dua momen yang saya tunggu, yaitu hari libur (idul adha, natal, tahun baru), dan juga rilis buku favorit saya ke dalam sebuah film. Dari source yang saya baca, film yang seharusnya diputar pada 2 November terpaksa diundur pada 14 Desember atau enam minggu lebih lambat dari schedule awal. Ya, seperti kisah klasik [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Desember mendatang ada dua momen yang saya tunggu, yaitu hari libur (idul adha, natal, tahun baru), dan juga rilis <a href="http://rita.7une.com/2006/12/09/hassanku/">buku favorit saya</a> ke dalam sebuah film. Dari <a href="http://www.hollywood.com/news/Producers_Postpone_The_Kite_Runner_over_Rape_Scene_Fuss/4942412">source</a> yang saya baca, film yang seharusnya diputar pada 2 November terpaksa diundur pada 14 Desember atau enam minggu lebih lambat dari schedule awal. Ya, seperti kisah klasik lainnya, film yang menyerempet kesukuan ataupun berbau politik selalu melewati sensor ekstra ketat dan kadang juga membuat hidup pemain film di dalamnya menjadi terancam, dan menempatkan Kite Runner jadi <em>one of Hollywood&#8217;s most eagerly anticipated movies this year</em>.<span id="more-92"></span></p>
<p>Pihak <a href="www.paramountvantage.com/kiterunner/">Paramount Vantage</a>, distributor film The Kite Runner, mengambil keputusan menunda rilis film selama enam pekan untuk memberikan waktu kepada ketiga bintang kecil (pemeran Amir, Hassan, dan Assef) yang saat ini masih bersekolah, untuk meninggalkan Kabul bersama keluarga mereka. Langkah ini terpaksa diambil menyusul meningkatnya kecemasan tentang dampak film itu bagi Afghan. </p>
<p>Dari info Paramount, yang sangat dikhawatirkan adalah adegan perkosaan brutal yang pada akhirnya menentukan nasib ketiga tokoh utama, karena adegan perkosaan ini bisa memicu aksi kekerasan antara kelompok Pashtun (Amir &#038; Assef) dan Hazari (my lovely Hassan) dan menempatkan para aktornya sebagai sasaran serangan mereka.</p>
<p>Saya jadi membayangkan, mampukah sutradara <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Marc_Forster">Marc Forster</a> menampilkan perasaan cemas, takut, sedih, galau, muak, benci, dari setiap kata-kata indah <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Khaled_Hosseini">Khaled Hosseini</a>, ke dalam bentuk visual? Tapi yang pasti, bahasa tulisan akan terasa lebih dalam dibanding bentuk visual.</p>
<p>Entah gimana jadinya film ini, yang jelas saya tak bisa berharap banyak, film ini akan diputar di bioskop kotaku, yang sampai saat ini selalu diinvasi film² hantu picisan <img src='http://bazzcethol.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> . </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bazzcethol.com/2007/10/my-hassan-make-a-fuss/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>A Father&#8217;s Affair</title>
		<link>http://bazzcethol.com/2007/04/a-fathers-affair/</link>
		<comments>http://bazzcethol.com/2007/04/a-fathers-affair/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 Apr 2007 07:14:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bazz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Baca-Baca]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rita.7une.com/2007/04/28/a-fathers-affair/</guid>
		<description><![CDATA[Sudah hampir sebulan puasa belanja buku, dan minggu lalu akhirnya pergi ke Gramedia book store. Tidak ada niatan untuk membeli tapi hanya survei dan membuat list buku² apa saja  yang akan kubeli jika dana mencukupi. 
Seperti biasa, menuju bagian New Release, rak Diskon, sastra, baru ke rak² lainnya. Banyak buku baru dan rata² membuat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sudah hampir sebulan puasa belanja buku, dan minggu lalu akhirnya pergi ke Gramedia book store. Tidak ada niatan untuk membeli tapi hanya survei dan membuat list buku² apa saja  yang akan kubeli jika dana mencukupi. </p>
<p>Seperti biasa, menuju bagian New Release, rak Diskon, sastra, baru ke rak² lainnya. Banyak buku baru dan rata² membuat bernafsu untuk membuka segelnya. Tapi ga jadi karena banyak hari itu penjagaan lebih diperketat dibanding hari biasanya, maklum weekend. <span id="more-78"></span></p>
<p>Ada satu buku berjudul <a href=http://www.amazon.com/Fathers-Affair-Karel-Glastra-Loon/dp/1841954217>A Father&#8217;s Affair</A>, kalau dibaca dari cover belakangnya ceritanya biasa, tapi ada embel² &#8216;International Best-Seller.&#8217; Dengan penasaran aku membolak-balik tumpukan buku dan mencari-cari adakah buku yang keluar dari kemasannya. Akhirnya aku menemukannya dan dengan semangat kubuka halaman satu, dua, tiga&#8230;dan membacanya sampai dua bab, yang membuatku semakin enggan melepas buku karya <strong>Karel Glastra Van Loom</strong> ini. </p>
<p>Jalan ceritanya lugas dan ringan, bertutur tentang seorang ayah yang mencari ayah kandung dari seorang bocah berusia 13 tahun yang selama ini dikira sebagai putranya. Membolak-balik halaman yang isinya tentang penyelidikan akan siapa ayah kandung putranya, terasa begitu menyedihkan dan menyakitkan. Apalagi jika membayangkan perasaan Armin Minderhout yang tahu bahwa Bo bukan putra kandungnya, karena dokter telah memvonisnya mandul dan kenyataan itu diketahuinya saat dia berniat menikah lagi. Bertanya pada Monika, ibunya Bo, tak mungkin dilakukan, karena wanita yang pernah menjadi istrinya itu sudah meninggal saat Bo berusia tiga tahun.</p>
<p>Penasaran dengan siapa ayah kandung Bo, dan kaki yang pegel karena berdiri selama sejam lebih, akhirnya aku membalik halaman belakang dan meruntut lagi halaman yang menceritakan siapa ayah kandung si Bo. </p>
<p>Usil memang, tapi aku penasaran, meski segan untuk membelinya. Tapi paling tidak aku bisa keluar dari Gramedia dengan lega karena akhirnya aku tau siapa ayah Bo sebenarnya, dan sungguh diluar dugaan, ternyata Bo dan Armin adalah kakak beradik. (*<em>spoiler warning</em>*)</p>
<p>Ya..pada akhirnya aku memang tak membelinya, tapi aku cukup mengagumi novel karya Karel Glastra Van Loon ini dan mengutip sebuah kalimat yang cukup berkesan dan menulisnya di folder Note Hpku: <em>&#8220;Mana yang lebih baik, hidup dengan jawaban yang tidak disukai, atau hidup dengan pertanyaan yang tidak pernah terjawab?&#8221;</em></p>
<p>Jika aku disuruh memilih dua option tersebut, aku tak akan bisa memilihnya tapi aku sangat yakin, pihak gramedia akan memilih pengunjung sepertiku untuk segera keluar dan tokonya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bazzcethol.com/2007/04/a-fathers-affair/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kopi Asin</title>
		<link>http://bazzcethol.com/2007/02/kopi-asin/</link>
		<comments>http://bazzcethol.com/2007/02/kopi-asin/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Feb 2007 08:55:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bazz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Baca-Baca]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rita.7une.com/2007/02/21/kopi-asin/</guid>
		<description><![CDATA[Seorang pria bertemu dengan seorang gadis di sebuah pesta, si gadis tampil luar biasa cantiknya, banyak lelaki yang mencoba mengejar si gadis. Si pria sebetulnya tampil biasa saja dan tak ada yang begitu memperhatikan dia, tapi pada saat pesta selesai dia memberanikan diri mengajak si gadis untuk sekedar mencari minuman hangat. Si gadis agak terkejut, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seorang pria bertemu dengan seorang gadis di sebuah pesta, si gadis tampil luar biasa cantiknya, banyak lelaki yang mencoba mengejar si gadis. Si pria sebetulnya tampil biasa saja dan tak ada yang begitu memperhatikan dia, tapi pada saat pesta selesai dia memberanikan diri mengajak si gadis untuk sekedar mencari minuman hangat. Si gadis agak terkejut, tapi karena kesopanan si pria itu, si gadis mengiyakan ajakannya. </p>
<p>Dan mereka berdua akhirnya duduk di sebuah coffee shop, tapi si pria sangat gugup untuk berkata apa-apa dan si gadis mulai merasa tidak nyaman dan berkata, &#8220;Kita pulang aja yuk&#8230;?&#8221;.</p>
<p>Namun tiba-tiba si pria meminta sesuatu pada sang pramusaji, &#8220;Bisa minta garam buat kopi saya?&#8221;<br />
Semua orang yang mendengar memandang dengan ke arah si pria, aneh sekali! Wajahnya berubah merah, tapi tetap saja dia memasukkan garam tersebut ke dalam kopinya dan meminumnya.</p>
<p>Si gadis dengan penasaran bertanya, &#8220;Kenapa kamu bisa punya hobi seperti ini?&#8221; <span id="more-73"></span></p>
<p>Si pria menjawab, &#8220;Ketika saya kecil, saya tinggal di daerah pantai dekat laut, saya suka bermain di laut, saya dapat merasakan rasanya laut, asin dan sedikit menggigit, sama seperti kopi asin ini. Dan setiap saya minum kopi asin, saya selalu ingat masa kanak-kanak saya, ingat kampung  alaman, saya sangat rindu kampung halaman saya, saya kangen orang tua saya yang masih<br />
tinggal di sana.&#8221;</p>
<p>Begitu berkata kalimat terakhir, mata si pria mulai berkaca-kaca, dan si gadis sangat tersentuh akan perasaan tulus dari ucapan pria di hadapannya itu. Si gadis berpikir bila seorang pria dapat bercerita bahwa ia rindu kampung halamannya, pasti pria itu mencintai rumahnya, perduli akan rumahnya dan mempunyai tanggung jawab terhadap rumahnya. Kemudian si gadis juga mulai<br />
berbicara, bercerita juga tentang kampung halamannya nun jauh di sana, masa kecilnya, dan keluarganya. </p>
<p>Suasana kaku langsung berubah menjadi sebuah perbincangan yang hangat juga akhirnya menjadi sebuah awal yang indah dalam cerita mereka berdua. Mereka akhirnya berpacaran. Si gadis akhirnya menemukan bahwa si pria itu adalah seorang lelaki yang dapat memenuhi segala permintaannya, dia sangat perhatian, berhati baik, hangat, sangat perduli &#8230; betul-betul seseorang yang sangat baik tapi si gadis hampir saja kehilangan seorang lelaki seperti itu!</p>
<p>Untung ada kopi asin! </p>
<p>Kemudian cerita berlanjut seperti layaknya setiap cerita cinta yang indah, sang putri menikah dengan sang pangeran dan mereka hidup bahagia selamanya, dan setiap saat sang putri membuat kopi untuk sang pangeran, ia membubuhkan garam di dalamnya, karena ia tahu bahwa itulah yang disukai oleh pangerannya. </p>
<p>Setelah 40 tahun, si pria meninggal dunia, dan meninggalkan sebuah surat yang berkata, &#8220;Sayangku yang tercinta, mohon maafkan saya, maafkan kalau seumur hidupku adalah dusta belaka. Hanya sebuah kebohongan yang aku katakan padamu &#8230; tentang kopi asin.&#8221;</p>
<p>Ingat sewaktu kita pertama kali jalan bersama? Saya sangat gugup waktu itu, sebenarnya saya ingin minta gula tapi malah berkata garam. Sulit sekali bagi saya untuk merubahnya karena kamu pasti akan tambah merasa tidak nyaman, jadi saya maju terus. Saya tak pernah terpikir bahwa hal itu ternyata menjadi awal komunikasi kita! Saya mencoba untuk berkata sejujurnya selama ini, tapi saya terlalu takut melakukannya, karena saya telah berjanji untuk tidak membohongimu untuk suatu apa pun.</p>
<p>Sekarang saya sekarat, saya tidak takut apa-apa lagi jadi saya katakan padamu yang sejujurnya, saya tidak suka kopi asin, betul-betul aneh dan rasanya tidak enak. Tapi saya selalu dapat kopi asin seumur hidupku sejak bertemu denganmu, dan saya tidak pernah sekalipun menyesal untuk segala sesuatu yang saya lakukan untukmu. Memilikimu adalah kebahagiaan terbesar dalam seluruh hidupku. Bila saya dapat hidup untuk kedua kalinya, saya tetap ingin bertemu kamu lagi dan memilikimu seumur hidupku, meskipun saya harus meminum kopi asin itu lagi.</p>
<p>Air mata si gadis betul-betul membuat surat itu menjadi basah. Kemudian hari bila ada seseorang yang bertanya padanya, apa rasanya minum kopi pakai garam?</p>
<p>Si gadis pasti menjawab, &#8220;Rasanya manis.&#8221;  (Sumber: tetangga sebelah)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bazzcethol.com/2007/02/kopi-asin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hassanku</title>
		<link>http://bazzcethol.com/2006/12/hassanku/</link>
		<comments>http://bazzcethol.com/2006/12/hassanku/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 09 Dec 2006 05:46:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bazz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Baca-Baca]]></category>
		<category><![CDATA[buku]]></category>
		<category><![CDATA[kite runner]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rita.7une.com/2006/12/09/hassanku/</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Sesuatu yang terjadi dalam beberapa hari, kadang-kadang bahkan dalam sehari, bisa mengubah keseluruhan jalan hidup seseorang&#8221; (Khaled Hosseini, The Kite Runner)
Aku jatuh cinta pada Hassan, Hassan yang lugu, Hassan yang mendewakan persaudaraan, persahabatan, kasih sayang, dan kesetiaan. (sedikit kekaguman pada salah satu tokoh dari sebuah buku yang aku beli beberapa hari lalu).

&#8230;.
Saat aku menatap ke [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;Sesuatu yang terjadi dalam beberapa hari, kadang-kadang bahkan dalam sehari, bisa mengubah keseluruhan jalan hidup seseorang&#8221; (<strong>Khaled Hosseini, The Kite Runner</strong>)</p>
<p>Aku jatuh cinta pada Hassan, Hassan yang lugu, Hassan yang mendewakan persaudaraan, persahabatan, kasih sayang, dan kesetiaan. (sedikit kekaguman pada salah satu tokoh dari sebuah <a href=http://rita.7une.com/2006/10/31/om-khalid/>buku</A> yang aku beli beberapa hari lalu).<br />
<span id="more-71"></span><br />
<strong>&#8230;.</strong><br />
Saat aku menatap ke atas, kulihat sepasang layang-layang, merah dengan ekor panjang berwarna biru, berayun di langit. Kedua layang-layang itu menari jauh tinggi melampaui pepohonan di bagian barat taman itu,di atas kincir angin, melayang berdampingan bagaikan sepasang mata yang memandang ke bawah pada San Fransisco, kota yang sekarang telah menjadi kampung halamanku. Tiba-tiba aku mendengar bisikan Hassan di kepalaku: Untukmu, keseribu kalinya&#8230;(Amir Agha. page 25) </p>
<p>Sebuah kisah tentang sepasang karib dengan latar berbeda yang tumbuh dan menghabiskan waktu dalam satu atap. Amir, anak seorang pedagang kaya keturunan Pashtun (mayoritas penganut Sunni, suku yg memiliki derajat jauuuh lbh baik di Afghan). Amir, seorang anak yang melihat dunia dengan sudut pandang hitam-putih, yang lebih suka membunuh waktunya dengan membaca buku, sebagai sebuah cara untuk melarikan diri dari kecuekan Baba. </p>
<p>Tentang Hassan, anak pelayan keluarga Amir bernama Ali keturunan Hazara (penganut Syiah, yang dipandang rendah di Afghan), adalah bocah dengan segala keluguan, berwajah bundar, bermata sipit khas kaum Hazara (keturunan Mongoloid. red), berbibir sumbing, buta huruf, namun sangat antusias mendengarkan dongeng-dongeng yang dibacakan Amir, meski sering kali kisah yang diceritakan Amir hanya serentetan kebohongan belaka (sedihnya kalo ga bisa baca..hiks).</p>
<p>Tentang dua bocah yang menghabiskan waktu dengan seabreg kenakalan, menghabiskan waktu nonton film, melempari orang2 lewat dari atas pohon, pergi ke danau dengan Baba dan Rahim Khan (sobat dan rekan bisnis Baba), sampai akhirnya tiba turnamen layang-layang pada musim dingin 1975. Musim dingin yang juga menandai dimulainya kebekuan hubungan Amir dan Hassan. </p>
<p>Di sebuah gang di hari yang sama, saat puluhan orang berburu layang2 terakhir, Hassan tersenyum dan siap berlari mencari Amir Agha. Belum kering senyum menghiasi wajahnya, tiga pasang kaki menghentikan langkahnya. Kenangan lama akan tragedi di puncak gunung membuat Hassan gemetar. Dengan satu tangan memegang layang2 dan tangan yang lain memegang ketapel, Hassan mencoba tetap tegar. </p>
<p>Sudut gang di belokan pasar pusat kota, menjadi saksi diamnya Hassan, saksi dimulainya kebekuan antara dua sahabat. Untuk terakhir kalinya Hassan berucap: &#8220;untukmu, keseribu kalinya Amir Agha&#8230;&#8221;</p>
<p>Seiring dengan terhempasnya layang-layang terakhir pada turnamen layang-layang, terhempas pula sebuah jalinan persaudaraan. Sebuah titik di mana ikatan persahabatan terkoyak karena layang-layang dan melalui layang-layang juga sebuah dosa akhirnya ditebus. Semua konflik digambarkan <strong>Hosseini</strong> dengan bahasa yang polos, halus, mendalam, dan unpredictable. </p>
<p>&#8220;&#8230;Aku memiliki satu kesempatan terakhir untuk mengambil keputusan.<br />
Satu kesempatan terakhir untuk memutuskan apa jadinya diriku.<br />
Aku bisa melangkah memasuki gang itu, membela Hassan (seperti yang dilakukannya untukku)<br />
dan menerima apa pun yang mungkin terjadi padaku.<br />
Atau aku bisa melarikan diri.<br />
Akhirnya, aku melarikan diri&#8230;&#8221; (page 123)</p>
<p>Menjadi pengecut adalah manusiawi, karena hidup adalah pilihan. Ketika sebuah pilihan yang keliru telah diambil, boleh jadi sepanjang hidup penyesalan akan terus mengantui kita dan menjadi mimpi buruk setiap kali mata terpejam. </p>
<p>Amir telah melakukan sebuah pilihan yang menghancurkan dirinya, Hassan, Baba, dan Ali. Rasa bersalah yang akan menghantui setiap langkah hidupnya. Sebuah dosa besar telah dilakukan. Sebuah kebohongan telah menghancurkan nilai persaudaraan. Sebuah kesetiaan telah dikhianati. Hanya karena kepengecutan.  </p>
<p>Saat Afghan jatuh ketangan Taliban, Amir dan Baba memutuskan mengamankan diri dan memilih Amerika sebagai tempat paling aman buat mereka. Menapaki 20 tahun di Amerika, telepon dari Rahim Khan kembali membangkitkan borok yang pernah tergores dalam diri Amir. Amir kembali dihadapkan pada dua pilihan, memilih Soraya atau menebus dosa masa lalunya. </p>
<p>&#8230;Ada jalan untuk kembali menuju kebaikan.<br />
Aku memandang sepasang layang-layang di langit &#8230;(page 241)</p>
<p>Amir ternyata bukan banci. Amir memilih sebagai penebus dosa sejati, tergerak mengubur dosa masa lalu dan mengembalikan tidur nyenyaknya jauh dari mimpi2 buruk (ya sejak peristiwa di gang dulu, Amir menjadi pasien insomnia menahun). Amir harus kembali dan berjuang mengembalikan kehidupan seorang anak manusia yang tercuri dari haknya. Meski secara tidak langsung Amir harus mempertaruhkan nyawa dan mencuri seorang suami dari istrinya, sebuah keputusan sulit yang harus membuatnya kembali ke kampung halaman yang carut marut. </p>
<p>Tercuri&#8230;mengingatkanku pada sebuah bagian, saat Baba duduk memangku Amir dan memberi wejangan tentang Ketuhanan, dosa, dan omong kosong yang telanjur diserap Amir dari sekolah.  </p>
<p>&#8230;Mencuri adalah salah satu dosa terbesar yang dilakukan manusia.<br />
Kalau kau membunuh seorang pria, kau mencuri kehidupannya.<br />
Kau mencuri seorang suami dari istrinya, merampok seorang ayah dari anak-anaknya.<br />
Kalau kau berbohong, kau mencuri hak seseorang untuk mendapatkan kebenaran.<br />
Kalau kau berbuat curang, kau mencuri hak seseorang untuk mendapatkan keadilan.<br />
Tak ada tindakan yang lebih hina daripada mencuri&#8230;</p>
<p>Perjuangan Amir menyelamatkan anak dan menebus dosa masa lalu, benar2 membuatku enggan membaca buku lain, sebelum membuatnya <em>khatam</em> dan sampai pada titik&#8230;..&#8221;Hanya sebuah senyuman, tidak lebih. Itu tidak membuat segalanya lebih baik. Tidak membuat apa pun lebih baik. Hanya sebuah seyuman. Satu hal kecil. Sehelai daun di tengah hutan, bergetar saat seekor burung tiba-tiba terbang&#8221; (<em>the last page</em>)&#8230;.Ya, hanya sebuah senyuman untuk menempatkan <strong>Kite Runner</strong> di posisi teratas rak bukuku. </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bazzcethol.com/2006/12/hassanku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Om Khalid</title>
		<link>http://bazzcethol.com/2006/10/om-khalid/</link>
		<comments>http://bazzcethol.com/2006/10/om-khalid/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 31 Oct 2006 05:46:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bazz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Baca-Baca]]></category>
		<category><![CDATA[buku]]></category>
		<category><![CDATA[kite runner]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rita.7une.com/?p=63</guid>
		<description><![CDATA[Setelah beberapa bulan penasaran dengan THE KITE RUNNER akhirnya kemarin bisa juga memiliki buku karya Khaled Hosseini, yang lumayan fenomenal di Amerika. Ya mungkin agak sedikit basi baru memiliki novel ini, mengingat novel ini udah beredar Maret 2006 lalu, tapi apa daya, baru bisa beli sekarang. 
Seperti biasanya, nafsu selalu naik kalo lihat buku² baru [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah beberapa bulan penasaran dengan <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/The_Kite_Runner">THE KITE RUNNER</A> akhirnya kemarin bisa juga memiliki buku karya <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Khaled_Hosseini">Khaled Hosseini</A>, yang lumayan fenomenal di Amerika. Ya mungkin agak sedikit basi baru memiliki novel ini, mengingat novel ini udah beredar Maret 2006 lalu, tapi apa daya, baru bisa beli sekarang. </p>
<p>Seperti biasanya, nafsu selalu naik kalo lihat buku² baru apalagi ada embel2nya best seller, padahal inti utama berkunjung ke book store hanya pengen beli bukunya Om Khaled sekalian &#8216;cuci mata&#8217;, tapi nafsu membuka segel seabreg buku ga juga bisa direm. Alhasil, 5 buah buku sukses lepas dari bungkusnya, meski melakukan aksi ini harus jauh2 dari jangkauan pak satpam dan mbak pelayan toko buku, kalo ga pengen ditegur di tempat.</p>
<p>Ada sedikit rasa bersalah saat menelanjangi mereka, meski aku tahu ga ada peringatan di atas rak yang menyebutkan &#8216;Membuka segel berarti membeli&#8217;, hanya sebuah tulisan &#8220;pelaku tindak pencurian akan ditindak secara hukum&#8217;, jadi aku pikir sah-sah saja membedah kulit luarnya, untuk meminimalkan rasa kecewa sebelum terlanjur membeli. Tapi ujung2nya, tetap aja mantap beli Pengejar Layang-Layang, meski pengen beli <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/To_Kill_a_Mockingbird">To Kill a Mockingbird</A> dan <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/The_Pillars_of_the_Earth">The Pillars of the Earth</A>-nya <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Ken_Follett">Ken Follett</A>.</p>
<p>Belum begitu banyak yg bisa aku ambil dari buku karya imigran Amerika keturunan Afgan ini, baru baca dua bab, udah keduluan bikin liur di bantal. Tapi dari comen² yg tertulis di cover dan di bagian dalamnya, novel ini terasa begitu powerfull, stunning, vivid, startling, dan a haunting morality tale (USA Today). </p>
<p>*rush to go home*</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bazzcethol.com/2006/10/om-khalid/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>A Story</title>
		<link>http://bazzcethol.com/2006/10/a-story/</link>
		<comments>http://bazzcethol.com/2006/10/a-story/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Oct 2006 09:22:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sitegog</dc:creator>
				<category><![CDATA[Baca-Baca]]></category>
		<category><![CDATA[MyDay]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rita.7une.com/?p=61</guid>
		<description><![CDATA[This is a story about four people named Everybody, Somebody, Anybody, and Nobody. There was an important job to be done and Everybody was sure that Somebody would do it. Anybody could have done it, but Nobody did it. Somebody got angry about that, because it was Everybody&#8217;s job. Everybody thought Anybody could do it, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>This is a story about four people named Everybody, Somebody, Anybody, and Nobody. There was an important job to be done and Everybody was sure that Somebody would do it. Anybody could have done it, but Nobody did it. Somebody got angry about that, because it was Everybody&#8217;s job. Everybody thought Anybody could do it, but Nobody realized that Everybody wouldn&#8217;t do it. It ended up that Everybody blamed Somebody when Nobody did what Anyone could have.  </p>
<p>Moral of this story: I dont wanna be Somebody again!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bazzcethol.com/2006/10/a-story/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pi&#8230;</title>
		<link>http://bazzcethol.com/2006/05/pi/</link>
		<comments>http://bazzcethol.com/2006/05/pi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 May 2006 05:34:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bazz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Baca-Baca]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rita.7une.com/?p=46</guid>
		<description><![CDATA[Baru jumpa kamu kemarin malam, menyapamu sebentar dan akhirnya kuputuskan membawamu pulang.  Penuh semangat kulepas pelindungmu, kubiarkan jemariku menjelajah dirimu, lumayan berisi dan halus. Mmmm&#8230;rupanya mereka tau bagaimana menciptakan dirimu, dan aku harap &#8216;isi&#8217; mu sebagus kulitmu. Sebelum jatuh tertidur aku mencoba mengenalmu sebentar, sayang belum begitu lama kita bermesraan aku dah ga kuat&#8230;zzzzzzzz&#8230;. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Baru jumpa kamu kemarin malam, menyapamu sebentar dan akhirnya kuputuskan membawamu pulang.  Penuh semangat kulepas pelindungmu, kubiarkan jemariku menjelajah dirimu, lumayan berisi dan halus. Mmmm&#8230;rupanya mereka tau bagaimana menciptakan dirimu, dan aku harap &#8216;isi&#8217; mu sebagus kulitmu. Sebelum jatuh tertidur aku mencoba mengenalmu sebentar, sayang belum begitu lama kita bermesraan aku dah ga kuat&#8230;zzzzzzzz&#8230;. </p>
<p> Pi, hari ini kamu udah berhasil memberiku semangat mematikan pc dan bergegas keluar dari opis. Aku begitu ingin menyentuhmu dan menyatukan diriku dalam imajinasimu. Pi, I miss u <img src='http://bazzcethol.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bazzcethol.com/2006/05/pi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
