About Me

Aktivitas: tukang ketik, tukang pikir (project development, content-program, creativity, termasuk ide jahil ngerjain teman sekantor :d), dan tukang analisa (hot news/isue, web traffic, SEO, and anything about online media) di salah satu situs entertainment terbesar di Indonesia.

Minat: internet, film, buku, kapten haddock, kuliner nusantara, green-tea, segala hal berbau 80-90an, kucing, and lately lagi demen mengamati skuter+skuteris

Blogging: ngeblog sejak zamannya Geocities, meski lebih suka blog-walking dibanding update blog. Jadi ya diupdate suka-suka saja.

Nickname: bazz

Nama bazz adalah kependekan dari bazzcethol (my 2nd ID @ YM). Tak ada arti khusus dengan nama ini, awal pertama dapat ide sekitar tahun 1999 saat melihat seorang pengamen membawa bazzcethol di pertigaan jalan keluar terminal induk di Malang. Bazzethol sendiri adalah alat musik darurat yang biasa dipakai pengamen jika mereka tak bisa membeli gitar atau bahkan ukulele. Alatnya sederhana, hanya kotak terbuat dari triplek, dengan lubang segi empat di bagian tengah dan di atasnya merentang karet ban yang disusun empat sampai lima baris. Di sisi kanan dan kiri dipasang karet panjang yang berfungsi untuk membawa bazzcethol dan diselempangkan di bahu.

Idenya sih sepintas mirip gitar atau bass modern meski suaranya tak bisa dibandingkan. Suara bazzcethol berdengung-dengung seperti petikan karet di kotak kosong, sengau, hampa, dan unik, tapi membantu pengamen kelas bawah mengeruk rejeki untuk menemani suara sumbang mereka. Sementara bagi sebagian orang, suara bazzcethol sungguh tak nyaman didengar dan tak layak diberi duit barang sereceh dua receh.

Kisah bazzcethol hampir mirip saya, orang biasa-biasa saja, tapi (kadang) bisa membuat orang lain bahagia, sekaligus bisa membuat mereka bete, itulah saya:d.