Archive for June, 2006

X-New-House, Tax, and Me

Friday, June 30th, 2006

Hari ini aku memaksakan diri bangun pagi di luar jam default-ku. Meski dingin buanget, aku nekat mandi dengan speed 4.5 menit. Singkat cerita, jam 6.30 tet aku udah bertemu penjual rumah di Perum Batu Amaril, beramah tamah sebentar, akhirnya kita menyepakati harga yang lumayan ‘aman’ bagi kantongku, dengan pemufakatan kalo aku baru bisa bayar tunai setelah nyelesein urusan dengan Bank plus dapat ijin meminjam copy surat tanahnya. Sayang si penjual hanya kasih waktu kita 3 hari untuk pembayaran separuh dari harga yang kita sepakati.

Pulang dari sana mampir ke Bank sebentar, tanya2 prosedur KPR, sayang pihak bank bikin aturan yang bikin ngelu, padahal aku hanya pinjam dibawah digit 10, itupun dengan perhitungan 80:20 dengan tax 16%, ga hanya itu untuk mengajukan kredit salah satunya syarat harus nikah dulu, karena kredit ini target utamanya keluarga. Kalopun masih bujang aku harus ngurus NPWP dulu, sebagai buktikan bahwa aku bisa bayar tagihan setiap bulannya, belum lagi survey bank minimal 3 minggu, baru bisa keluar dananya. Bener-bener meleset jauh dari perkiraanku :(
Akhirnya ke kantor pajak buat ngurus NPWP, sayang ngurusnya butuh waktu 1-2 hari, padahal sekarang dan Jumat, dan baru bisa mulai ngurus Senin depan.

Balik kantor pas makan siang, aku konsul dengan opman-ku perihal NPWP. Sialnya, ngurus inipun masih harus konsul ma babe, dan itu juga masih harus dipertimbangkan lagi mengingat urusan pajak itu urusan sensitif buat babe. Kalopun aku ngurus NPWP, itu artinya perusahaan juga mesti bayar pajak setiap tahunnya. (satu hal yg ga mungkin bgt krn ********) *sigh*

Urusan jadi ruwet dan bertele-tele, akhirnya aku kembali menghubungi si penjual, dan minta maaf ga jadi beli rumahnya, karena waktu dan prosedur yang tak memungkinkan *nelongso mode on*.

Digarap dewe

Thursday, June 29th, 2006

Ada seorang saleh yang datang mengunjungi seorang sufi, ketika bertemu dengan sang sufi dengan wajah berseri orang saleh ini berkata: “Begitu besar kepercayaanku kepada Alah sehingga kutinggalkan untaku di luar sana. Kuserahkan binatang itu pada pemelihara Allah.”

Di luar dugaan sang sufi menjawab, “Cepat pergi ke luar sana, hai orang tolol! tambatkan untamu itu pada sebuah tiang yang ada. Allah tak akan mengurusi perkara yang kau sendiri bisa melakukannya.”

Kisah tersebut mengingatkanku bahwa ada hal-hal tertentu yang harus aku kerjakan sebelum aku meminta-Nya melakukannya untukku. Aku sadar, Dia sepenuhnya percaya aku bisa mengerjakan sesuatu yang aku mampu.

pareng…

Thursday, June 22nd, 2006

Dear senja,

Nja, tahukah kamu kalo langit dan senja memang dua item yang ga bisa dipisahkan, sayang senja hanya menyapa langit dalam waktu tertentu, dan langit pun sudah hapal kebiasaan itu. Nja, sekarang langit mencoba mencari dunia baru, ga jauh2 amat sih Nja, hanya beda gang dikit. Just try another way, tapi moving kemanapun aku akan tetap jadi langitmu, ya moga2 ga sekelam sebelumnya. Aku akan tetap mengenang hubungan manis dan aneh ini. C U soon Nja.

Salam,
langit

P.S: warm regards buat bulan

….gimme break

Tuesday, June 20th, 2006

Tuhan bolehkah aku berubah arah, jika memang itu bisa membuatku lebih damai dan lebih bisa bergaul denganMu. Tuhan, berdosakah aku sekiranya aku tetap memujimu dengan cara yang belum pernah aku wartakan kepadaMu. God…gimme break to think abot it. And please don’t see me as someone without determination.

GAJAH DUDUK - BUKAN BERIKLAN

Saturday, June 17th, 2006


Zhu Ni Sheng Ri Kua le GAJAH!!! Moga2 makin montok dan tambah komes

Sebenarnya aku bukan seorang GAJAH tulen, bisa dibilang masih ‘bledug’ (anak gajah dlm boso Jowo). Tapi aku ga ngurus, aku tetep merasa masih jadi warga baru GAJAH meski suka mangkir kalo diundang arisan, sering absen nge-junk, sering ogah2an blog walking ke blogernya GAJAH, bahkan muales banget kalo disuruh belajar mantra² ajaib GAJAH. Tapi memang itulah aku, a kind of a half-half person, yang memang punya penyakit malas kambuhan. Jadi aku berharap bisa memaafkan diriku sendiri karena juuuarang banget nge-junk di kampung Gajah.

Awalnya. Nge-junk…tau istilah ini dari seorang teman, yang sering banget bilang istilang aneh² yg sama sekali belum terekam di otaku (ie: basbang, homok, aplen, arisan, yoga ranjang), akhirnya biar ga keliatan bego aku sempetin googling di mbah yahoo dan nemu milis ID-GMAIL.

Nungging? ga kreatif blasss…garing, itu komen dari diriku dewe, komen dari warga Gajah udah lupa semua, kecuali dari Dian Ina (mmmm..kalo ga salah), pake text item diblog warna merah (model tulisan persis milik Babe kalo lagi marah²). Tapi aku males ngulang nungging, dan cuek aja (kurang ajar banget neh anak!) … tapi ga masalah..yg penting aku dah nungging, kapan2 bisa diulang lagi, mengingat aku emang belum kenal bgt dengan warga2 lain.

GAJAH…bener2 kampoeng ngejunk puol, milis sadis, dan hanya makhluk bermuka badak yg bisa join milis ini, trll serius di milis ini dikhawatirkan bisa ketagihan, kalo dah ketagihan kerjaan bisa keteter, apalagi buat model kerjaan yang kejar deadline plus kejar bandwith, bisa dipastikan jika terlalu aktif akan merugikan diri sendiri. Benarkah? Palesu karena aku emang ga pernah nge-junk :D
Berkah gajah…jadi punya nawak baru semacam Bunda Endhot, Lea, Fahmi, Vnus, Isdah, dan Aryo (kalo yg tiga ini udah masuk kategori expired).

Tapi apapun itu Gajah tetap kampung yang aneh…met ultah Gajah!