Agen Koran Tertua di Malang

Membaca sudah bagian dari aktifitas saya sehari-hari, dan sempat terpikir untuk punya toko buku, perpustakaan, atau bahkan sekedar agen koran. Tapi bagian terakhir itu membuat saya berpikir resikonya, setelah memahami seluk beluk usaha agen koran dan majalah.

Info ini saya dapat dari ngobrolan ringan dengan Aan, salah satu orang yang saya jumpai di Mukayat Agency, agency koran tertua di Malang. Mukayat Agency yang terletak di jalan Kauman No.16 ini didirikan pada 1947 dan menjual beragam koran dan tabloid kelas nasional sampai koran kelas gurem, begitu juga dengan majalahnya.

Aan adalah putra pemilik agen (Mukayat), yang memutuskan untuk total meneruskan usaha bapaknya bersama kakaknya, Taufik Hidayat. Usaha bapaknya ini dimulai saat bapaknya jadi pengecer, loper, usaha bersama, sampai menjadi agen koran dan dipercaya menjadi ketua paguyuban toko buku bekas (di blok Majapahit).

Sayang, usaha agency tak seperti dulu lagi. Dulu penerbit masih menerapkan sistem kembali jika koran tak laku, tapi untuk koran nasional sistem saat ini menggunakan model beli. Jika beli 1 koli, tapi yang laku hanya separuhnya, otomatis sisa koran harus digudangkan. Tapi sistem ini tak berlaku bagi koran area lokal yang tetap menerapkan sistem lama (tak laku pun, koran bisa kembali). Sementara untuk majalah, jika tak laku hanya dikembalikan 45%nya saja.

Aan - Mukayat Agency
Aan - Mukayat Agency

Saat ini yang jadi target utama Aan selain dagangannya laku adalah penjualan yang meningkat dan stabil untuk mencapai target akhir tahun dan dapat bonus. Meski hampir sebagian besar, bonusnya dalam bentuk parcel.

Ngobrol dengan Aan cukup menyenangkan, orangnya blak-blakan dan bertutur dengan gaya khas Malangan. Dia berbagi banyak hal tentang usaha agency, tentang masa lalunya sebagai aktifivis 98, tentang pertemuannya dengan istrinya, tentang mbahnya yang pensiunan tentara (seorang pahlawan kemerdekaan yang patungnya ada di daerah Sidoarjo), sampai pilihannya untuk menjadi agen koran meski banyak tawaran kerja yang cukup prestisius dari keluarganya. Maklum, dia terlahir dari keluarga yang cukup berada dan punya beberapa posisi penting.

Tapi Aan, tetap memilih jadi agen koran, pekerjaan yang membuatnya kenal dengan orang-orang media, penerbit, loper, pengecer, sampai pembaca. Aan mencintai pekerjaan warisan bapaknya meski harus bersaing dengan agen lain dan ketatnya aturan dari penerbit. Aan tetap setia, setia mendedikasikan hidupnya bersama bertumpuk-tumpuk koran di tokonya yang jadoel tanpa mengeluh, nriman, dan selalu senyum.

One thought on “Agen Koran Tertua di Malang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *