Ada yang bilang membeli rumah sama dengan cari jodoh, mulai dari proses hunting, pdkt, negosiasi, sampai proses akad, secara garis besar sama, sama-sama harus melibatkan hati, meski membeli rumah hanya melibatkan hati di satu pihak, beda dengan jodoh yang butuh sinkronisasi dua hati.
Awalnya saya sepakat dengan ungkapan tersebut, tapi setelah beberapa waktu berjalan dan sampai di tahap keruwetan mengurus tetek bengek rumah saya menyimpulkan jika mengurus rumah beda dengan mencari jodoh. Tentu saya punya alasan untuk argumentasi ini.
