Bayi Sawanen

Bayi rewel dan suka menangis itu lumrah, tapi jika si kecil menangis hampir sepanjang hari, dari pagi, siang, malam tentu bikin kita khawatir. Mengapa dia menangis? Saya mikir pasti ada yang ga beres dengan badannya, tapi lain halnya dengan ortu saya. Menangis sepanjang hari dan malam bisa jadi karena sawan. Apa itu sawan?

Coba googling dengan kata ‘sawanen atau sawanan’, akan bermunculan blog² yang membahas beragam arti sawan. KBBI sendiri mengartikan sawan sebagai berbagai-bagai penyakit (biasanya datang dng tiba-tiba, menyebabkan kejang, kancing mulut, dsb). Sementara versi ortu saya, sawan itu kita sedang digoda saudara tua yang telah meninggal atau penunggu rumah lagi usil atau ada orang meninggal.

Kebetulan beberapa hari ini si kecil suka rewel, mudah menangis, kadang² kepalanya panas, tangan dan kaki dingin dan tidurnya tak bisa nyenyak. Saya mikir mungkin Growth spurt, tapi panas di dahinya membuat saya curiga dia sakit, apalagi intensitas menyusunya menurun.

Tapi berbeda dengan opini ortu. Rewel dan menangis terus dianggap sebagai sawan, dan beliau semakin yakin jika cucunya kena sawan karena rewelnya tak kunjung reda meski sudah dibawa ke dokter. Sementara diagnosa dokter adalah si kecil rewel karena ada jamur di mulutnya, kasus yang sama saat dia pernah kena sariawan di mulut.

Alhasil selain minum obat, si kecil harus menjalani terapi sawan, seperti menggosok kedua telapak kaki dengan garam dan menaburkan garam di tanah tempat ari² dikuburkan dan juga di halaman rumah. Di hari lain, ortu meminta menyeka lutut, tengkuk dan kaki si kecil dengan air yang didapat dari dukun bayi, dan mengoleskan ari tersebut saat dia rewel. Sempat juga membuat bubur merah putih atau orang Jawa bilangnya bubur sengkolo yang manfaatnya untuk menolak bala. Saya juga harus membawa bawang dan umbi dlingu bawang yang dikaitkan dengan peniti dan dipasang di baju. Tujuannya agar terhindar dari bencana.

Ribet dan bagi sebagian orang ritual ini dianggap musyrik, tapi bagi orang lama, ritual ini dianggap sebagai tradisi Jawa yang masih harus dijaga dan dilestarikan. Entah benar atau tidak, yang pasti tak ada tujuan buruk dari ritual ini, tapi saya menganggapnya ritual ini adalah tanda sayang ortu terhadap anak dan cucunya, meski caraya aneh. Ya, asal ga ada mantra² aneh yang harus diucapkan dan harus menelan segala ramuan, ya oke saja. Yang penting si kecil kembali sehat dan tak lagi rewel.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *