Archive for April, 2006

tiba2…

Saturday, April 29th, 2006

Dia hadir. Lagi, tanpa salam dan permisi. Sudah hampir setahun dia tak mengunjungiku. kini dia datang kembali, meskipun dia tahu kehadirannya tak pernah kuharapkan. Tapi dia acuh dan tetap menyapaku dalam diam. Dia bilang hanya mampir, sebentar? tanyaku. Dia hanya diam, lagi-lagi diam dan diam.

Ok, aku coba menerimamu, karena aku sadar memang aku tak bisa menolakmu. Aku coba mengenalimu, tapi sungguh sulit, dua kali kau menghampiriku, tapi tetap aku tak pernah bisa mengenalmu, kau begitu asing, begitu jauh, begitu pongah untuk kudekati. Kenapa kau tak pernah biarkan aku mengenalmu, memberiku kesempatan untuk menyelamimu, kau hanya mengijinkanku mengenal rasa takut dan hampa dalam kapasitas berlebihan. Kadang ingin sekali bisa menangis, seperti seorang temanku yang mudah sekali tersentuh dan meneteskan air mata. Tapi aku ga bisa, aku terlalu takut untuk menangis.

Menunggu gelap dan senyap menjemput, saat hanya ada aku dan ‘duniaku’, kucoba bertanya pada diriku, pada mata hatiku, dan….Hi! kucoba menyapamu hangat dan tersenyum manis, tapi kamu tetap diam! Huh! diam lagi.

Diammu selalu menyiratkan aura negatif, tanpa pernah bisa kuubah jadi positif. Ku coba melawanmu, tapi kamu terlalu kuat. Sering aku bertanya-tanya siapa sih gurumu? Apakah dia tak pernah memberimu wejangan bahwa membuat orang lain kacau benar2 sebuah tindakan yang kurang ajar!

Tapi apapun dan siapapun kamu, kamu udah berhasil buat aku kacau bbrp hari ini, aku ngaku kalah, (dua kali kalah), tapi ini belum final. Aku akan terus mencari ‘mu’, menembusmu dan membentengi diriku lebih kuat dari saat ini. Meskipun aku sangat berharap kau tak akan datang lagi padaku.

senja

Friday, April 28th, 2006

Saat aku mulai bersih2 meja dan shut down pc-ku, mendadak aku ingat teman ‘kecil’ku, teman yg dulu kerap menemani ketikan jemariku di papan keyboard. Senja yang selalu merindukan bulan, bahkan saat bulan dlm keadaaan gerhana dan asyik dengan ‘bintang dan meteor’nya, senja tetap kangen bulan. (senja memang aneh!)

Senja yang selalu panggil aku langit, meskipun aku bukan langit yang baik baginya, dia tetap panggil aku langit. Ya, mungkin senja panggil aku langit krn ‘porsi’ku yang gede, atau bisa juga senja selalu nganggep aku langit yg bisa menaunginya, meski hanya untuk berlabuh sebentar, sebelum langit menjadi gelap.

Nja, aku iri dengan kamu. Meski batas waktumu memberi warna bumi hanya sebentar, tapi kau tak pernah bosan, kau tetap mengingatkan matahari untuk pulang dan tidur, sebelum menggantinya dengan bulan (entah bulan dari planet mana).

Nja, aku senang kamu dah nemuin warna lagi sejak bulan memutuskan untuk membuat dirinya gerhana total (entah sampai kapan). Paling tidak bagiku, kamu tetap senja yang makin memerah dan memberi siluet indah di sore hari.

P.S: Nja, jangan pernah biarkan warnamu pudar, mungkin di luar sana ada bulan lain dng sinar yang lebih terang, dan aku akan tetap jadi langitmu. Meski kadang mendung, tapi aku tetap berusaha jadi langit yang hangat.

bulan

Wednesday, April 26th, 2006

“Te, kenapa kok bulan selalu ikut Arin terus, mulai dari McD sampe rumah ikuuut terus?”, tanya ponakanku. “Wah, Arin nakal kali, jadi bulannya ikut Arin terus.”

“Arin ga nakal kok, tadi cuman makan escone satu ga minta dua, tapi kenapa bulan tetap ikut arin terus?” akhirnya aku jawab dengan penjelasan yang bisa diikuti anak TK.

“Bulan itu besar, jadi kemanapun Arin pergi bulan akan selalu kelihatan, bahkan kalo Arin pergi ke Mbah uti di Solo, bulan akan tetap ikut arin terus.”

Lho te, kalo bulan di atas berarti bisa turun ke bawah ya? trus turunnya gimana? trus kalau pagi hari bulan kok ga ada?” (Wadeh mati aku!) tanya papamu aja gih!

“Papa lagi tidur, tanya tante aja.”

Waduh, puyeng, pasti neh anak ga bakal tau apa itu gravitasi. Hiks…ngawur lagi aja deh.

Bulan itu ga akan bisa jatuh, karena bulan memang rumahnya diatas, kalau bulan turun nanti langit jadi gelap. Nah kalo gelap Arin ga akan bisa main2 di luar. Trus kalo pagi bulan ga akan kelihatan karena bulan bobo. Jadi sekarang Arin bobo aja ya. Ayo bobo, udah ditunggu mamamu. (syukur deh si kecil mau tidur jg)

Ga hanya sekali ini aku direcoki pertanyaan yang ga pernah kuduga, pertanyaan yang harus kujawab dengan bahasa yang sangat sederhana, mudah dimengerti, dan dengan kosakata murni anak2.

Dulu dia pernah bertanya, kenapa gunung bisa keluar apinya? (ini saat kita nonton ulasan gunung merapi), kenapa papa ga punya susu, kalo papa ada susunya, adik minum mama, arin minum papa aja (ini ditanyakan saat ponakanku ngambek gara2 mamanya dah ga mau ngasih asi lagi, krn emang sudah bukan jatahnya), kenapa di perut mama ada adik dan di perut papa tidak? kenapa rambut mama keriting tapi rambut bude dan tante lurus?

Pertanyaan simple, cuman jadi complicated kalo yang tanya anak umur 6 th. Huh! Syukur deh belum punya anak.

lullaby medley

Monday, April 24th, 2006

Starlight, starbright
Wishing on the first star of the night
I wish I may
I wish I might
Make all my dreams
Come true tonight

As I am drift
Off to sleep
Angels guard the memories I keep
Now I’m try to close my eyes
And dream away
And I’ll awake on brand new day

Starlight, starbright
Shining on my little one tonight
I wish I may
I wish I might
Make all my dreams
Come true for tonight

9:33 pm: sitting and dreaming on my roof with Kenny Loggins

Eman!…cipate?

Friday, April 21st, 2006

Tadi pagi ribet banget, mulai subuhan dah ga bisa tidur, ponakan cewe mau dandan pake kebaya. Wah senengnya bukan main, mau jadi putri Solo, pake baju basahan adat Jogya, dengan konde pake 7 pentul…senengnya bukan main. …mmm…sayang kegembiraanya bikin aku tambah pusing, dah malamnya ga bisa tidur, pagi2 keganggu euforia ponakan hiks…

Ya, Hari Kartini, bagiku sama aja dengan hari panen tukang rias. Sayang banget momentum di dalamnya dah pudar, yang ada hanya saling pamer baju adat plus pamer cakep2an. Mulai jaman aku TK sampai sekarang hari Kartini jadi Hari Berkebaya Nasional…:(

Nah trus mana emansipasinya? Bagiku emansipasi kuwi: bisa berjalan seiring dengan pria (sopo yo?)…bisa saling menghargai dan mengerti tanpa harus merusak, bisa tepo sliro, bisa terus maju dan berkembang tanpa harus merasa angkuh dengan keyakinan woman bisa lebih dari ‘lawannya’, karena gimanapun juga woman tetap butuh pelengkap.

egois?…sibuk kok

Saturday, April 8th, 2006

sewaktu bersih² inbox Nokia-ku:

Rit, senin aq mau seminar, minggu dolan ke rumah ya, kangen skln koreksi tutorialku (tutik) — 7 april (19.01)

koncoku kok ga ono abane yo (tato) – 6 april (18.39)

Ta, ndang muleh aku ngrujak dondong (my sist) (16.03)

Egois kdg perlu, ksbkan jg tak pernah knl waktu. Selamat egois ya..:d ojo lali nakam engko kuru..:p. Lek wes waras sms yah:) Gudnet sist (senja) — 4 april (23.19)

Gog, ni hao? wo xi wang ni bu wang ji ni de peng you (Santo Jepang) — 4 april (13.01)

bazz, kangen kripik baksomu, kpn ke sby? (widya) — 3 april (10.11)

arek edan, yo po kbre. aku saiki wes ndek jkt, dadi polisi, ga sido dadi preman. kapan reuni? (agung) — 2 april (21.32)

nduk, kok rah tau kethok, instalen msn-mu. (lek jit) — 1 april (15.03)

gog, prei 4 hari main ke rumahku, trus ke sambang ke suneo, kangen kih (rina) — 30 maret (19.37)

K A U mungkin dpt melupakan org yg prnh trtawa dgnmu, tp tdk akan bisa melupakan org yg prnah menangis brsamamu (Kahlil Gibran). Jek Kangen. (upht) — 11 maret (13.10)

mmmm…rasane aku memang egois :(

customer melas

Monday, April 3rd, 2006

Kecewa, dongkol dan sedikit sakit hati, jadi tiga kata yang mewakili moodku Minggu kemarin. Kemarin sore jjs ke Gramedia niat beli bukunya Paulo Colhoe dan browsing2 buku lain. Pas di rak no 105 dibagian Sastra di urutan teratas aku melihat sebuah buku bercover coklat berjudul UMBERTO ECO, THE NAME OF THE ROSE, yang ditulis dengan huruf emas. Penasaran aku ambil buku bergambar kubah gereja romawi tsb.

Yap memang bener, novel ini mirip yang aku beli Mei 2005 silam, sbg slh satu kado ultah buat diriku sendiri. Sayang buku ini jadi membangkitkan kembali kenangan lama yang lumayan bikin kecewa dan sedikit sakit hati (merasa ditipu dihari spesial).

Dulu kecewa pas tahu kualitas kertas cetaknya sekelas kertas fotocopyan, padahal buku ini masuk buku bestseller (dicetak lbh dari 50 juta eksemplar dan diterjemahkan dalam 15 bahasa), ya setidaknya harus didukung kualitas kertas yg bonafit, seperti buku2 bestseller lainnya, macem The Davinci Code atau mungkin kertas cetakan sekelas buku Harry Potter yang bukan hard-cover, mungkin masih bisa dimaklumi.

Padahal kalo kualitas kertase bagus, pasti gambar² ilustrasi di lembar ke 3-7, peta biara di
lembar ke 7 dan ilutrasi gambar di antara hal 716-717 jadi jelas, nah yang ini malah kabur ga keruan :(

….meski gelo kalo ingat tuh buku tapi aku nekat juga tanya kapan buku UMBERTO ECO datang, dan mbaknya bilang buku tsb baru dateng 2 Februari lalu (ketinggalan setahun dr TogaMas, cuman Gramedia lbh bisa dipertanggungjawabkan), sayang kemasan plastiknya ga boleh dibuka, jadi ga bisa lihat detail kualitas kertas, text dan gambar² di dalamnya. Harganya sih tetap sama 77 ribu, cuman yang aku beli di Toga dulu dapet diskon 20%.

Aku tanya lg ke mbaknya, kira2 buku ini bajakan ga, dan dia bilang ‘Wah Di Gramedia Ga Ada Buku Bajakan Mbak!’, sayang bukunya hanya boleh dibuka kalo emang niat dibeli.

hiks…tambah dongkol wes, dan tambah ga mood baca si Umberto. Mau komplain dan send mail lagi ke jalasutra udah males banget, terlanjur udah yakin ga direspon lagi sama pihak jalasutra seperti nasib lima emailku terdahulu.

ya wes akhire cuman bisa pasrah aja dan belajar lebih hati2 biar ga jadi korban piracy lagi.