Tahu lontong atau tahu telor adalah makanan rakyat lintas generasi yang tak memiliki batas strata sosial. Makanan berbahan dasar tahu ini banyak dijumpai di warung kaki lima sampai rumah makan kelas resto yang menyajikan menu khas Jawa Timur.
Selama ini saya mengira tahu lontong itu ya sama saja di berbagai daerah. Tahu diiris kotak-kotak dadu, disiram kuah kacang berbumbu dengan taburan irisan seledri, kecambah, bawang goreng dan krupuk. Tapi tak begitu halnya dengan tahu lontong Blitar.
Bumbu utamanya adalah kecap saja, sementara kacangnya dibiarkan utuh dan jadi taburan untuk melengkapi kecambah. Kecap yang jadi bumbu utamanya bukan kecap manis biasa tapi berasa rempahnya.

Tahu lontong pasar Legi - Blitar

Tahu telor pasar Legi - Blitar

penjual tahu lontong di pasar Legi - Blitar
Krupuk pelengkapnya bukan krupuk kecil-kecil seperti tahu lontong Malang, tapi krupuk putih dalam kaleng yang biasanya dijual di toko-toko kecil/warung makan. Orang Blitar sih menyebut krupuk ini krupuk uyel (namanya lucu :d). Kalo soal rasa, saya sih lebih memilih tahu lontong Blitar, karena kuah kacang tumbuk dicampur petis dan kecap manis kadang terasa eneq di lidah.
Rata-rata seporsi tahu lontong atau bisa diganti dengan nasi harganya sekitar Rp4000 dan banyak dijual di kaki lima jalan-jalan utama Blitar selain warung nasi pecel. Tahu lontong paling laris ada di depan stadion Blitar dan di pasar Legi depan Klenteng, tempatnya kecil tapi pembeli pun rela ngantri demi sepiring tahu panas disiram kecap. Nikmat memang tak harus mahal.
Tags: blitar, jajanan
This entry was posted
on Saturday, November 19th, 2011 at 5:30 pm and is filed under Jalan-Jalan.
You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed.
You can leave a response, or trackback from your own site.

kacange sik wungkul iku yaaah..
*kemlecer* *netes*
klo ke blitar lagi ga usa oleh2 sambel pecel, tapi ini ajah yah yah
*milih*
lho…langgananku malah neng wlingi kulon dalan etan e kawedanan
[...] Tahu Lontong Blitar [...]