All posts by sitegog

bye

Today I step into a new world,
say bye to all my old memories
and burn my unfulfilled dreams
today I come out of my box,
no pain and full of fresh hope
goodbyes are part of life
but I reckon for every farewell
there’s always another hello that awaits me

My Opis

Lega deh akhirnya bisa ngantor lagi setelah dua hari menjamur di rumah. Tiba di kantor, belum sempet ngidupin pc, masih saling jabat tangan sama dua temen opis, look around and garuk² kepala liat kondisi kantor yang mengenaskan, duhhh, baru ditinggal buk nah tiga hari kantor bener² amburadul.

Pas jalan masuk sampe mejanya si pw berserakan daun² kering, debu, bungkus permen, kue, koran dan tabloid jumpalitan di beberapa meja dan sofa, isi sampah di bawah papan pengumuman dah berebutan mau keluar, persis di sebelah papan pengumuman tergantung handuk warna biru. Sempet mikir sapa sih yg naruh handuk di situ, harusnya khan ditaruh di belakang, usut punya usut ternyata handuknya si Ipank yg emang nginep di kantor waktu lebaran.

Segera beranjak ke dapur, niat mau ambil sulak bulu ayam buat berisihin meja + PC, ambil mug dan sekalian pee. Gila! ternyata dapur lebih ancur lagi. Bekas bungkus makanan berserakan di lantai, gara² keranjang sampah dah ga muat lagi, bau makanan basi *mual*, piring, garpu, sendok, tumplek blek di tempat cucian, dan yang paling parah, Mug kesayanganku lengket bekas kopi, ga tau habis dipake siapa, yang jelas kondisinya jadi mengenaskan, item di bagian dasarnya, jadi kudu cuci berulang2, sampe bersih dan ilang nodanya.

Duh, kalo gini kita bener² kangen buk nah. Kapan ya balik.

A Story

This is a story about four people named Everybody, Somebody, Anybody, and Nobody. There was an important job to be done and Everybody was sure that Somebody would do it. Anybody could have done it, but Nobody did it. Somebody got angry about that, because it was Everybody’s job. Everybody thought Anybody could do it, but Nobody realized that Everybody wouldn’t do it. It ended up that Everybody blamed Somebody when Nobody did what Anyone could have.

Moral of this story: I dont wanna be Somebody again!

Salahkan Angin

Debu jadi partikel yang paling aku benci belakangan ini. Gara-gara debu, kuku-kuku jariku jadi rajin menggaruk-garuk leher, meski aku harus menahan diri untuk ga mengaruk wajah. Mengapa? karena wajah jadi fitur pengenal dariNya yang harus selalu dijaga, meski kualitasnya standar2 aja).

Dua minggu lalu aku meyakini rasa gatal di leher dan wajah gara2 abis makan udang yang dibeliin Lenci, tapi ternyata aku salah. Obat yang aku beli di apotik (3 biji insidal) dan juga 1 lembar obat gatel bapakku, gagal mengusir rasa gatal yang cukup bikin bete.

Sampai Sabtu lalu, akhirnya aku ngeh, rasa gatal ini bukan gara² makanan atau kebersihan badan (yg ini ga mungkin banget, krn aku termasuk orang yg suka mandi, beda banget dengan seorang temanku yg anti air). Ya, rasa gatal ini datang gara² debu, debu bercampur belerang kiriman Gunung Semeru (3.676 mdpl) yang mungkin lebih dari sebulan mengguyur kota Malang.

Tadi pagi di radio, Mbak penyiar bilang kalau hujan debu akan terus mengguyur Malang Raya jika arah angin bertiup ke arah barat. Tapi kalau arah angin menuju selatan, bisa dipastikan daerah Lumajang dan Probolinggo yang terkena imbas hujan debu.

Dalam keterangannya dia juga bilang kalo hujan abu ini adalah dampak dari letupan rutin Gunung Semeru, dan hal itu wajar-wajar saja, mengingat jika Semeru tak meletup, bisa dipastikan akan terjadi letupan yang lebih besar.

Ok, aku bisa maklum kalo Semeru ‘batuk’ selama beberapa waktu, tapi aku ga bisa terima jika angin membawa komponen batuknya ke arah barat, apalagi dalam jumlah berlebih seperti Sabtu lalu. Itu artinya aku mulai rajin menggaruk, rajin cuci muka krn wajah jadi kering dan ngeres, jadi sering2 keramas, rajin bersihin kamar, rajin melap pc, dan yg pasti rasa dahaga jadi terasa banget waktu Ramadhan kali ini.

A day with my mom

God made a wonderful mother,
A mother who never grows old
He made her smile of the sunshine,
And He molded her heart of pure gold;
In her eyes He placed bright shining stars,
In her cheeks, fair roses you see;
God made a wonderful mother,
And He gave that dear mother to me.
~Pat O’Reilly~

Happy B’day Mom

P.S: ‘ga perlu kasih apa², doakan ibu dan bapak sehat dan kuat sampai bisa liat kamu dan mbakmu seneng, tapi kalau ada rejeki, beliin ibu sandal aja’…(Your Wish Is My Command)…I love u Mom.