Beda Redmi Note dan Mi41

Belum satu tahun berselang saya sudah ganti hp dua kali dari produsen yang sama, dan kali ini saya kepincut dengan Xiaomi, vendor ponsel pintar terkemuka asal Tiongkok. Redmi Note adalah ponsel Xiaomi pertama yang saya beli pada pertengahan 2014 lalu, sebelum berganti dengan Mi4i akhir April 2015.

Sebenarnya tak ada masalah dari performa Redmi Note, hanya saya kurang nyaman dengan ponsel berukuran 5.5 inchies. Hingga April 2015 lalu, Xiaomi merilis Mi4i yang dibekali jaringan kekinian alias 4G LTE. Dan, tergodalah saya untuk membeli ponsel di event flashsale yang digelar mi.id dengan harga miring.

Sebagai fans baru Xioami, saya sempat bingung dengan Xiaomi seri Mi dan Redmi, selain penampilan fisiknya yang jelas berbeda. Lalu, apa sih bedanya? Menurut droidlime.com, Redmi dan Mi jelas berbeda. Redmi menyasar kalangan menengah dan entry-level sementara Mi diciptakan untuk pengguna kelas menengah ke atas. Tentu beda kasta ini juga berpengaruh pada spesifikasi dan harga. Redmi dijual lebih murah dengan kisaran rata-rata harga di bawah US$300, sementara Mi di atas US$300.

Sebenarnya selain yang ditulis di Droidlime atau media/blog yang lain, masih ada perbedaan signifikan antara Redmi dan Mi, terutama untuk produk Redmi Note yang saya beli, dan saya baru sadar saat mau merapikan barang di laci, termasuk box kardus hp.

Ternyata, baik Redmi Note dan Mi4i, sama-sama dilengkapi fitur kompas, hanya bedanya jika di Redmi Note, fitur kompasnya digilat sementara di Mi4i dilengkapi fitur kompas digital. Nah, dari fakta ini, sebenarnya mana sih yang lebih sophisticated? jelas Redmi Note dong, karena kita tinggal menjilat saja jika ingin menentukan arah kiblat atau saat tersesat di hutan.

IMG_20151108_1634471

Saya jadi membayangkan, jika beneran kompasnya digilat, setiap kali tersesat dan butuh kompas, pasti harus sedia sapu tangan atau merelakan kaos untuk sekedar bersih2 liur yang nempel di ponsel. Sungguh saya berharap, Redmi note adalah es krim green tea yang nikmat dijilat di siang yang terik. Ah…typonya memang bikin sesat *lap iler*