Archive for June, 2007

Safety Riding

Thursday, June 14th, 2007

Sudah hampir sebulan aku mengendari motor sendiri, dan mulai bisa beradaptasi dengan ‘my V’, kapan harus pindah gigi, kontrol rem, dan gas, semua bisa kulakukan dengan tepat sesuai feeling dan standarku. Dan selama itu aku mencoba menjadi pemakai jalan yang baik, karena aku bukan orang egois yang menguasai jalanan seperti punya moyangku sendiri dan tak memikirkan pengguna jalan lainnya.

Sayang selama pengalamanku naik motor, ga banyak pengguna jalan yang baik dan ramah di jalanan, sering kali mereka hanya memikirkan diri sendiri, bagaimana bisa cepat sampai tujuan, ngebut sana ngebut sini, ambil jalan orang, suara klakson saat jalanan macet, angkot yang mendahuli dan mendadak berhenti tanpa menyalakan riting, belum lagi pejalan kaki yang ga berjalan di jalan yg telah disediakan…duh mendadak orang-orang jadi sangat-sangat egois di jalanan.

Aku pribadi sangat benci pengendara yang ngebut tanpa alasan jelas (bisa dimaklumi jika ada keluarganya yg kena musibah), tapi mereka yang hanya sok jadi setan jalanan, sudah jelas sangat menyebalkan. Tapi mau gimana lagi, aku ga bisa apa2, yang bisa kulakukan hanya berkendara dengan benar, dan mengingat pesan ortu untuk selalu hati-hati, waspada, dan ‘nanti makan malam di rumah ya’….sebuah statemen yang selalu kuartikan aku harus pulang dengan selamat untuk mereka.

nothing stays the same

Wednesday, June 13th, 2007

Sejak maraknya sweeping sw, aku harus bekerja ekstra dan mempelajari sesuatu yang baru. Mencoba bergaul dan membuatnya familiar. Awalnya selalu ga sabaran, bete, dan merasa sedikit diperlakukan tidak adil. Takut bahwa sesuatu yang baru itu (terlebih dengan status gratisnya) tidak akan memberikan hasil yang maksimal. Tanya sana-sini, mengumpat pc yang ga bersalah, …hemm…hal-hal baru seringkali membuat aku merasa terintimidasi sebelum menjalaninya, sampai akhirnya aku sadar perubahan ini justru membuatku sedikit lebih pintar. (more…)

laris..laris [semoga]

Sunday, June 10th, 2007

Sebelumnya aku tak pernah memikirkan lokasi jualan akan sangat mempengaruhi laris-manisnya dagangan, asal kita telah memiliki pelanggan tetap, pasti dagangan kita laku. Ternyata aku salah, setelah peristiwa pembersihan oleh satpol pp awal Mei lalu, kami sempat rehat sejenak sambil menunggu situasi tenang.

Sampai akhirnya sekitar akhir Mei lalu kami mulai jualan dan berharap ga lagi kena gusur dan mendapat berkah di tempat baru. Ternyata aku salah, dari yang bisanya hanya jualan 2-3 jam, kini harus molor sampai enam jam, itu pu harus membawa pulang sisa dagangan dan membuang adonan sisa yang ga mungkin bisa digunakan esok harinya. (more…)